Film ini telah disiapkan oleh Kantor Media Hizbut Tahrir di Tanah yang diberkati (Palestina) pada peringatan 94 tahun keruntuhan Khilafah, yang seharusnya ditampilkan dalam konferensi Khilafah dijadwalkan berlangsung di Ramallah pada 23 Mei 2015 yang dilarang oleh lembaga represif Otoritas Palestina yang berbaris dengan musuh-musuh umat dalam rangka permusuhan mereka terhadap Islam dan Khilafah.
Film, “Khilafah adalah Warisan kenabian dan Janji dari Muhammad Rasulullah, saw”, menunjukkan sejauh mana cinta Muslim terhadap Nabi mereka Muhammad, saw, dan refleksi cinta ini ditunjukkan akan kerinduan untuk penegakan kembali Khilafah dengan metode kenabian yang dibangun di atas dasar Kekasih dan teladan mereka, Nabi Muhammad SAW. Film ini menyajikan kutipan dari beberapa negara meski tidak mencakup seluruh umat Islam di berbagai negara mereka yang semuanya berbagi cinta Nabi mereka dan kerinduan untuk mengembalikan Khilafah, yang merupakan warisan kenabian di mana kita akan menegakkan Diinul Islam.[]
*
Film Dokumenter “Khilafah adalah Warisan Kenabian dan Janji dari Muhammad Rasulullah SAW”
Muktamar Khilafah 2013 Jawa Timur di Stadion 10 November Surabaya
MK2013-Jatim ini dihadiri lebih dari 70.000 orang, menurut laporan banyak peserta yang berada diluar stadion dan berjumlah ribuan karena membludaknya jumlah peserta MK ini.
MK deng tema "Perubahan Besar Menuju Tegaknya Khilafah" yang diperjuangkan oleh Hizbut-tahrir(HT).
Peserta adalah para ulama-asatidz-syabab, anggota, pelajar HT, pendukung dan simpatisan HT dari kalangan akademis-politis-pesantren dll seluruh pelosok Jatim.Mereka antusias mengikuti acara sembari bersemangat utk mewujudkan cita-cita berdirinya Negara Khilafah Islamiyah yang dijanjikan.
Pada bulan Mei-Juni ini Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) berencana
menggelar event akbar berupa Muktamar Khilafah (MK) 2013 di berbagai
daerah di Indonesia. Acara ini diselenggarakan secara marathon di 31
Kota. Start pada 5 Mei bertempat di Kendari, Semarang, dan DIY. Kemudian
ditutup di Jakarta pada 2 Juni.
HTI begitu konsisten dalam perjuangannya menegakkan syariah dan
khilafah. Alasan pertamanya ialah karena ini adalah konsekwensi iman.
Dan alasan kedua karena HTI telah menyadari betul bahwa krisis
multidimensi yang terjadi di negri ini hanya bisa diatasi dengan sistem
yang datang dari Rabb penggenggam alam semesta. Itulah sistem Islam
dalam bingkai Khilafah. Penjelasan sederhananya, Allah Swt sang pencipta
manusia, kehidupan, dan alam semesta, tentunya lebih tau apa yang
dibutuhkan ciptaan-Nya.
(video: Bendera Syria telah diturunkan dan digantikan dengan Al Liwa'. Saat yang
dinantikan makin terasa hampirnya. Sangat hampir. Khilafah PASTI
berdiri kembali.)
Oleh Ustadz Abu Luqman
Arab spring menjadi berkah tersendiri bagi kelompok jihad dan umat
Islam. Beberapa pihak memandang revolusi tersebut sebagai kabar gembira
bagi Barat, mereka menilai revolusi tersebut sebagai pertanda lahirnya
demokratisasi di kawasan Timur Tengah. Namun sejatinya, sebagaimana
yang disimpulkan oleh beberapa sosiologis Barat sendiri, demokrasi
tidaklah cocok diterapkan di kawasan paling sarat konflik di dunia itu.
Indikasi ini bisa dilihat di Libanon, negara yang paling mendekati
sistem demokrasi di Timur Tengah. Huru-hara kepemimpinan dan konflik
antar kelompok sering terjadi di sana. Mereka menyimpulkan bahwa bangsa
Arab dan karakteristik sosial mereka hanya bisa dipimpin oleh kekuatan.
Para ulama yang mukhlish di dunia sepakat untuk mewujudkan kembali Khilafah. Seruan mereka untuk menegakkan Khilafah yang merupakan bisyarah nabawaiyah (kabar gembira dari nabi), secara lantang dan terbuka mereka serukan dalam khutbah-khutbah Jumat atau dalam pertemuan-pertemuan dengan umat. Pada tahun 2009, para ulama berkumpul di Jakarta dalam Muktamar Ulama Nasional. Hadir para ulama dunia yang memberikan testimoninya tentang keinginan Ulama untuk menegakkan Khilafah, seperti disampaikan para ulama dari Bangladesh, India, Indonesia, Palestina, Eropa, Syam dan negeri-negeri lainnya.
*
Pernyataan Para Ulama Dunia Tentang Khilafah Selama Pergolakan Timur Tengah