Para ulama yang mukhlish di dunia sepakat untuk mewujudkan kembali Khilafah. Seruan mereka untuk menegakkan Khilafah yang merupakan bisyarah nabawaiyah (kabar gembira dari nabi), secara lantang dan terbuka mereka serukan dalam khutbah-khutbah Jumat atau dalam pertemuan-pertemuan dengan umat. Pada tahun 2009, para ulama berkumpul di Jakarta dalam Muktamar Ulama Nasional. Hadir para ulama dunia yang memberikan testimoninya tentang keinginan Ulama untuk menegakkan Khilafah, seperti disampaikan para ulama dari Bangladesh, India, Indonesia, Palestina, Eropa, Syam dan negeri-negeri lainnya.

Akhir tahun 2010 dan tahun 2011, ketika pergolakan terjadi di Timur Tengah yang dimulai dari Tunisia, Mesir hingga negeri-negeri lainnya, termasuk Suriah, para ulama pun dengan lantang berbicara tentang janji Rasulullah akan tegaknya kembali Khilafah yang sesuai dengan metode kenabian. Mereka berbicara dengan lantang, terbuka, tanpa ada sedikitpun yang disembunyikan di hadapan umat.

Ungkapan ikhlash para ulama untuk menyambut datangnya kembali Khilafah terungkap dalam sebuah video testimoni para ulama dunia tentang kewajiban menegakkan Khilafah ini yang ditayangkan dalam acara Konferensi Khilafah 2011 yang digelar oleh Hizbut Tahrir Australia di Sydney Australia beberapa waktu lalu.

Syeikh Umar ibn Abd al-Aziz di Masjid Nur, Kairo, Mesir, dalam sebuah khutbah Jumat di hadapan ribuan jamaah kaum Muslim serta disiarkan secara langsung melalui televisi setempat dengan tegas dan penuh keyakinan menyampaikan janji Allah sebagaimana tertuang dalam al-Quran surat an-Nur ayat 55: 

"Allah berjanji bagi orang-orang yang beriman diantara kalian dan beramal sholih dan bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan sebagai penguasa (pemimpin) di muka bumi sebagaimana orang-orang terdahulu telah berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang diridhoi-Nya untuk mereka dan Dia benar-benar akan menggantikan kondisi mereka setelah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa, Mereka tetap beribadah kepada-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan-Ku. Dan barangsiapa yang tetap kafir sesudah janji itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik." (TQS. An-Nur: 55)/

Ulama-ulama lainnya pun menyatakan hal sama, untuk berjuang menuju kembalinya Khilafah. "Aku bawakan kabar gembira berdasarkan kabar gembira dari Rasulullah Saw., bahwa Khilafah akan berdiri di akhir zaman. Dan siapa tahu, peristiwa-peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini di negeri kaum Muslimin bisa melancarkan jalan menuju kembalinya Khilafah," kata seorang Syeikh dalam sebuah acara telivisi.

"Kita percaya dengan pasti bahwa Khilafah akan tegak entah itu di Amerika, Eropa, entah kaum sekularis menyukainya atau tidak," tegasnya.

"Ini adalah janji Allah dan Rasulullah. Aku katakan pada kalian, wahai para pemuda! Terimalah kabar baik ini. Demi Pemilik Ka'bah, Peperangan besar akan terjadi, dan bendera jihad akan dikibarkan dari tanah al-Quds (Yerussalem) dan Khilafah Rasyidah akan datang ke al-Quds (Yerussalem)" kata Shaykh Muhammad Hassan, pada bulan Februari 2011, dalam sebuah acara televisi.

"Apa itu pemimpin yang menindas? Yaitu pemimpin yang memaksa rakyatnya untuk tunduk kepada dia. Seperti Gaddafi (Libya): "Aku, atau akan kubakar semuanya". Mubarak (Mesir): "Aku, atau kekacauan". Ben Ali (Tunisi): ... sama saja! Abdullah Saleh (Yaman): ... sama saja! Ini adalah pemimpin yang menindas," tegas Syeikh Abdullah Nahari, Mesir, April 2011.

"Selama Ramadhan tahun lalu, aku berbicara tentang laporan politik. Laporan prediksi dan penelitian tentang Islam, semuanya mengindikasikan Era baru untuk Khilafah sudah dekat!", tegas Sheikh Abdul Majeed al-Zindani, Yaman, Maret 2011, disambut takbir ribuan kaum Muslim.

"Sebagai wujud dari rasa marah dan sedih atas penderitaan kaum Muslimin, kita biasa meminta kepada Allah Swt., untuk kematian, dibandingkan menyaksikan penginaan ini. Tetapi Allah memanjangkan hidup kita dan kita hidup untuk menyaksikan kemenangan. Kita ganti doa kita, dan sekarang kita minta kepada Allah untuk memanjangkan umur kita, dan membolehkan kita, walau hanya sebentar, untuk hidup di bawah bendera Khilafah." Kata Syeikh Abdullah Nahari. 

