Jihad dan Terorisme Dalam Pandangan Islam
11:03 PM | Author: el-Hafiy
Pemahaman Salah tentang Jihad :
  • Jihad bukan berarti perang, tetapi upaya sungguh-sungguh untuk mencapai tujuan
  • Jihad dalam Islam bersifat defensif bukan ofensif
  • Tindak terorisme adalah bagian dari jihad
  • Jihad terbesar adalah perang melawan hawa nafsu
  • Jihad adalah metode untuk mendirikan khilafah
  • Jihad sama dengan imperialism
Bagaimana sebenarnya ?

Makna Jihad :
  • Makna Lughawi (bahasa)
  • Makna Syar’i

Makna Lughawi (bahasa):
  • Mengerahkan kemampuan dan tenaga yang ada, baik dengan perkataan maupun perbuatan (Fayruz Abadi, Kamus Al-Muhîth, kata ja-ha-da.)

  • Mengerahkan seluruh kemampuan untuk memperoleh tujuan (An-Naysaburi, Tafsîr an-Naysâbûrî, XI/126).

Makna mana yang digunakan ?

Makna Syar’i :
  • Upaya mengerahkan segenap kemampuan dalam berperang di jalan Allah secara langsung, atau membantunya dengan harta, dengan (memberikan) pendapat/pandangan, dengan banyaknya orang maupun harta benda, ataupun yang semisalnya.(Ibn Abidin, Radd al-Mukhtâr, III/336)

  • Upaya mengerahkan segenap jerih payah dalam memerangi kaum kafir.(Lihat: Ibn Hajar al-Ashqalani, Fath al-Bari Syarh Shahîh al-Bukhâri; Asy-Syaukani, Nayl al-Awthâr; As-Zarqani, Syarh az-Zarqani)
jika kata jihad dalam nash-nash tidak memiliki qarînah (indikasi) yang menunjukkan pada makna al-qitâl (perang), maka ia hanyalah jihad dalam pengertian bahasa saja. Sebaliknya, jika ia mengandung qarînah (indikasi) yang menunjukkan pada makna al-qitâl (perang), maka ia termasuk ke dalam jihad dalam makna syar‘i, yakni memerangi orang-orang kafir. Sedangkan makna syar’I lebih diutamakan dari pada makna bahasa.


Jenis jihad :
  • Jihad defensive
  • Jihad ofensif

Jihad defensif
  • Jihad ini dilakukan manakala kaum Muslim atau negeri mereka diserang oleh orang-orang atau negara kafir, sebagaimana firman Allah Swt :  وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلاَ تَعْتَدُوا إِنَّ اللهَ لاَ يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

  • Status jihad ini fardu a’in bagi orang muslim di negeri yang diserang, dan fardu kifayah bagi muslim di luar negeri tersebut.

  • Wilayah jihad dalam konteks ini adalah negeri kaum muslim yang secara militer dikuasai oleh orang atau negara kafir

Jihad Ofensif :

  • Jihad ini dilakukan manakala dakwah Islam yang dilakukan Daulah Islam (Khilafah) dihadang oleh penguasa kafir dengan kekuatan fisik mereka, sebagaimana firman Allah Swt :  
  • وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لاَ تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ كُلُّهُ ِللهِ

  • Jihad ini bertujuan memaksa orang kafir untuk tunduk terhadap syari’at Islam, bukan memaksa mereka masuk Islam

  • Diharamkan dalam jihad ini membunuh para wanita, anak-anak, orang tua, atau yang semisal dengan mereka (lihat: Al Qurthubi, Al jami’ al ahkam al-Qur’an)


Apakah tindakan teror (pengeboman) di negeri ini termasuk Aktifitas jihad ?

Fakta tindakan teror (pengeboman):
  • Dilakukan di wilayah yang bukan terkategori wilayah jihad

  • Banyak jatuh korban warga sipil ( perempuan, anak-anak dll)

Tindakan terorisme (pengeboman) di negeri ini

BUKAN TERMASUK JIHAD !!!!

Bahkan Terorisme merupakan tindakan yang DIHARAMKAN dan termasuk DOSA BESAR


Apakah memerangi hawa nafsu merupakan jihad yang paling besar, sebagaimana dalam hadits Nabi:

عُدْنَا مِنَ اْلجِهَادِ اْلأَصْغَرِ إِلىَ اْلجِهَادِ اْلأَكْبَرِ. قَالُوْا: وَمَا اْلجِهَادُ اْلأَكْبَرُ؟ قَالَ: جِهَادُ النَّفْسِ

Ada dua hal penting :
  • Secara riwâyah, hadis tersebut dha‘îf (lemah). Menurut al-Iraqi, di dalam hadis ini terdapat sanad yang dha‘îf. Ibn Hajar al-Asqalani mengatakan bahwa hadis di atas bukan ucapan Nabi saw., melainkan perkataan Ibrahim bin Ablah (Lihat: Alauddin, Kanz al-Ummâl, IV/616; Muhammad Khair Haikal, Al-jihâd wa al-Qitâl, I/46).