"Ya Syeikh! Apa itu Khilafah? Kita akan mempunya Khilafah dan kau akan melihat apa yang terjadi di sekitar kita. Aku berkata: ketika Rasulullah dan para sahabat dibunuh, disiksa, dan dieksekusi di Makkah. Rasulullah Saw. berkata: Demi Allah yang jiwaku ada di tangan-Nya, memang hal ini (Islam) akan lengkap, sehingga seorang musafir bisa pergi dari Sana' ke Hadramaut taku hanya kepada Allah atau serigala pada jumlah domba-dombanya, tetapi kau adalah orang yang penuh kebencian," tegas Syeikh Muhammad Hassan.

"Wahai kaum Muslimin! Bangkitlah untuk membantu dan mendukung perjuangan tegaknya Khilafah, walaupun hal itu terbayar dengan nyawamu!" kata Syeikh al-Zaghby, Mesir, Maret 2011.

"Umumnya ulama Islam saat ini mengatakan bahwa pada jaman di mana kita hidup saat ini adalah jaman penguasa diktator. Memerintah dengan memaksa. Bersabarlah, sehingga kalian bisa mendengar (apa yang akan datang selanjutnya). Penguasa diktator ini, merebut kekuasaan ini dengan kekuatan (paksaan). Dan menjaga kekuasaan itu pula dengan kekuatan (paksaan), dan kekuasaan itu akan runtuh dengan kekuatan!," kata Syeikh Zindani.

"Masjid ini punya pesan. Pesan yang setiap masjid harus punya dan pesan dari masjid adalah pesan dari Islam dan tetang keEsaan Allah dan mendidik orang-orang sehingga  mereka menyembah Allah, penyembahan manusia kepada tuhan mereka untuk didirikannya Khilafah Rasyidah diantara mereka." kata Syeikh Umar ibn Abd al-Azaiz, Kairo Mesir.


"Kita, ketika dulu ada syariah dalam Khilafah Islam, dan syariah diterapkan, kita punya kemuliaan. Kita melihat respon mulia seperti "Dari Harun al-Rasyid, pemimpin kaum Mukiminin kepada Nakfour,  anjing Romawi; adalah sebagai berikut: jawabanku adalah apa yang ada di hadapan matamu, bukan apa yang akan kau dengar (alias janji). Kita melihat dia menatap awan, dan berkata "Pergilah ke manapun kau suka, maka sesungguhnya Kharaj mu akan datang kepadaku di sini, insya Allah." Kita mendapatkan kemuliaan, saudaraku. tetapi kita tersasar jauh dari Islam," kata Syeikh Dr. Hazim Shawman, Mesir, Maret, 2011.

"Tantangan kita, sekarang, adalah menyesuaikan diri dengan teks Ilahi yang telah disampaikan oleh Rasul Saw kepada kita, kita harus berjuang dari era pemimpin diktator menuju ke era Khilafah Rasyidah yang berjalan dengan metode kenabian, dan semua waktu yang berada pada genggaman kita pada hari-hari akhir ini adalah waktu yang memperpanjang hidup pemimpin diktator ini," kata Syeikh Hatim Fareed, dari Masjid Bilal, Iskandariyah, Mesir, April 2011.

"Jadi, apakah kita memilih untuk memperpanjang periode penguasa diktator ini, atau kita berusaha untuk memperpendeknya dan berbicara tentang Islam dan tentang hukum Allah, Yang Mulia, dan janji-Nya. Akan tetapi, ada beberapa orang tidak menginginkan ini," Syeikh Hatim Fareed menambahkan.

"Yakinlah, bahwa hal ini adalah pasti dan terukur, dan fakta di dalam ijma' (konsensus) semua ulama Muslim dan konsensus itu adalah sebuah bukti karena Rasul Saw bersabda, "Umatku tidak akan bersatu dalam kebohongan", Konsensus adalah sebuah bukti, sebagai contoh adalah dalam fiqh, konsensus ulama, adalah sebuah kewajiban bagi Muslim untuk menunjuk seorang Khalifah dan membentuk otoritas/negara untuk menerapkan hukum Islam, adalah sebuah konsensus, ijma'!" kata Syeikh Hazim Salah, Mesir, Februari, 2011.

"Tanah Islam itu satu, dan tidak boleh dipisahkan atau dibagi. Memang benar, bahwa ada hadits dari Rasul Saw bahwa beliah bersabda, "Jika dibaiat dua orang Khilafah, maka bunuhlah yang kedua". Dalam hadits yang lain, "bunuhlah yang terakhir". Ini berarti bahwa hukum awal bagi Muslim adalah mereka seharusnya hanya mempunyai satu pemimpin di antara mereka", kata Syeikh Ali bin Hajj, Al-Jazair, Oktober, 2010.

"Dan jika ada orang lain yang hendak memerangi Khalifah untuk mengambil kepemimpinan, Rasul Saw. memerintahkan untuk membunuh orang tersebut, untuk mencegah kekacauan dan permasalahan (yang muncul dari perpecahan). Lihatlah saat ini di dunia Muslim, berapa banyak presiden, berapa banyak raja, berapa banyak pemimpin. Bagi mereka yang benar-benar mencintai kitab Allah dan Sunnah Rasul Saw., maka mereka akan memilih untuk memilih mencabik-cabik batasan-batasan negara ini dan penghalang-penghalangnya, dan memilih satu pemimpin yang berhukum pada Kitab Allah dan sunnah Rasulullah Saw." Lanjut syeikh Ali bin Hajj.

"Dan itulah alasanku untuk menyerumu pada ide ini, konsep aktivis Islam bserasatu di bawah Khilafah Islam dan oleh Khilafah, aku maksudkan di sini adalah Khilafah Rasyidah sebenar-benarnya," kata Syeikh Nadir al-Tamimin, Palestina, Maret, 2011.

"Mereka berkata: kami ingin memisahkan agama dari politik. Agama adalah agama, dan politik adalah politik. Dalam hal ini mereka melakukan kesalahan, maka jika politik berarti mengurus tentang manusia dan lingkungan, maka Quran secara spesifik telah menyatakan bagaimana cara menangani hal-hal tersebut dengan tujuan mengarahkan manusia untuk mencapai ridho Allah Yang Mulia," kata Syeikh Hatim Fareed, Masjid Bilal, Mesir, April 2011.

"Dan jika mereka berkata bahwa mereka menginginkan pemisahan dari agama atau memisahkan agama dari politik, maka itu akan menyalahi sumpahku sebagai seorang Muslim. Allah Swt. berfirman dalam Quran, "Jika engkau berseteru pada sesuatu, maka ambilah putusan yang menjadi ketetapan Allah"," tegas Syeikh Hatim Fareed menambahkan.

"Rasulullah Saw bersabda, "Masa kenabian itu ada di tengah-tengah kamu sekalian, adanya atas kehendak Allah. Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian masa Khilafah yang mengikuti jejak kenabian (Khilafah 'ala minhajin nubuwwah), adanya atas kehendak Allah. Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian masa kerajaan yang menggigit (mulkan adlon), adanya atas kehendak Allah. Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian masa kerajaan yang menyombong (mulkan jabariyyah), adanya atas kehendak Allah. Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian masa Khilafah yang mengikuti jejak kenabian (Khilafah 'alam minhajin nubuwwah) , kemudian beliah (Nabi), diam." tegas Syeikh Umar ibn Abd al-Aziz, Masjid Nur, Kairo, Mesir, 2011.

Demikianlah, para ulama mukhlish di berbagai penjuru dunia sudah berani menyatakan kebenaran untuk menyambut bisyarah nabawiyah (kabar gembira dari Nabi), bahwa Khilafah akan kembali lagi. Maka, sudah saatnya, kaum Muslim bersama ulama bersatu padu untuk mewujudkan janji Rasulllah Saw., tersebut. Insya Allah, Khilafah semakin dekat saja. [m/f/a/syabab.com] 

Lihat Video:


sumber: syabab.com
*
Share/Bookmark
This entry was posted on 6:26 PM and is filed under , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

3 komentar:

On 6:28 PM , ainun salsabila mengatakan...

Ad Daulatul Islamiyah Melayu

adalah khilafah islam yang sedang menantikan
kehadiran orang-orang mukmin yang siap
bergabung menjadi pejuang islam di akhir zaman

Bilakah anda berminat untuk menjadi pembela dan tentara Islam
http://dimelayu.com.nu



 
On 5:38 PM , solekhul hadi mengatakan...

izin copas akhi_ mau sya share..

 
On 8:14 AM , Anonim mengatakan...

http://www.youtube.com/watch?v=h7kh3PoNs2Q

 

Daftar Isi

hosting murah, gratis domain





Kumpulan Bantahan – Jawaban Ilmiyyah HT (Resmi) & Syabab Atas Berbagai Fitnah Terhadap HT

Tanya Jawab Seputar Hizbut Tahrir & Metode Dakwah:

Tanya Jawab Seputar Hizbut Tahrir (1)
Tanya Jawab Seputar Hizbut Tahrir (2)
Tanya Jawab Seputar Hizbut Tahrir (3)
Hizbut Tahrir Adalah Partai Politik Yang Berdiri Sendiri Tidak Mewakili dan Tidak Diwakili Oleh Siapapun
Cara HT Mengungkapkan Dirinya Sendiri
Jawaban Tuntas Pertanyaan Berulang Seputar Khilafah dan Hizbut Tahrir
Mengenal Hizbut Tahrir
Tahapan Dakwah dan Aktivitas Politik Hizbut Tahrir
Jalan Rasulullah saw, Jalan Pasti Menuju Tegaknya Khilafah
Hizbut Tahrir : Dakwah Islam Pemikiran, Politik, dan Tanpa Kekerasan
Kenapa Hizbut Tahrir Partai Politik ?
Memoar Syaikh Abu Arqam (Generasi Awal Hizbut Tahrir)
Sejarah Awal Masuknya Hizbut Tahrir ke Indonesia
Ustadz Abu Zaid (DPP HTI): HT Hanya Meneladani Metode Dakwah Nabi SAW
Jalan Menuju Khilafah
Jalan Utopia Menuju Khilafah
Hizbut Tahir Menilai Berhasil Kenalkan Konsep Khilafah
Fikrah Akidah Islam
Capaian Muktamar Khilafah 2013
Muktamar Khilafah Sia-sia?
Wawancara Koran al Liwa’ dengan Ustadz Ahmad Al-Qashash (Media Informasi Hizbut Tahrir Lebanon) : Hizbut Tahrir Berasaskan Aqidah Islam
Wawancara Wartawan Al Quds Al Arabi dengan Ahmad Al-Khatib (Anggota Media Informasi Hizbut Tahrir) di Palestina
Keterangan Pers: Hizbut Tahrir yang Berjuang untuk Khilafah dengan Garis Perjuangan yang Sudah Tetap Tidak Akan Berhenti Menarik Perhatian Terhadapnya!
Jangan Takut Bergabung dengan Hizbut Tahrir

Koreksi Ilmiyyah HT atas Fitnah & Kesalahan Pemikiran:

Koreksi Atas buku WAMY dan Buku-Buku Derivatnya (Al-Thariiq ilaa Jamaa’at al-Muslimiin)
Koreksi Atas Artikel Sabili: “Menguak Hizbut Tahrir”
Catatan Jubir: HT Elitis?
Beberapa Tanggapan Terhadap Khilafah
Hizbut Tahrir dan Pemboikotan Media Massa (Media Anti Islam)
Hizbut Tahrir adalah Gerakan Islam yang Bekerja Membangun Negara Khilafah yang Merupakan Kewajiban Syariah dengan Metodologi yang Jelas dan Hanya Berdasarkan Syariah yang Benar
Melarang Aspirasi Penegakkan Syariat dan Khilafah Adalah Menentang Karya Agung Para Ulama dan Melestarikan Kerusakan Sistem Demokrasi
Catatan Atas Pemberitaan Seputar Hizbut Tahrir Terkait Konferensi Media Global
Hizbut Tahrir Berjuang Berlandaskan Islam (Tanggapan Atas Artikel Syathah di Surat Kabar Al-Intibahah)
Gerakan Islam dan Masalah Khilafah (Tanggapan Hizbut Tahrir Atas Surat Kabar Al-Ahram)
HT Turki: Siapa yang Mengklaim Adanya Hubungan antara Hizbut Tahrir dengan Ergenekon
Bantahan Terhadap Beberapa Kerancuan Koran asy-Syarq al-Awsath Terhadap Hizbut Tahrir
KETERANGAN PERS: Bantahan Hizbut Tahrir Indonesia Terhadap Buku Ilusi Negara Islam
Ilusi Buku Ilusi Negara Islam
Demokratisasi atau Revitalisasi? (Tanggapan untuk Ahmad Syafii Maarif)
Kenapa Ideologi Islam Dianggap Asing, Sedangkan Kapitalisme Tidak?
Bantahan Terhadap Artikel Dr Syafii Ma’arif
Koran “Shariato Phobia” (Kritik Terhadap The Jakarta Post)
Catatan Jubir HTI: The Jakarta Post dan Bias Media
The Jakarta Post/opinion : Inaccurate and misleading reports on HTI
Mencabut Terorisme dengan Dakwah (Tanggapan Untuk Jawa Pos)
Tanggapan Terhadap Artikel di Koran Ar-Riyadh
HT Turki Bantah Tudingan Media Massa
Hizbut Tahrir Wilayah Lebanon Tolak Tudingan Melakukan Aksi Bersenjata
Keputusan Penuntut Umum Denmark: Membatalkan Tuduhan Palsu Terhadap Hizbut Tahrir
Tanggapan HTI Jawa Barat Atas Berita Berjudul: ”Bangladesh Menahan 27 Penyebar Selebaran” Di Pikiran Rakyat Pada Edisi Ahad, 15 Maret 2009

Amir HT Berjuang Keras Bersama Umat:

Profil Amir HT Ke-1 Al-’Allamah Asy-Syaikh Taqiyuddin An-Nabhani
Profil Amir HT Ke-2 Al-’Alim Asy-Syaikh ‘Abdul Qadim Zallum
Profil Amir HT Ke-3 Al-’Alim Asy-Syaikh ‘Atha bin Khalil Abu Ar-Rasythah
Memoar dari Penjara dan Indahnya Persahabatan bersama Amir Hizbut Tahrir, Al-Alim –Al-Jalil Sheikh Ata bin Khalil Abu al- Rashtah
Alhamdulillah, Facebook dan Twitter Resmi Amir Hizbut Tahrir Al-‘Alim ‘Atha bin Kholil Abu Ar-Rasytah Diluncurkan
Page FB Resmi Amir HT
Website Resmi Amir HT
Amir Hizbut Tahrir: Dukunglah Penegakkan Khilafah
Teks Pidato Amir Hizbut Tahrir Kepada Warga di Suriah
Surat Amir Hizbut Tahrir Kepada Salah Seorang Ulama Al-Azhar Syaikh Hasan al-Janaini yang Menjadi Pejuang Khilafah

Testimoni Sebagian Pandangan Ulama, Tokoh tentang HT & Perjuangan Menegakkan Syari’ah wal Khilafah:

Prof. Hassan Ko Nakata: Hanya Hizbut Tahrir Gerakan Politik Islam yang Memperjuangkan Terealisasinya Khilafah
Salah Satu Guru Besar Al-Azhar Al-Syariif Menjadi Pejuang Khilafah
Brigadir Hussam Alawak Menjelaskan Mengapa Ia Percaya Bahwa Hizbut Tahrir Adalah Kekasih Allah
Kumpulan Testimoni: Kita Akan Dukung Terus Hizbut Tahrir
Buya dan Asatidz Sumbar: Hizbut Tahrir Wadah Perjuangan Para Alim Ulama Untuk Menegakkan Khilafah
Testimoni Ulama: “Saya mahzabnya bukan Rambo yang berjuang sendirian, maka saya bergabung dengan Hizbut Tahrir”
Kiyai Dadang: “Saya Mendukung Hizbut Tahrir Sepenuh Hati, dan Siap Membantu dengan Segenap Kemampuan yang Ada”
Ulama Sumedang, Siap Berjuang Bersama Hizbut Tahrir Untuk terapkan Syariah dan Khilafah
Ulama Banjarnegara: “Begitu Kenal Dengan HTI, Saya Langsung Jatuh Hati”
Gus Lubabul: “Saya Warga NU, Tetapi Secara Batiniah Merasa Anggota HTI”
Komentar Beberapa Tokoh Lampung Terhadap Manifesto Hizbut-Tahrir untuk Indonesia
Workshop Ulama Rancaekek Timur:“Saya ingin Khilafah tegak besok”
Tokoh Lampung; Jiwa Kami Tetap Akan Mendukung Perjuangan HTI dalam Menegakkan Khilafah
Kalau Bisa HTI Rutin Memberikan Pencerahan kepada Jamaah
Ustadz Arifin Ilham : Puncak Kesufian Dalam Islam Adalah Dakwah dan Jihad Untuk Tegaknya Syariah dan Khilafah!
Pimpinan Ponpes Nurul Ulum Jember, KH. Abdullah: Kami Jalin Hubungan dengan HTI
Peduli Akan Wajibnya Berhukum Dengan Syariat Islam Kyai Muchlash Zain Undang Para Ulama dan Tokoh Ummat
Ulama Jabar: Kami Akan Terus Mensosialisasikan Wajibnya Syariah dan Khilafah!
Workshop Ulama Jawa Timur I : “Penyatuan Sikap dan Langkah Ulama Untuk Penegakan Syariah”
Ulama Mendukung Hizbut Tahrir Perjuangkan Syariah dan Khilafah

HT Pecahan dari Al-Ikhwan Al-Muslimin?

Kala Sebagian Pemimpin dan Anggota Al-Ikhwan Al-Muslimin Jatuh Hati Kepada Hizbut Tahrir
Syaikh Taqiyudin An-Nabhani Bukan Deflektor dari Gerakan Ikhwan

HT, Perjuangan Menegakkan Al-Khilafah & Jihad:

Tanya Jawab atas Ungkapan “Jihad Bukan Metode untuk Menegakkan al-Khilafah”
Jihad dalam Perspektif Hizbut Tahrir
Ustadz Ahmad Al-Qashash (Media Informasi Hizbut Tahrir Lebanon): Jihad Hukumnya Wajib!
Haji & Jihad
Soal Jawab Amir HT: الجهاد في العمل لإقامة الدولة
Soal Jawab Amir HT (Terjemah): Jihad dalam Perjuangan Untuk Menegakkan Daulah dan Ifadhah dalam Haji
Menyoal Perjuangan Bersenjata Untuk Menegakkan Daulah Islamiyah

HT & Pembahasan Bid’ah:

Jawab Soal Amir HT: Tentang Bid’ah

HT, Syi’ah & Sufy:

Kami Tidak Memiliki Hubungan dengan “Hizbut Tahrir Mesir yang Sufi” atau “Hizbut Tahrir Baru yang Syiah”
Tanya Jawab Amir HT: Hukum Taqiyyah & Syi’ah
Sunni-Syiah dalam Naungan Khilafah
HTI: Konsep Khilafah Islam Berbeda dengan Konsep Imamah Syiah
Syi’ah Dalam Kitab Resmi Hizbut Tahrir

HT & Syi’ah – Khomeini:

Tawaran Hizbut Tahrir Kepada Khameini
Syubhat: Hizbut Tahrir Mau Membai’at Khomeini Sebagai Khalifah?
Tidak Benar HT Pernah Tawarkan Khomeini Menjadi Kholifah

HT & Madzhab:

Hizbut Tahrir Apakah Sebuah Madzhab?
Bagaimana Menyikapi Perbedaan Madzhab
Persoalan Seputar Madzhab
Ahmadiyah: Perbedaan atau Penyimpangan?

HT, Khilafah & Imam Al-Mahdi

Perkataan Imam Bukhari “Fiihi Nazhar” Mengenai Seorang Perawi Hadits Tidak Selalu Melemahkan Haditsnya
Khilafah Bukan Negara Mazhab
Ulama Empat Mazhab Mewajibkan Khilafah
Dalil yang Tegas Tentang Kewajiban Khilafah
Kewajiban Menegakkan Khilafah
Jawab Soal: Hadits Bisyarah
KH. Drs. Hafidz Abdurrahman, MA : Hizbut Tahrir Sudah Punya Master Plan dan Road Map Untuk Menegakkan Khilafah
Ust H. Musthafa A Murtadho: Menegakkan Khilafah: Kewajiban Ulama
Menegakkan Khilafah bukan hanya Kewajiban Hizbut Tahrir
Haram Berdiam Diri Dari Menegakkan Khilafah Dengan Alasan Menunggu Imam Mahdi
Imam Mahdi dan Khilafah
Betulkah Imam Mahdi yang akan Mendirikan Khilafah?
Khilafah Islamiyah Akan Menyatukan Umat di atas Asas Islam dan Akan Mengadopsi Politik Industrialisasi Yang Kuat dan Menyeluruh
Upaya Mendirikan Khilafah
Seputar Dakwah untuk Mendirikan Khilafah
Deradikalisasi: Upaya Menghambat Pendirian Khilafah
Khilafah dan Strategi Industrialisasi Dunia Islam
Khilafah Menyatukan Umat Islam

Siapakah Ahlus Sunnah Wal Jamaa’ah?

Siapakah Aswaja’
Siapakah Aswaja’ (2)
Khilafah Menurut Ahlus Sunnah Wal Jamaah

Bantahan atas Syubhat Seputar HT, Hadits Ahad, Siksa Kubur

An-Nabhani: Hadits Ahad Tidak Diingkari Meski Tidak Menjadi Dalil Dalam Akidah
Pendirian Ibnu Hajar Mengenai Hadits Ahad yang Diperkuat oleh Qarinah
Jubir Hizbut Tahrir Lebanon: Wajib Mempercayai Masalah Siksa Kubur dan Dajjal
Ibnu Burhan: Hadits Ahad Riwayat Bukhari dan Muslim Tidak Qath’i
Khabar Ahad dalam Pandangan Ulama Ushul
Fatâwa Al Azhar Tentang Khabar Ahad
Pandangan Ormas Muhammadiyah & NU Tentang Khabar Ahad dalam Masalah Aqidah
Perbedaan antara Aqidah dan Hukum Syara’
Diskusi Khabar Ahad (Lanjutan I)
Metode Penetapan Aqidah
Al-’Ilmu wa Al-Dzan
Kedudukan Khabar Ahad dalam Masalah Aqidah

HT Memperbolehkan Pornografi?

Tanya Jawab: Menyaksikan Film ‘Panas’ dan Tikaman (Fitnah) Atas Hizbut Tahrir
Tanya Jawab Amir HT: Hukum Menonton Film di Bioskop dan Menonton Film Panas (Porno)?

HT adalah Mu’tazilah? Khawarij?

Apakah HT adalah Khawarij atau Muktazilah?
Bahasan Thariqul Iman (Kitab HT) & Penjelasan Imam Ibnu Qudamah
Pandangan Hizbut Tahrir Tentang Khawarij
Hizbut Tahrir Khawarij?
Bagaimana Mensikapi Kelompok Sempalan?
Sekilas Nasihat Al-’Alim Asy-Syaikh ‘Atha bin Khalil untuk Berhati-Hati Terhadap Vonis Takfir Serampangan

Syabab HT “OMDO”?

”Syabab HT Omdo”?! Inilah Jawaban Al-Qur’an & Al-Sunnah (Jawaban Tuntas Syar’iyyah)
Bicaralah! (Ust. Dr. M. Rahmat Kurnia – DPP HTI)
Edukasi Publik, Sia-sia?
M. Ismail Yusanto: Dukungan Umat Makin Nyata!
Muhammad Saleem (Aktifis Hizbut Tahrir Inggris) : Perubahan Membutuhkan Opini Publik!

Haram Golput?

Parlemen Bukan Satu-satunya Jalan Perubahan (Ada Jalan Lain yang Jelas Syar’i)
Pemilu dan Perubahan
Hukum Islam Atas Koalisi Parpol Islam dan Parpol Sekuler dalam Pandangan Islam
Hukum Islam Menjadi Caleg dalam Sistem Demokrasi
Masih Percaya Pada Demokrasi?
Parpol Islam Kian Pragmatis
Perubahan Revolusioner Perspektif Islam
Tanggapan Hizbut Tahrir Indonesia Terhadap Fatwa MUI Tentang Golput Tahun 2009
Ismail Yusanto: Seharusnya Fatwa Haram Terlibat dalam Sistem Sekuler
Fatwakanlah Wajibnya Menerapkan Syariah Islam!
Jubir HTI, HM Ismail Yusanto: Umat Harus Mendukung Partai Islam Ideologis
Pemilu 2009: Umat Berharap Pada Partai Yang Memperjuangkan Syariah Islam
Komentar Politik : Golput Meningkat, Elit Politik Panik
Partai Islam, Jangan Sekedar Basa-Basi
Ulama dan Khilafah: Islam Agama Sekaligus Negara
Ulama’ Dinilai Karena Sikapnya, Bukan Sebatas Ilmunya
Kedudukan Fatwa dalam Syariat Islam
Ulama Wajib Mengoreksi Penguasa
Bedah Qaidah Ahwanu Al-Syarrain (قاعدة أهون الشرين)
Bolehkah Berdalil Dengan Nabi Yusuf?
Soal Jawab: Partisipasi di dalam Sistem Kufur (Jawaban Amir Hizbut Tahrir Terhadap Penggunaan Hujjah Perbuatan Nabi Yusuf as dan Raja Najasyi)

HT & Ghibah (Menjawab Tuduhan bahwa HT Tukang Ghibah (Konotasi Negatif))

Penjelasan al-’Allamah al-Imam al-Nawawi Tentang Perincian Ghibah (Part. I)
Slide Show Kajian HT Cianjur “Menjaga Lisan & Hukum Ghibah dalam Islam”

HT & Hukum Muqatha’ah

Bolehkah Memutus Hubungan Dengan Sesama Muslim?
Soal Jawab: Hukum Memutus Hubungan (Muqatha’ah) dengan Sesama Muslim

HT Mengabaikan & Menyepelekan Akhlak?

Kritik Syabab atas Para Pencela HT “Menyepelekan Akhlak”

Syabab HT Menikmati Demokrasi?

Inilah Jawaban-Jawaban Kami atas Berbagai Dalih Pembenaran Atas Demokrasi (Kumpulan Makalah Ilmiyyah)
Menjustifikasi Demokrasi dengan Dalih Menikmatinya? (Jawaban Argumentatif)
Menikmati Demokrasi? Apa Kata Imam Sufyan al-Tsauri?
Berterima Kasih Pada Demokrasi?
KH Shiddiq al-Jawi: Islam Menolak Demokrasi
Kerusakan Negeri Oleh Demokrasi
Siapa Diskriminatif?
Dalam Demokrasi, Siapapun Cenderung Jadi Buruk
Dampak Buruk Sistem Demokrasi
Wajah Buruk Demokrasi
Hakikat Buruk Demokrasi
Dengan Demokrasi, Orang Jadi Munafik

Hizbut Tahrir dan Amirnya Tidak Anti Kritik & Koreksi:

Jawab Soal Amir HT: Penolakan Hizbut Tahrir dan Amirnya atas Berbagai Kritik dan Koreksi
Klarifikasi Seputar Penolakan Hizbut Tahrir dan Amirnya atas Kritik dan Koreksi

Hizbut Tahrir Memperbolehkan Mencium Wanita Ajnabiyyah?

Benarkah Hizbut Tahrir Memperbolehkan Mencium Wanita Ajnabiyyah?

Thalabun Nushrah Itu Hukum Syara’ – Metode Dakwah Rasulullah SAW!

Tanya Jawab Amir HT: Thalabun Nushrah
KH Ali Bayanullah Al Hafidz: “Ibadah Haji, Momentum Thalabun Nushrah”
Ustadz Syamsudin Ramadhan : Tholabun Nushroh Metode Syar’i Menegakkan Khilafah
Soal Jawab Thalab an Nushrah
Thalabun-Nushrah: Kunci Perubahan
Thalabun Nushrah Bagian dari Metode Dakwah Rasulullaah SAW

Batas Waktu Kekosongan Tegaknya Al-Khilafah yang Merupakan Kewajiban

Jawab Soal Amir HT: Tenggak Waktu yang Diperbolehkan bagi Kaum Muslimin untuk Menegakkan al-Khilafah
Umat Haram Tanpa Khalifah Lebih Dari Tiga Hari?

Hukum Status Ormas Islam

Jawaban atas Tuduhan Terhadap HTI Terkait Status “Ormas Islam” (I)
Tanya Jawab dengan Amir HT

Kumpulan Bantahan Ilmiyyah atas Berbagai Dalih Pembenaran terhadap Demokrasi

Inilah Jawaban-Jawaban Kami atas Berbagai Dalih Pembenaran Terhadap Demokrasi (Kumpulan Makalah Ilmiyyah)

Kumpulan Nasihat-Nasihat Terkait

Nasehat Berharga Syaikh Thalib Awadallah Kepada Syabab Hizbut Tahrir Dalam Berdebat
Adab-Adab Berdebat dalam Islam (Kajian Kitab Nafsiyyah Islamiyyah)
Nasihat atas Perdebatan yang Tidak Syar’i (Saling Mengolok-Olok, -)
Kecaman Syari’at Terhadap Sifat Takabur & Sikap Melecehkan Lawan Diskusi
Hati-Hati Berfatwa Tanpa Ilmu
Nasihat Asy-Syaikh ‘Atha bin Khalil Atas Pentingnya Iman Terhadap Akhirat (Kajian Tafsir Syaikh ‘Atha)
Adab Bergaul Dengan Sesama Muslim

Kumpulan Download Bantahan Ilmiyyah (File Ppt, Pdf & Word):

Menjawab Syubhat terhadap Ide-ide Hizbut Tahrir ==>direct download, resumeable
Menjawab Syubhat terhadap Ide-ide Hizbut Tahrir ==>alternatif
Bantahan HT atas Tulisan Idrus Ramli

Kumpulan Download E-Book Kitab HT (Arab – Indo)

Download Sebagian E-Book Kitab Hizbut Tahrir (Gratis)
Unduh Kitab-Kitab HTI – 1
Unduh Kitab-Kitab HTI – 2

Kumpulan Buku pemikiran IMAM TAQIYUDDIN ANNABHANI

[00] tarif hizbut tahrir.zip
[01] pembentukan partai politik islam.zip
[02] Negara Islam.zip
[03] Titik Tolak Perjalanan Dakwah HT.zip
[04] terjun ke masyarakat.zip
[05] sistem pemerintahan islam.zip
[06] dustur.zip
[07] ahkamush sholat.zip
[08] kaidah kausalitas.zip
[09] dinamika aqidah islam.zip
[10] HADITS AHAD.zip
[11] membangun ekonomi alternatif pasca kapitalisme.zip
[12] Materi-Seputar Gerakan Islam.zip
[13] bunga rampai.zip
[14] tinjauan kritis terhadap asas ideologi sosialisme dan kapitalisme.zip
[16] keniscayaan benturan peradaban.zip
[17] kritik islam terhadap uud 1945.zip
[18] menggugat thagut demokrasi.zip
[19] menghancurkan demokrasi.zip
[20] demokrasi kufur.zip
[21] Bunga Bank Haram.zip
[22] diskursus negara islam.zip
[23] metode perubahan untuk melanjutkan kehidupan islam.zip
[24] sebab-sebab kegoncangan pasar modal.zip
[25] SHARIAH ISLAM INDONESIA.zip
[26] Soal Jawab Seputar Khamer.zip
[27] KHUTBAH AIDUL FITRI 1424 H.zip
[28] marhaban ramadhan.zip
[29] Menjinakkan Kesombongan.zip
[30] serangan amerika untuk menghancurkan islam.zip
[31] 36 SOAL JAWAB.zip
[32] 37-SOAL JAWAB.zip
[33] AMWAL.zip
[34] bayyinat.zip
[35] bendera rasul.zip
[36] cantik.zip
[37] DAKWAH WAJIB.zip
[38] DAKWAH JILID 2.zip
[39] fikrul islam.zip
[40] DARKNESS.zip
[41] dirasat.zip
[42] establish.zip
[43] ips-islam politik spiritual.zip
[45] jihad dan politik.zip
[46] kloning.zip
[47] khilafah-solisi.zip
[48a] kepribadian islam 1.zip
[48b] kepribadian islam ii.zip
[48c] kepribadian islam iii.zip
[49] Manhaj Hizb.zip
[50] selamatkan indonesia dengan syariah.zip
[51] materi dakwah.zip
[52] luruskah akidah anda.zip
[53] mafahim islamiyah.zip