  • secara dirâyah hadits tersebut bertentangannya dengan nash-nash qath‘i (tegas) mengenai keagungan jihad fi sabilillah (QS an-Nisa' [4]: 95; QS at-Taubah [9]: 111; QS al-Anfal [8]: 74; QS al-Maidah [5]: 35
Jihad melawan hawa nafsu BUKAN JIHAD TERBESAR

Apakah jihad merupakan metode untuk menegakkan khilafah?

Aktifitas dakwah untuk menegakkan khilafah :
  • Pembinaan masyarakat dengan tsaqofah Islam sehingga terjadi perubahan pemikiran

  • Proses perjuangan politik di tengah masyarakat untuk menyerang interaksi yang tidak islamy

  • Thalabu an nushroh untuk melindungi dakwah dan pengembannya, hingga akhirnya terjadi istilamu al hukmi (penyerahan kekuasaan)

Inilah aktifitas dakwah yang dilakukan Nabi Muhammad SAW ketika beliau di Mekah sampai akhirnya mampu mendirikan Daulah Islamiyyah di Madinah


Dakwah Tanpa Kekerasan (tidak menggunakan kekuatan senjata)


Upaya Barat untuk menodai dan merendahkan keagungan jihad :
  • Memberikan “stempel” negatif terhadap mujahidin sebagai teroris

  • Meracuni pemikiran umat dengan mengalihkan jihad dari makna syar’i-nya kepada makna lain

  • Memberi stigma negatif terhadap pejuang penerapan syariat secara kaffah sebagai pengemban idiologi iblis (evil ideology)


Siapa sebenarnya yang layak disebut teroris dan pengemban idiologi iblis ?

Barat, Gembong Teroris

Barat, penebar teror di muka bumi (Sumber: Jamil Salmi, violence and democatic society, p. 71-72)
  • Intervensi Barat ke negara lain antara 1798-1895 M sebanyak 103 kali; 1896-1945 sebanyak 57 kali; 1945-2001 sebanyak 218 kali.

  • Otak Kudeta Berdarah di: Iran (1953), Guatemala (1954), Kuba (1961 dan 1971), Brazil (1964), Indonesia (1965), Yunani (1967), Chili (1973), Angola (1974-1975), Jamaika (1975), Grenada (1983), Nikaragua (sejak 1984).

  • Pendukung Pemerintahan Represif di: Honduras (1954), Libanon (1958), Thailand (1959), Laos (1959-1969), Ethopia (1960), Korsel (1960), Guyana (1963), Vietnam (1964), Republik Dominika (1962), Kambodia (1970), Elsavador (sejak 1980).

  • Serangan Barat(AS)&sekutunya ke Irak, Afghanistan, Palestina (oleh zionis israel yahudi laknatullah)..

  • Entah sudah berapa ratus ribu korban kebiadaban Barat (gembong teroris)



Ideologi setan, Kapitalisme, menghisap keka-yaan penduduk dunia, sehingga menghasilkan (Sumber: Jamil Salmi, violence and democatic society, p. 131-141):
  • 1 Milyar orang miskin di Dunia Ketiga;

  • 650 Juta orang di dunia berada dalam kondisi kelaparan;

  • 250.000 anak meninggal dunia/minggu, atau 1 juta jiwa anak meninggal/bulan akibat kurang gizi atau gizi buruk (malnutrisi);

  • Tahun 1955: Pendapatan perkapita Negara Industri USD 4940, sedangkan Dunia Ketiga hanya USD 340. Tahun 1980: Pendapatan perkapita Negara Industri USD 17,080 sementara Dunia Ketiga hanya USD 750.

  • Tahun 2003: AS mengeruk minyak dunia sebanyak 360 Juta barel/bulan untuk menutupi kebutuhan-nya (sumber: US Department of Energy: 1999).


Waspadalah……
Jangan sampai anda “termakan” provokasi mereka (Barat)

Yang Harus Dilakukan Umat Islam Sekarang

  • Persatuan dan kesatuan umat yang solid: Jangan sampai dipecah belah dengan, Islam Radikal-Islam Moderat. Islam hanya satu; Islam is Islam.

  • Umat Islam harus memiliki kesadaran yang sahih tentang Islam, dan kesadaran politik yang tinggi. Aksi-aksi terorisme di Indonesia dengan mengatasnamakan jihad adalah wujud tidak adanya dua kesadaran di atas.

  • Metode dakwah untuk melakukan perubahan adalah: fikriyah (intelektual), siyasiyyah (politis), la madiyah (non-kekerasan), dan harus berjama-ah…


Wallahu a’lam

Abu Nizar al-Hafiy



*
Share/Bookmark
This entry was posted on 11:03 PM and is filed under , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 comments: