buku WAMY sumber fitnah
1:23 AM | Author: el-Hafiy
Sejak mencuatnya kasus majalah Sabili (ed.21 Th. XVII 13 Mei 2010/ 28 Jumadil Awal 1431 H), perhatian kita tercuri dengan artikel berjudul Menguak Hizbut Tahrir. Tepatnya di rubrik Alam Islami dimuat profil Hizbut Tahrir (HT) sebanyak 8 halaman di hal.50-57. HT adalah Partai yang didirikan di Palestina oleh Taqiyuddin An Nabhani sebagai cucu dari ulama terkemuka Syeikh Yusuf bin Ismail an Nabhani dipaparkan panjang lebar.
sabiliYang perlu kita ketahui bahwa Syeikh Yusuf bin Ismail an Nabhani sangatlah termasyhur namanya dikalangan ulama tradisional seperti Nahdhatul Ulama. Karya-karya beliau seperti kitab Jawahirul Bihar, Jami' Karomatul Awliya, Mukhtashar (ringkasan) Riyadhus Shalihin dan sebagainya sangat familiar di lingkungan NU.
Namun apa yang dimuat Sabili dalam membahas HT sangatlah tidak objektif. Sabili mengatakan bahwa HT mengeluarkan fatwa-fatwa dan menentukan hukum-hukum fiqih yang kontroversial bahkan "asing bagi tradisi fiqih dan rasa keislaman". Isi dari pembahasannya sama sekali bertolak belakang dengan realitas yang ada pada HT seperti tuduhan:

1. HT membolehkan berciuman dengan wanita asing baik dengan nafsu atau tidak
2. Cita-cita HT hanya merebut kekuasaan.
3. Membolehkan anggota HT dan wanita menjadi anggota Majelis Syuro.
4. Orang kafir boleh menjadi panglima di sebuah negara Islam.
5. Boleh memandang gambar-gambar porno.
6. HT meremehkan aspek pendidikan dan kerohanian dan lebih menekankan aspek ideologi dan politis.
7. Orang-orang moderat banyak yang mendukung dakwah HT antara lain Sayyid Qutub ketika berkunjung ke Al-Aqsha pada 1953 sebagai tahun awal berdirinya HT.
8. dan masih banyak lagi.
Adapun rujukan yang digunakan Sabili adalah buku yang berjudul Ensiklopedi Gerakan Keagamaan dan Pemikiran dari lembaga World Assembly Moslem Youth (WAMY). Di sebuah komunitas Facebook berjudul Bubarkan Hizbut Tahrir Indonesia pada catatan kakinya juga menggunakan buku tersebut sebagai rujukan utama.
Untuk lebih memperjelas tujuan penulisan artikel ini mari kita kupas satu persatu.
facebook-HT
tampilan situs komunitas Bubarkan HTI
facebook-HTI1
catatan kaki situs komunitas Bubarkan HTI pada no.1, 9 dan 10

Buku Gerakan Keagamaan dan Pemikiran terbitan WAMY atau buku WAMY awalnya beredar di Indonesia berbahasa arab. Namun oleh penerbit Al-Ishlah Press diterjemahkan dalam dua jilid. Entah ada motivasi apa dibalik penerbitan buku ini?! Buku tersebut berisi profil berbagai gerakan keagamaan dan sosial politik berbentuk ensiklopedi mini. wamy
Didalamnya membahas berbagai paham dan pergerakan yang terkenal di era sekarang. Sayangnya ketika membahas tentang gerakan seperti HT, Jamaah Tabligh (JT) dan organisasi Islam lainnya sangat kental dengan informasi miring dan fitnah terlebih lagi terhadap HT. Sedangkan Ikhwanul Muslimin (IM) digambarkan sebagai gerakan paling mapan. Satu hal yang sangat berbanding terbalik jika mencermati fatwa-fatwa konyol Yusuf Qardhawi– akan dibahas nanti - sebagai pimpinan teras di IM saat sekarang.
gerakan-keagamaan-pemikiranPada edisi berikutnya hak terbit buku ini dipegang oleh PT. I'tisham Cahaya Umat, penerbit Islam Reformis di wilayah jalan Pemuda Rawamangun, tepatnya saat ini di seberang kampus A, Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Terbit dalam 1 jilid bahkan terakhir dibuat hardcover!

Jauh sebelum buku WAMY ini dikenal, ada dua buah buku yang menjadi sumber awal informasi miring seputar HT, JT dan lainnya. Buku tersebut yaitu Thariq ila Jamaatul Muslimin dan Ad-Dakwah Al-Islamiyah Faridhah Syar'iyyah wa Dlarurah Basyriyyah yang dalam bahasa indonesia diterjemahkan menjadi Menuju Jamaatul Muslimin dan Mencari Format Gerakan Dakwah Ideal. Buku pertama ditulis oleh Husein bin Muhammad bin Ali Jabir dan kedua ditulis oleh DR Shadiq Amin.
menuju-jamaatul-musliminAda sinyalemen bahwasanya DR.Shadiq Amin, penulis buku Mencari Format Gerakan Dakwah Ideal tak lain adalah Syeikh Abdullah Azzam seorang mujahid dan mursyid IM Yordania. Dalam penuturannya beliau menyusun buku tersebut dibawah tekanan penguasa saat itu. Oleh penguasa Yordania buku tersebut disebarluaskan bahkan ditetapkan sebagai mata perkuliahan Syariah di Universitas Yordania. Setelah kasus ini bergulir Syeikh Abdullah Azzam langsung membuat kitab risalah (buku) sebagai klarifikasi atas tulisan beliau. Namun oleh pemerintah Yordania buku tersebut dilarang terbit. Hingga sekarang belum ada copian naskah atas buku tersebut dan ironisnya di Indonesia buku Syeikh Azzam yang diilegalkan rezim Yordania justru menjadi bahan kajian bagi aktivis Tarbiyah/PKS.
mencari-format-gerakan-dakwah-idealYa Allah...berilah kelimpahan kasih sayang kepada Syeikh Abdullah Azzam...dan berilah kami kekuatan untuk mengurai benang fitnah ini agar silaturahim antar aktivis dakwah menjadi lancar kembali.
Perlu anda ketahui bahwa WAMY adalah lembaga bentukan kerajaan Saudi Arabia. Tak jauh berbeda dengan rezim Yordania, rezim Saudi sangat bengis sekali dalam menyiksa dan membunuh para aktivis dakwah yang kritis terhadap kebijakan Saudi lantaran bersekutu terhadap diktator Kapitalisme, Amerika Serikat (AS). Terlebih lagi kepada mereka yang menyuarakan penegakan Khilafah Islamiyah. Mengapa? Karena Saudi takut singgasananya akan ditundukkan dibawah sistem Syariat Islam dan hingga sekarang pun negara ini tak peduli terhadap nasib saudaranya di Palestina dalam invasi abadi rezim Zionisme apalagi di negara lainnya. Alih-alih menolong Palestina, Saudi justru bekerjasama secara ekonomi dengan AS dalam pembagian ladang minyak.
Banyak juga aktivis Tarbiyah/PKS di negeri ini merupakan jebolan lembaga-lembaga bentukan Saudi Arabia. Diantaranya adalah LIPIA (Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab) dengan menyandang gelar Lc dibelakang namanya setelah menamatkan pendidikan disana.
Maka jangan heran ketika tragedi Palestina tengah bergolak di Gaza maupun Tepi Barat, ribuan massa PKS melakukan aksi kemanusiaan hanya di depan Kedubes AS. Tetapi Kedubes-kedubes yang mewakili Timur Tengah yang notabene 'tetangga' Palestina tak pernah dilakukan. Tanggapan sinis pun muncul seraya mengomentari aksi tersebut seperti di situs INILAH.com:
inilah.com
Lebih jelasnya bisa dilihat dibawah ini:

'Gaya Demo PKS Usang'

02/01/2009 - 16:08
Dewi Adhitya S Koesno
INILAH.COM, Jakarta - PKS mengerahkan sekitar 10 ribu massa ke bundaran HI untuk mengecam Israel, namun gaya demonstrasi tersebut dinilai sebagai aksi usang.
"Model dukungan PKS agak usang. Kalau dilihat, pola PKS seperti itu saja sejak dulu, tiga wilayah yang jadi sasaran, yaitu Kedubes AS, Istana Negara, dan PBB, yang didemo itu-itu saja," ujar Pengamat Politik Ray Rangkuti saat dihubungi INILAH.COM, Jumat (2/1).
Ray mengatakan, masalah Palestina memang selalu menjadi peluang PKS untuk modal kampanye. "Sekarang yang terlihat PKS mau menggunakan isu palestina untuk kampanye, memang masalah Palestina sudah isu PKS. Tapi kebetulan muncul kasus palestina yang baru ini, memberi peluang PKS untuk blow up," tuturnya.
Kalau PKS murni ingin mendukung Palestina dan tidak ingin dikatakan usang ataupun cari muka, jelas Ray, seharusnya wilayah demo jangan hanya di Kedubes AS, tapi juga ke Kedubes Arab Saudi, karena wilayah Palestina merupakan wilayah muslim dan negara-negara Arab ikut bertanggung jawab dalam masalah Palestina.
"Problem Palestina sekarang makin banyak, sebenarnya Arab Saudi lebih bertanggungjawab. Tapi mereka (PKS) tidak berteriaknya ke Arab Saudi ataupun ke negara-negara Arab, sekali-kali harus mendorong demo ke Kedubes Arab Saudi, tapi problemnya itu tidak dikerjakan PKS," tegasnya.
"Istana juga jangan didemo, karena presiden kita sudah sangat dekat dengan isu ini. Masalahnya kan hanya negara arab yang tidak mau teriak seperti PKS, raja-raja unta harusnya juga memerhatikan," tambahnya.
Ketika ditanya demo yang dilakukan PKS tersebut apakah melanggar UU Pemilu, hal tersebut menurut Ray boleh dilakukan. "Menurut saya itu tidak melanggar UU Pemilu, itu sah-sah saja, boleh saja," pungkasnya. [tha/dil]
materi-tarbiyahDi lingkungan Tarbiyah, dalam lingkup Indonesia yang diwakili PKS, buku WAMY juga dijadikan rujukan utama. Hal ini dapat kita lihat pada daftar pustaka buku Materi Tarbiyah terbitan Media Insani yang menjadi bahan kajian liqo mereka.
Majalah Sabili pun menjadi bacaan khusus bagi kelompok PKS dan Tarbiyah. Informasi yang termuat dalam Sabili banyak mengangkat seputar IM yang -- katanya -- menjadi lokomotif perjuangan PKS maupun Tarbiyah di negeri ini. Dengan mengusung wacana Modernisasi Islam, IM dan kelompok Tarbiyah/PKS melakukan manuver pembaharuan Islam di segala bidang. Reformasi atau Gerakan Ishlahiyah yang bertujuan untuk mengIslamkan kehidupan Kapitalisme-Sekuler justru mengharuskan kelompok ini mengawinkan tata cara hidup Islam dengan hedonisme kaum Sekuler-Materialis.
ilusi-demokrasiDalam buku Ilusi Demokrasi karya Zaim Saidi (2007:24) mekanisme ini disebut sebagai tahapan Asimilasi dimana telah bercampurnya tata hidup Islam dengan Kapitalisme. Artinya sistem Kapitalisme yang dilegitimasi dengan dalil-dalil Quran dan Sunnah. Maka jangan heran jika jargon-jargon aneh banyak terdengar seperti Demokrasi Islami, Parlemen Islami, Perbankan Islami. Padahal Demokrasi, Parlemen, Perbankan sejatinya merupakan instrumen negara yang menganut Kapitalisme dan justru bertentangan sistem Islam yang menggunakan mekanisme Syura dalam pengambilan keputusan, Khilafah dalam pemerintahan dan Dinar/Dirham dalam menjalankan perekonomian.
Tokoh yang paling terkenal menjalankan Reformasi atau Asimilasi Islam dengan Kapitalisme yaitu Yusuf Qardhawi tokoh panutan di IM dan PKS/Tarbiyah. Maka jangan heran jika dia banyak mengeluarkan bermacam kitab Fiqih yang sebaliknya justru "terasa asing bagi tradisi Fiqih dan rasa keislaman" seperti yang dipaparkan Sabili dan WAMY.
Diantara kitab-kitab karangan beliau diantaranya adalah:
fiqih-jihad1. Fiqih Jihad berisi tentang pemaknaan Jihad sebagai perang defensif (mempertahankan diri). Artinya Jihad dilakukan ketika datang serangan dari musuh. Ini sangat bertentangan dengan Jihad yang sebenarnya adalah kebijakan luar negeri Negara Islam dalam penaklukan kepada negara yang belum menerima dakwah Islam. Justru lebih bersifat ofensif terhadap musuh. Apakah ini dalih agar Islam tidak dicap sebagai terroris oleh Kapitalis.
fiqih-negarafiqih-daulah2. Fiqih Daulah/Negara berisi tentang mekanisme mengelola negara dengan sistem demokrasi seraya mencari dalil-dalil pembenaran dalam beraktivitas di parlemen. Argumen yang dipakai yaitu kisah Nabi Yusuf as menjadi bendahara raja Firaun. Seharusnya Syariat Nabi terdahulu telah kadaluarsa dan disempurnakan oleh Syariat Nabi terakhir yaitu Syariat Islam. Imam Al Mawardi dalam Ahkamus Sulthaniyah justru menentang cara pandang ini karena Nabi Yusuf as menjabat pada bagian struktural (bendahara kerajaan) bukan fungsional yang membuat hukum-hukum kerajaan. Adapun parlemen demokrasi adalah membuat hukum-hukum baru yang menyamakan manusia dengan Tuhan! Di sisi lain Fiqih ini juga membahas keterlibatan kaum wanita dalam parlemen/majelis syura.
fiqih-minoritas3. Fiqih Minoritas membahas tentang kebolehan seorang muslim tidak menampakkan keislaman di negara kafir dan mengikuti budaya kafir. Contohnya kebolehan muslim menjadi tentara negara kafir demi pertahanan kemerdekaan. Apakah lebih baik menampakkan keIslaman daripada bersikap Taqiyah ala Rafidhah seperti ini?!
fiqih-prioritas4. Fiqih Prioritas membahas tentang keutamaan mengambil maslahat yang lebih besar diantara dua prioritas persoalan kehidupan. Menjadikan 'illat atau motivasi dibalik perintah sebagai sandaran melakukan perbuatan, baik dalam ibadah maupun muamalah. Seharusnya 'illat ada pada muamalah dan hukum! Juga menjadikan pola pikir "dimana ada maslahat disitu ada syariat", sebuah metode berfikir Kapitalis dalam mencari keuntungan. Justru yang benar adalah: Dimana ada Syariat disitulah maslahat.
5. Fiqih Al Waqi (Fakta/Realitas) berisi tentang pembahasan bagaimana seorang muslim menyikapi realitas di lingkungan tempat dia hidup dan menyesuaikan diri dengan aturan yang ada. Padahal seharusnya muslimlah yang harus mengubah keadaan di lingkungannya bukan 'diwarnai' oleh realitas.
6. Fiqih Praktis membahas tentang mencari kemudahan (rukhshah) beribadah dan muamalah dengan meninggalkan metode ulama Salaf dan Khalaf sebagai rujukan.
7. Fiqih Zakat membahas sisi-sisi persamaan zakat dengan pajak serta mekanismenya. Juga mendefinisikan tentang zakat profesi dikarenakan realitas masyarakat muslim mayoritas bekerja dengan upah bulanan. Sebuah inovasi yang sangat asing bagi tradisi fiqih dimana pajak sendiri nyata-nyata merupakan pranata kapitalisme.
8. Fiqih Kehidupan... apa lagi ini...?
Dalam menelurkan fatwa-fatwa, Qardhawi telah banyak mengundang kontroversi baik di dunia Islam maupun para pengamat Timur Tengah. Salah satunya pernyataannya tentang bolehnya seorang muslim meminum alkohol berkadar 0.5%:
Detik.com, jumat 11 Mei 2008, pernah menampilkan pernyataan Qardhawi seputar alkohol dihalaman situsnya. Bisa anda lihat dibawah ini.
detik-news
Lebih jelasnya bisa dibaca dibawah ini:

Fatwa Qardhawi Soal Alkohol Jadi Kontroversi

Jumat, 11/04/2008 07:00 WIB
Fitraya Ramadhanny - detikNews
Doha - Fatwa terbaru ulama terkemuka Syekh Yusuf al Qardhawi menimbulkan kontoversi di Qatar. Qardhawi membolehkan Muslim meminum minuman alkohol berkadar 0,5 persen.
"Fatwa yang terbaru menyebabkan kebingungan di masyarakat," tulis Editor harian Qatar Ash Sharq, Abdullatif al Mahmud seperti dilansir AFP, Jumat (11/4/2008).
Perdebatan dimulai saat Qardhawi mempublikasikan fatwanya di koran Qatar, Al Arab, pada Selasa 8 April 2008. Ulama Mesir ini mengatakan meminum minuman yang mengandung sejumlah kecil alkohol yang dinilai alami dari proses fermentasi, tidak melanggar hukum Islam.
"Keberadaan alkohol dalam proporsi 5 per seribu (0,5 persen) itu tidak dilarang karena itu adalah jumlah minimal, khususnya ketika itu dihasilkan dari fermentasi alami. Oleh karena itu tidak ada yang salah dengan meminum minuman itu," tulis Qardhawi.
Editor Ash Sharq, Mahmud, menilai, fatwa Qardhawi akan membuka pintu bagi mereka yang ingin meminum alkohol dengan alasan Al Quran dan Sunnah tidak menyebutkan proporsinya. Mahmud juga menilai adalah sulit mengukur kadar alkohol dari proses fermentasi.
Qardhawi kepada AFP mengatakan fatwanya menimbulkan kontroversi karena belum dipahami secara utuh. "Fatwa ini untuk merespons pertanyaan mengenai sebuah minuman berenergi yang beredar di pasaran Qatar," tegas Qardhawi.
Dukungan datang dari mantan Dekan Fakultas Syariah Universitas Qatar, Abdul Hamid al Ansari. Kepada AFP, dia membenarkan argumen Qardhawi. (fay/asy)
Terhadap fatwa Qardhawi diatas mengindikasikan bahwa beliau ingin mengawinkan konsep Islam dengan Barat dalam masalah khamr yaitu alkohol. Pola pikir yang diambil adalah agar kaum muslim boleh minum alkohol asal jangan berlebihan (pertengahan). Konsensus atau ijma ulama mayoritas sudah jelas bahwa segala zat yang memabukkan hukumnya haram. Tapi dengan dalih Asimilasi, Qardhawi 'berinovasi' agar Islam bisa diterima di tengah peradaban Kapitalisme Sekuler.
Ada juga fatwa beliau yang justru terasa asing bagi kebanyakan pemahaman Islam seperti kasus di bawah ini:
webazine
Lebih jelasnya bisa dibaca dibawah ini:

Fatwa Aneh Yusuf Qardhawi

Syaikh Dr. Yusuf al-Qardhawi yang juga ketua persatuan internasional ulama Muslim kembali mengeluarkan fatwa aneh dan kontroversial yang menegaskan bolehnya pencalonan seorang perempuan dan seorang Koptik (unsur non-Muslim) pada pemilihan presiden.
Setelah sebelumnya dirinya mencap Sayyid Quthb bukan Ahlus Sunnah Wal Jamaah sehingga menimbulkan gonjang ganjing dikalangan Ikhwanul Muslimin sekarang ia memfatwakan fatwa yang bertentangan dengan mayoritas pendapat ulama-ulama besar baik ulama salaf maupun khalaf yang juga membuat Ikhwanul Muslimin kembali gonjang ganjing atas pendapatnya itu. Dalam fatwanya itu, Qardhawi menyatakan jika seorang perempuan memiliki hak untuk menduduki pelbagai jabatan kenegaraan semisal anggota parlemen, menteri, bahkan menjadi presiden, dan juga jabatan pada dewan fatwa.
"Logika Islam dalam kasus ini berdiri di atas prinsip jika perempuan adalah entitas masyarakat yang juga paripurna, mereka memiliki hak sebagaimana lelaki," terang Qardhawi.
Dalam acara bertajuk "Fikih Kehidupan" (Fiqh al-Hayat) yang disiarkan oleh kanal televisi "Ana" pada jaringan televisi satelit Timur Tengah Nilesat, Qardhawi menegaskan pihaknya lebih condong kepada pendapat fikih yang menyatakan seorang perempuan boleh menduduki jabatan kehakiman (qadha).
"Tapi tenu saja ada syarat-syarat kapabilitas yang ketat yang harus dipenuhi terlebih dahulu oleh perempuan tersebut, tidak sembarangan," terang Qardhawi.
Ditambahkan oleh Qardhawi, benar bahwa mayoritas ulama fikih tidak membolehkan perempuan untuk menduduki jabatan khalifah besar atau khalifah 'ammah, atau imamah uzhma, yaitu jabatan tertinggi kekhalifahan umat Muslim.
"Tetapi, masalahnya, apakah jabatan presiden yang hanya memerintah dan menguasai sebuah negara termasuk pada pembahasan khilafah? Atau, apakah hal ini bisa diqiyaskan sebagai pemimpin iqlim (wilayah bagian) pada zaman dulu? Saya katakan, ya, tidak ada penghalang dalam agama bagi seorang perempuan yang mampu untuk menduduki jabatan presiden," jelas Qardhawi.
Tampaknya fatwa kontroversial Qardhawi ini bisa jadi bakal dipakai oleh partai-partai Islam khususnya Indonesia untuk melegitimasi syahwat kekuasaan mereka, belum ada fatwa seperti inipun mereka telah menganggap "tidak masalah" dengan presiden perempuan.(em/jurnalislam)
Yang dapat kita tarik dari pernyataan diatas sebagai sebuah indikasi telah meleburnya aturan Islam dalam mengangkat pemimpin dengan peradaban Barat yang membolehkan pemimpin negara dari kalangan pria maupun wanita. Jelaslah sudah apa yang dihasilkan dari pemikirannya adalah aturan Demokrasi bukan aturan Islam.
"Akhirnya, Asimilasi terus berjalan menuju pelabuhannya yaitu Dermaga Kapitalisme dengan kapalnya bernama Demokrasi berbendera Modernisme dengan nakhoda Ikhwanul Muslimin dan ABK-nya Tarbiyah/PKS."
Dikalangan Tarbiyah/PKS, dalam membahas aqidah sangat berpegang pada Aqidah Salafi seperti yang tertulis dalam WAMY. Banyak buku-buku yang menjadi rujukan Tarbiyah/PKS merupakan kitab-kitab yang berasal dari ulama-ulama Salafi Saudi Arabia diantaranya adalah kiatab-kitab karangan Syeikh Nashiruddin Al-Albani.
Ibarat membuat benteng yang kokoh dalam mempertahankan aqidah Islam namun alih-alih membangun benteng pertahanan aqidah dari gempuran zaman, mereka justru membuat jembatan bernama Modernisasi menuju Sekulerisme. Terbukti dengan berubahnya orientasi PKS menjadi Partai Terbuka.
Hingga sekarang pun PKS telah melakukan koalisi dengan partai-partai Sekuler. Berbagai agenda dijalankan dengan target meraih suara mayoritas. Mereka berasumsi "Jika di parlemen tidak ada wakil dari kaum Muslim maka jatah kursi akan diisi oleh Kaum Kafir dan Sekuler".
Terhadap wacana naif semacam ini kita bisa mengajukan pertanyaan balik: "Lalu siapa yang membuat dan menyetujui kebanyakan kebijakan-kebijakan publik yang menyengsarakan rakyat seperti UU Migas, UU Privatisasi BUMN, UU Sumber Daya Air yang berujung pada privatisasi air dan lain-lain. Bukankah mereka semua adalah muslim?!" Semua ini dijalankan tak lain adalah mengejar Maslahat.
Di sisi lain para aktivisnya terlalu shaleh namun sangat polos dalam memahami realitas kerusakan yang terjadi di masyarakat. Ketika terlontar pertanyaan masyarakat seputar kenaikan harga BBM dan sulitnya meraih pendidikan bagi putra-putrinya mereka diam seribu bahasa. Dengan nada dingin mereka mengajak untuk bersabar dan bersabar. Bahkan tak jarang menyuruh yang bertanya agar bertemu kepada aktivis lain (HT) seraya mengatakannya sebagai mitra dakwah. Adapun kesigapan mereka dalam membantu korban bencana alam tak lebih dari sekadar 'tebar pesona' sambil menyebarkan paham Ishlahiyah-nya.
Maka jangan heran ketika 'Demo Usang PKS' seperti diatas, telah menyeret Tifatul Sembiring dan ketua Bawaslu dalam wawancara Apa Kabar Indonesia Malam yang dipandu oleh mbak Rahma Sarita pada perdebatan tentang Kampanye Terselubung PKS 2009. Ketua Bawaslu ketika itu menuding PKS telah berkampanye karena membawa bendera dengan nomor urut partai PKS (no.8) pada Aksi Palestina. Tetapi dengan nada naif defensif Tifatul.S mengatakan, "...ini semata-mata respon solidaritas kami atas derita bangsa Palestina yang ditindas oleh kekejaman Zionis Israel...!". Tak bisa menahan emosinya karena argumen-argumen Tifatul terlalu ngambang maka Ketua Bawaslu langsung menohoknya dengan pertanyaan, "Iyaa... Pak Tifatul... Bawaslu juga benci dengan Israel.... tapi kalo demo kenapa harus bawa-bawa bendera partai?!"
Setelah dialog berlangsung alot dan tak bisa dihentikan, Rahma Sarita selaku moderator pun langsung melerai serta bertanya kepada Tifatul, "OK...Ok...sekarang begini... Pak Tif... kenapa juga kok PKS tidak demo ketika ada isu kenaikan BBM... Kenaikan Tarif Listrik... Kesejahteraan Buruh dan yang sejenislah...? Kemana PKS...? Apakah Palestina itu isu paling seksi buat PKS mendulang suara?!
Sebagai lanjutan atas fenomena ini, mari kita menelaah beberapa tuduhan buku WAMY terhadap ormas HT yang secara objektif bersumber dari data dan fakta yang ada.
Menjawab tuduhan WAMY:
1. HT membolehkan berciuman dengan wanita asing baik dengan nafsu atau tidak.
Tuduhan pertama menyerang secara kesusilaan terhadap ormas maupun aktivis HT. Sebuah tindakan yang memalukan apabila dilakukan aktivis dakwah serta bisa menghancurkan harga dirinya. Sebagai tabayyun atas hal ini coba anda buka buku rujukan HT yaitu Sistem Pergaulan dalam Islam hal. 84:

Pada paragraf kedua tertulis ciuman pria dengan wanita atau sebaliknya baik dengan nafsu ataupun tidak adalah haram. Fakta dilapangan pun berkata demikian. Aktivis HT dalam beraktivitas sangat memperhatikan akan haramnya ikhtilat dan khalwat atau campur baurnya wanita dengan pria dan berduaan antara laki-laki dan perempuan di tempat tertutup, terkecuali dalam aktivitas yang dalam fiqih diperbolehkan seperti jual-beli dan lain sebagainya.
Dalam acara walimah atau resepsi pernikahan pun aktivisnya diwajibkan memisahkan para undangan pria dengan wanita. Jika tidak maka akan terkena hukuman berupa skorsing halaqah. Ketika melakukan masiroh atau demo mereka juga memisahkan antara barisan laki-laki dengan perempuan. Kantor DPP HTI memisahkan antara kantor laki-laki dengan perempuan.
Namun apa yang dapat kita katakan ketika melihat demo PKS yang menjadikan buku WAMY sebagai rujukannya sangat bertolak belakang dengan yang mereka tuduh. Bisa dilihat gambar Demo Palestina PKS di bawah ini yang disana antara laki-laki dan perempuan tak ada pemisah:



2. Cita-cita HT hanya merebut kekuasaan.
perubahan-mendasar-sayyid-qutbhPernyataan ini sangat sensitif dan tendensius, karena seperti yang telah dijelaskan oleh para aktivis HT bahwa orientasi HT bersama umat Islam adalah melanjutkan kehidupan Islam. Mengapa? Karena sistem kehidupan sekarang tidak berdasarkan Syariat melainkan mengejar Maslahat/Manfaat sebanyak mungkin seperti Kapitalisme yang diterapkan di dunia ini.
Bahkan slogan melanjutkan kehidupan Islam berasal dari Sayid Quthb yang dalam buku WAMY diceritakan secara miring tentang pertemuan Syeikh Taqiyuddin an-Nabhani selaku pimpinan HT dengan beliau. Bisa anda baca pada buku berjudul Perubahan Mendasar Pemikiran Sayid Quthb. Inilah yang menjadikan beliau mati di tiang gantungan dan peredaran buku tersebut tidak segencar buku WAMY dan yang sejenisnya.
Sebaliknya dalam buku berjudul Memperbarui Komitmen Dakwah pada hal. 58 karangan Muhammad Abduh terbitan Robbani Press berjudul Kepedulian Ikhwan terhadap Kemaslahatan Negara tertulis:
memperbaharui-komitmen-dakwahKetika terbit surat keputusan pelarangan jamaah Ikhwanul Muslimin pada tanggal 8 Desembar 1948 (pada masa an-Naqrasyi, yang diikuti dengan berbagai macam ujian, penyiksaan dan lain-lain), pada saat itu, datanglah sekelompok pemuda kepada Imam asy-Syahid (Hasan Al-Banna) untuk meminta izin melakukan perlawanan sesuai dengan kemampuan mereka.
Namun, beliau melarang keinginan mereka dengan keras, seraya menjelaskan kepada mereka akibat yang akan terjadi kemudian. Beliau menyebut cerita tentang Nabi Sulaiman yang terkenal, yaitu ketika datang kepadanya dua orang perempuan untuk mengadukan persengketaan mereka terhadap seorang bayi. Keduanya mengaku bahwa bayi itu adalah anaknya. Maka, Nabi Sulaiman memberikan keputusan untuk membelah bayi itu menjadi dua.
Perempuan yang bukan ibu bayi itu sepakat dengan keputusan Nabi Sulaiman, namun perempuan kedua (ibu si bayi) tidak tega kalau si buah hatinya dibelah menjadi dua. Dia memutuskan lebih baik mundur dari tuntutannya asalkan bayi tersebut (anaknya) tetap hidupnya.
al-milal-wa-al-nihalSetelah itu, Imam asy-Syahid berkata, "Sesungguhnya, kita memainkan peranan yang sama dengan para pemimpin itu. Bahkan, kita lebih peduli dengan masa depan dan kehormatan bangsa kita. Karenanya, bersabarlah menghadapi musibah dan cobaan ini. Serahkan diri kalian kepada mereka untuk membunuh dan melakukan apa saja yang mereka inginkan demi masa depan bangsa kalian dan dalam rangka mempertahankan kesatuan dan kemerdekaannya."
Kutipan paragraf terakhir berhuruf tebal tadi justru mengajak anggota IM melakukan koalisi dengan rezim manapun sekalipun kejam. Terlihat sudah orientasi IM adalah kekuasaan. Sangat bertolak belakang dengan apa yang dialami Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan para sahabat r.a. ketika belum mempunyai negara yaitu mengalami penderitaan yang amat sangat namun tidak melakukan kompromi apalagi berkoalisi dengan penguasa kafir Mekkah.
Apa yang dikatakan Hasan al-Banna di paragraf terakhir merupakan satu bentuk doktrin Taqiyah kaum Assassin dari sekte Syiah Ismailiyah. Untuk mengetahui tentang Assassin anda bisa membaca kitab Milal Wan Nihal karya imam asy-Syahrastani.
3. Membolehkan anggota HT dan wanita menjadi anggota Majelis Syuro.
Tuduhan ketiga yang dialamatkan WAMY kepada adalah membolehkan wanita menjadi anggota Majelis Syuro atau yang sekarang berbentuk Parlemen Demokrasi. Jangankan wanita, HT pun melarang pria terlibat dalam Parlemen Demokrasi dikarenakan Parlemen membuat Undang-undang buatan manusia menyaingi Syariah.
Pada buku rujukan HT berjudul Sistem Pergaulan dalam Islam, hal. 135 bab Aktivitas Kaum Wanita paragraf kedua, jelas tertulis:
sistem-pergaulan-dalam-islam1"Adapun berbagai aktivitas yang dilakukan oleh laki-laki dengan predikatnya sebagai laki-laki seiring dengan karakter kemanusiaannya, atau yang dilakukan oleh perempuan dengan predikatnya sebagai perempuan seiring dengan karakter kemanusiaannya, maka sungguh syara' telah memisahkannya di antara keduanya dan membedakannya terkait dengan masing-masing dari keduanya, baik ditinjau dari sisi wajib, haram, makruh, mandub (sunnah), atau pun mubah. Dari sinilah, kita menemukan bahwa pemerintahan dan kekuasaan telah ditetapkan oleh syariah sebagai hak laki-laki dan bukan bagi perempuan. Sebaliknya, pengasuhan anak baik anak laki-laki atau anak perempuan ditetapkan sebagai hak kaum wanita saja, dan bukan hak kaum pria. Karena itu, merupakan keniscayaan untuk menyerahkan berbagai aktivitas yang berkaitan dengan perempuan dengan predikatnya sebagai perempuan kepada kaum wanita."
Jelas sudah apa yang tertulis pada kitab rujukan HT sendiri perihal tuduhan yang satu ini. Sebaliknya, Yusuf Qardhawi yang menjadi panutan Tarbiyah/PKS di negeri ini malah mengeluarkan fatwa yang membolehkan keterlibatan wanita di Majelis Syuro. Situs Eramuslim. memuat pernyataan beliau dibawah ini:
qardhawi-fatwa-kontroversial

Fatwa Kontroversial Qardhawi :

Perempuan Boleh Jadi Presiden dan Mufti

Eramuslim Minggu, 06/09/2009 09:30 WIB
Syaikh Yusuf al-Qardhawi kembali mengeluarkan pernyataan aneh dan kontroversial, setelah sebelumnya dirinya mencap Sayyid Quthb bukan Ahlus Sunnah Wal Jamaah sehingga menimbulkan gonjang ganjing dikalangan Ikhwan dan sekarang ia memfatwakan fatwa yang bertentangan dengan mayoritas pendapat ulama-ulama besar baik ulama salaf maupun khalaf yang juga membuat Ikhwanul Muslimin kembali gonjang ganjing atas pendapatnya itu.
Baru-baru ini, ulama terkemuka yang juga ketua persatuan internasional ulama Muslim, Syaikh Dr. Yusuf al-Qardhawi, merilis fatwa yang menegaskan bolehnya pencalonan seorang perempuan dan seorang Koptik (unsur non-Muslim) pada pemilihan presiden.
Kontan saja fatwa yang dikemukakan ulama kharismatik asal Mesir itu menuai kontroversial di dunia Islam, khususnya di jagat perpolitikann Mesir dan juga di dalam kalangan Jama'ah al-Ikhwan al-Muslimun (Ikhwan) yang merupakan organisasi binaan Qardhawi.
Selama ini, Ikhwan memiliki prinsip dan pandangan yang sama sekali bertentangan dengan fatwa Qardhawi tersebut. Pendapat resmi Ikhwan menyatakan jika seorang non-Muslim dan perempuan tidak boleh didukung untuk menjadi calon presiden.
Sementara itu, dalam fatwanya, Qardhawi menyatakan jika seorang perempuan memiliki hak untuk menduduki pelbagai jabatan kenegaraan semisal anggota parlemen, menteri, bahkan menjadi presiden, dan juga jabatan pada dewan fatwa.
4. Orang kafir boleh menjadi panglima di sebuah negara Islam.
Tuduhan sensitif yang satu ini sangat mengusik rasa keimanan seorang muslim. Bagaimana mungkin seorang kafir ditunjuk menjadi panglima perang sedangkan loyalitas mereka kepada Islam sangat diragukan?
struktur-negara-khilafahKitab rujukan HT, Struktur Negara Khilafah, yang membahas masalah ini menyatakan pada bab Amirul Jihad hal. 143 paragraf keempat:
"Pasukan diklasifikasikan menjadi dua kelompok: Pertama, pasukan cadangan yaitu setiap orang Islam yang mampu mengangkat senjata untuk berperang. Kedua, pasukan reguler (non-Muslim, pen), yaitu setiap orang yang secara kontinu menjadi anggota tentara yang telah ditetapkan bagi mereka gaji di dalam anggaran negara sebagaimana pegawai negeri lainnya."
Di halaman 144 juga disebutkan:
"Mengenai masalah gaji yang ditetapkan bagi para prajurit sebagaimana para pegawai negeri lainnya, hal ini jika dinisbatkan pada non-Muslim, merupakan perkara yang sudah jelas. Sebab, orang non-Muslim tidak diperintahkan berjihad. Namun, jika mereka melakukannya maka mereka tetap diterima. Dalam kondisi ini mereka boleh diberi harta (gaji). Sebab Imam at-Tirmidzi telah menuturkan riwayat dari az-Zuhri: 'Sesungguhnya Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam telah memberikan bagian harta rampasan perang kepada orang Yahudi yang ikut berperang bersama Beliau.'"
Di halaman 148 paragraf ketiga disebutkan bahwa panglima pasukan adalah Khalifah sendiri:
"Khalifah adalah panglima pasukan. Khalifahlah yang menunjuk dan mengangkat kepala staf. Khalifah pula yang menunjuk para amir untuk setiap brigade dan komandan setiap detasemen."
Jelaslah bahwa yang menjadi panglima perang di negara Islam adalah Khalifah yang pastinya seorang muslim, tetapi kaum non-Muslim hanya menjadi pasukan reguler dalam penaklukan atau Jihad. Tuduhan ini pun telah terbantah.
Realitas yang sebaliknya terjadi di PKS, ketika menjadi Partai Terbuka malah menerima keanggotaan dari kaum non-Muslim. Dalam memilih orang yang dijagokan pada Pemilu ataupun Pilkadal, kebanyakan bukan dari kadernya sendiri. Ironis memang.
5. Boleh memandang gambar-gambar porno.
Tuduhan kesusilaan kedua pun akan terbantah dengan membaca kitab HT yaitu Sistem Pergaulan dalam Islam hal. 28 pada paragraf ketiga tertulis:
sistem-pergaulan-dalam-islam.2
Tertulis diatas kalimat berikut ini:
"Maka dari itu, melihat wanita atau fakta-fakta yang menggugah birahi, akan membangkitkan naluri (syahwat, pen.) ini dan akan menuntut pemuasan. Demikian pula membaca cerita-cerita porno atau mendengarkan fantasi-fantasi seksual, akan membangkitkan naluri ini."
Maka tuduhan ini telah terbantah dengan sendirinya tanpa perlu penafsiran ulang!
6. HT meremehkan aspek pendidikan (akhlak) dan kerohanian (nafsiyah) dan lebih menekankan aspek ideologi dan politis.
Hizbut Tahrir sangat memperhatikan aspek pendidikan dan kerohanian. Banyak bahasan yang telah dikeluarkan HT baik berupa kitab-kitab rujukan maupun lembaran-lembaran dakwah.
peraturan-hidup-dalam-islamBeberapa dari kitab HT membahas tentang akhlak secara terperinci bisa dibaca di buku Peraturan Hidup dalam Islam bab Akhlak dalam Pandangan Islam. Inti pembahasannya adalah bahwa akhlak adalah bagian dari Syariah Islam dan merupakan perintah dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Tidak diperbolehkan mengutamakan tema akhlak dalam berdakwah namun aturan-aturan Allah Subhanahu wa Ta'ala diabaikan. Karena masyarakat bukan terbentuk dari adanya akhlak melainkan adanya pemikiran, perasaan dan aturan yang ada pada masyarakat tersebut. Adapun berakhlak tanpa menjadikan Syariat sebagai pedoman hidup akan membuat orang yang meng-opinikannya cenderung munafik dan oportunis. Maslahat-lah yang menjadi tujuan bukan ridha Allah Subhanahu wa Ta'ala.
pilar-pilar-pengokoh-nafsyiah-islamiyahMengenai kerohanian, HT telah mengeluarkan kitab yang berjudul Nafsiyah Islamiyah. Pembahasannya seputar keutamaan Benci dan Cinta karena Allah Subhanahu wa Ta'ala, Bersegera melaksanakan Syariah, Keutamaan Shalat Berjamaah di awal waktu dan lain-lain.
riyadhush-shalihinBahkan jauh sebelum HT terbentuk, Syeikh Yusuf An-Nabhani, kakek Taqiyuddin An-Nabhani, telah menyusun kitab Ringkasan Riyadhus Shalihin karya Imam An-Nawawi yang berisi tuntunan ibadah dan akhlak. Kitab tersebut telah diterbitkan oleh penerbit Irsyad Baitus Salam dan sangat laris penjualannya di masyarakat. Jadi sangat tidak berdasar dan tendensius mengenai tuduhan yang menyatakan HT mengabaikan kerohanian.
7. Orang-orang moderat banyak yang mendukung dakwah HT antara lain Sayyid Qutub ketika berkunjung ke Al-Aqsha pada 1953 sebagai tahun awal berdirinya HT.
Tuduhan ini pun sangat bertentangan dengan realitas yang terjadi hingga sekarang. Satu halaman web-site dari Sabili, cybersabili.com mencantumkan pernyataan Yusuf Qardhawi seputar Sayid Quthb dan Islam Moderat. Sebuah tuduhan yang justru dialamatkan kepada pendiri IM sendiri, Sayid Quthb selaku tokoh ideologisnya:
cyber-sabili-com
web site sabili tentang Sayid Qutb
lebih jelasnya baca dibawah ini:

Sayyid Quthb Bertanggung Jawab atas Berkembangnya Islam Radikal

Sabili Kamis, 13 Agustus 2009 08:21
yusuf-qardhawiKetua persatuan ulama Muslim internasional, Syekh Yusuf al-Qardhawi, menyatakan pemikiran takfir (pengkafiran pada muslim lain) dalam kitab-kitab Sayyid Quthb sama sekali tidak mencerminkan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah yang dianut mayoritas umat Islam di dunia. Pemikiran ini, tambah Qardhawi, juga tidak mencerminkan pemikiran gerakan al-Ikhwan al-Muslimin, karena pemikiran takfir sama sekali tidak selaras dengan pemikiran Ikhwan al-Muslimin.
Pernyataan Qardhawi ini disampaikan dalam dialog dengan Dr. Dhia Rishwan, peneliti gerakan Islam terkemuka asal Mesir, dalam program acara televisi "Manabir wa Madafi" (Mimbar dan Debat) yang disiarkan oleh kanal al-Fara'in Mesir pada Jumat (7/8), sebagaimana dilansir IslamOnline.net.
Dari Moderat ke Konservatif
Menurut Qardhawi, Sayyid Quthb bergabung dan aktif di organisasi Ikhwan al-Muslimin sejak awal tahun 50-an atas dasar ketertarikan dan kekagumanya pada Ikhwan. Pada mulanya, Quthb berpemikiran moderat dan selaras dengan Ikhwan, namun lama kelamaan, Quthb berubah menjadi lebih konserfatif. Perubahan ini terjadi pada akhir-akhir masa hidupnya, khususnya dalam kitab tafsir Fi Dzilal al-Qur'an (Dalam Naungan Alquran) dan kitab Ma'alim fi at-Thariq (Rambu-Rambu Jalan). Perubahan ini juga sangat jelas ketika kita bandingkan Dzilal cetakan pertama dan cetekan keduanya, pada cetakan kedua lah mulai muncul pemikiran hakimiyah (masyarakat hukum) dan jahilyah (masyarakat jahiliyah.
"Ahlussunnah tidak pernah condong kepada takfir, tidak sebagaimana yang sering dilakukan oleh sekte Khawarij," jelas Qardhawi.
Pemikiran takfir tersebut, lanjut Qardhawi, berkembang ketika ia mendekam di penjara. Kondisi ini cukup memengaruhi pemikiranya. Quthb menganggap pemerintah yang ada sebagai komunis dan jauh dari agama.
Meski demikian, jika saja Sayyid Quthb saat itu tidak digantung (pada 29 Agustus 1966) dan diberi kesempatan untuk hidup normal (tidak dalam tekanan politik) dan berbaur dengan masyarakat, kemungkinan pemikiran Quthb akan berubah dan kembali lagi kepada pemikiran moderat.
Quthb dan Pendidikan Ikhwan
Menurut Qardhawi, Sayyid Quthb merupakan salah seorang yang sangat mengagumi sosok Imam Hasan al-Banna, pendiri Ikhwan. Atas ketertarikan ini, Quthb pun menulis buku berjudul Hasan al-Banna wa 'Abqariyyah al-Banna (Hasan al-Banna dan Kejeniusan Seorang Pendiri).
Meski demikian, pada perjalanan selanjutnya, masih menurut Qardhawi, Quthb lebih dipengaruhi oleh pemikiran Abul A'la al-Mawdudi, tokoh Islam sezamannya dari Pakistan.
Namun menurut Qardhawi pemikiran takfir dan tajhil (menganggap masyarakat Islam saat ini adalah jahiliyyah) sangat berbeda dengan pemikiran Mawdudi sendiri.
"Pemikiran Quthb lebih kepada pencampuran antara Ikhwan, Salafi, dan Jihadi," jelas Qadhawi.
"Sayyid Quthb adalah sastrawan, pemikir, cendikiawan, penafsir, dan tokoh Islam terbesar pada masanya," terang Qardhawi. Namun, tambah Qardhawi, Quthb adalah orang yang paling bertanggung jawab atas berkembangnya aliran pemikiran radikal yang sekarang marak di kalangan sebagian umat Islam.(rpb/sbl)
sabili1

Qardhawi Center Menebarkan Islam Moderat

Rabu, 11 November 2009 05:15
Pascaperistiwa 11 September 2001, Islam menghadapi tantangan yang begitu berat. Stereotip Islam sebagai agama yang mengajarkan kekerasan tumbuh begitu subur di dunia Barat. Guna mematahkan stereotip itu, di Doha, Qatar, telah berdiri sebuah pusat keislaman yang berupaya memperkenalkan ajaran Islam yang toleran dan penuh kedamaian kepada dunia Barat.
Pusat keislaman itu bernama Qardhawi Center--menggunakan nama ulama terkemuka di dunia--Syekh Yusuf Al-Qardhawi. Bagi umat Islam, nama Syekh Qardhawi begitu familiar. Ia adalah presiden Persatuan Ulama Muslim Internasional. Qardhawi Center secara resmi mulai berkiprah sejak 6 September 2009 lalu. ''Alasan utama pendirian Qardhawi Center ini karena kita telah terganggu oleh bahaya ekstremisme dan pencemaran nama baik Islam,'' ujar Muhammad Ahmad, direktur Qardhawi Center for Islamic Moderation and Renewal. Menurut Ahmad, stigma buruk terhadap Islam tak hanya terjadi di dunia Barat, tapi di seluruh penjuru dunia.
Sejatinya, Qardhawi Center didirikan oleh Syeikha Mozah binti Nasser, istri penguasa Qatar. Ia mendirikan lembaga keislaman itu untuk memperkenalkan kepada dunia barat tentang wajah Islam yang sebenarnya. Pada 2011 mendatang, pusat keislaman itu akan menggelar konferensi internasional tentang moderasi, yang akan dihadiri para tokoh lintas agama.
''Atmosfer di Qatar sangat positif untuk menjembatani kesenjangan antara dunia Muslim dan Barat,'' papar Ahmad menjelaskan. Menurut dia, ''Qatar sangat terbuka bagi negara lain di seluruh dunia. Selain akan mengenalkan wajah Islam yang sesungguhnya kepada dunia Barat, Qardhawi Center juga bakal memperjuangkan hak-hak kaum wanita.''
Tak cuma itu, pusat keislaman itu juga akan berjuang untuk meluruskan kesalahanpahaman tentang status perempuan di dalam Islam. Dunia Barat kerap menyebut Islam merendahkan dan mendiskriminasikan perempuan. Padahal, Islam adalah agama yang menghormati dan memuliakan kaum wanita. ''Kami harus memberdayakan peran wanita Muslim untuk memberi mereka hak politik dan demokrasi yang sepenuhnya,'' tutur Ahmad.
Islam Moderat
Qardhawi Center pun memiliki misi untuk menebarkan ajaran Islam yang moderat kepada seluruh dunia. ''Kebangkitan Islam dan pembaruan pemikiran adalah semacam reaksi terhadap dunia modern," cetus Ahmad. Menurut dia, umat Islam harus memikirkan kembali dan mengubah bentuk sebagian ajaran Islam agar sesuai dengan perkembangan dunia modern.
Syekh Qardhawi merupakan salah satu ulama paling berpengaruh di dunia. Ia dikenal memiliki pandangan-pandangan yang moderat. Pendapat dan fatwanya dihormati umat Muslim di seluruh dunia. Ia dipercaya menjadi ketua Dewan Eropa untuk Fatwa dan Penelitian, ia juga menjabat sebagai wali pada Pusat Studi Islam Universitas Oxford.
Sederet judul buku yang telah ditulis Syekh Qardhawi menjadi pegangan para ulama, pemikir, dan umat Islam di hampir seluruh dunia. Ia adalah ulama yang antikekerasan. Syekh Qardhawi mengutuk keras setiap aksi terorisme yang terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk Peristiwa 9/11, pengeboman di Madrid, London, serta Bali.
Syekh Qardhawi juga mengecam serangan di negara-negara Arab, termasuk pengeboman kantor PBB di ibu kota Aljazair. Mantan Wali Kota London, Ken Livingstone, menggambarkan sosok Syekh Qardhawi sebagai seorang ''pemimpin progresif Muslim''. Popularitas dan karismanya kerap disamakan dengan Paus John XXIII.(Iol/Rpb/sbl)
Sebaliknya WAMY mengatakan Sayid Quthb sebagai tokoh moderat. Apakah ini sangat kontradiktif? Justru pertanyaannya mengapa Qardhawi mengangkat dirinya sebagai moderat dan mengeluarkan Sayid Quthb dari barisan Ahlussunnah wal Jamaah seraya menganggapnya radikal?!
Seharusnya Qardhawi beserta seluruh pengikutnya bergabung bersama HT karena menurut WAMY, mereka sama-sama berpaham moderat. Tetapi justru fitnah total yang dialamatkan kepada ormas HT yang sama-sama Muslim.
Pada rubrik Rosail majalah Sabili, ada pengajuan keberatan pembaca yang mempersoalkan dimuatnya ceramah dan profil Muammar Qadafi, kepala negara Libya. Menurut penulisnya, Qadafi adalah seorang Inkarsunnah dan Musailamah abad ini. Tanggapan atas masalah ini sangat sesuai dengan realitas yang ada.
qadhafi
cuplikan video Muammar Qadafi
Situs youtube.com juga memuat pernyataan Qadafi tentang kawasan Afrika Utara sebagai wilayah kaum Syiah. Kita pun tahu bahwa dahulu Afrika Utara adalah wilayah kekuasaan Syiah Ismailiyah termasuk masjid Al-Azhar yang merupakan basis pengajaran paham sesat mereka. Tanpa ingin membuka sejarah hitam masa lalu, mengapa Qadafi bisa mengeluarkan statemen seperti itu? Adakah konspirasi dibalik semuanya?
Jika anda dapat men-download buku berjudul Vatican Assassins hal.311, anda akan menemukan bahwa beliau adalah anggota organisasi Freemasonry tingkat tinggi. Untuk lebih jelasnya bisa anda baca salinan-nya yang masih dalam bahasa Inggris dibawah ini:
qadhafi-chapter24
Berita terbaru di media cetak maupun elektronik mengabarkan bahwa PKS pada akhirnya ingin melindungi komunitas sesat Ahmadiyah. Apakah ini sebuah cermin oportunisme Kelompok Moderat guna meraih dukungan suara dari kelompok sesat Ahmadiyah setelah sebelumnya mendeklarasikan diri sebagai Partai Terbuka? Ataukah pemikiran Wihdatul Adyan hasil doktrin Masonik telah masuk ke dalam pemikiran kader-kader partai ini? Wallahu'alam....!
Kesimpulannya buku WAMY tidak layak baik secara fakta, data maupun akademis sebagai rujukan, karena telah menjadi alat penjajah untuk memecah belah kesatuan umat Islam. Sengaja buku WAMY ini tidak tercantum nama penulisnya agar tak bisa digugat kebenarannya. Siapapun yang menjadikan buku fitnah ini sebagai rujukan maka dia telah siap untuk memakan daging bangkai saudaranya di neraka nanti. Naudzubillahi min dzalik.

Oleh: Abdul Khair
[untuk akhirzaman.info]
*
Share/Bookmark
This entry was posted on 1:23 AM and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 comments:

Daftar Isi






Kumpulan Bantahan – Jawaban Ilmiyyah HT (Resmi) & Syabab Atas Berbagai Fitnah Terhadap HT

Tanya Jawab Seputar Hizbut Tahrir & Metode Dakwah:

Tanya Jawab Seputar Hizbut Tahrir (1)
Tanya Jawab Seputar Hizbut Tahrir (2)
Tanya Jawab Seputar Hizbut Tahrir (3)
Hizbut Tahrir Adalah Partai Politik Yang Berdiri Sendiri Tidak Mewakili dan Tidak Diwakili Oleh Siapapun
Cara HT Mengungkapkan Dirinya Sendiri
Jawaban Tuntas Pertanyaan Berulang Seputar Khilafah dan Hizbut Tahrir
Mengenal Hizbut Tahrir
Tahapan Dakwah dan Aktivitas Politik Hizbut Tahrir
Jalan Rasulullah saw, Jalan Pasti Menuju Tegaknya Khilafah
Hizbut Tahrir : Dakwah Islam Pemikiran, Politik, dan Tanpa Kekerasan
Kenapa Hizbut Tahrir Partai Politik ?
Memoar Syaikh Abu Arqam (Generasi Awal Hizbut Tahrir)
Sejarah Awal Masuknya Hizbut Tahrir ke Indonesia
Ustadz Abu Zaid (DPP HTI): HT Hanya Meneladani Metode Dakwah Nabi SAW
Jalan Menuju Khilafah
Jalan Utopia Menuju Khilafah
Hizbut Tahir Menilai Berhasil Kenalkan Konsep Khilafah
Fikrah Akidah Islam
Capaian Muktamar Khilafah 2013
Muktamar Khilafah Sia-sia?
Wawancara Koran al Liwa’ dengan Ustadz Ahmad Al-Qashash (Media Informasi Hizbut Tahrir Lebanon) : Hizbut Tahrir Berasaskan Aqidah Islam
Wawancara Wartawan Al Quds Al Arabi dengan Ahmad Al-Khatib (Anggota Media Informasi Hizbut Tahrir) di Palestina
Keterangan Pers: Hizbut Tahrir yang Berjuang untuk Khilafah dengan Garis Perjuangan yang Sudah Tetap Tidak Akan Berhenti Menarik Perhatian Terhadapnya!
Jangan Takut Bergabung dengan Hizbut Tahrir

Koreksi Ilmiyyah HT atas Fitnah & Kesalahan Pemikiran:

Koreksi Atas buku WAMY dan Buku-Buku Derivatnya (Al-Thariiq ilaa Jamaa’at al-Muslimiin)
Koreksi Atas Artikel Sabili: “Menguak Hizbut Tahrir”
Catatan Jubir: HT Elitis?
Beberapa Tanggapan Terhadap Khilafah
Hizbut Tahrir dan Pemboikotan Media Massa (Media Anti Islam)
Hizbut Tahrir adalah Gerakan Islam yang Bekerja Membangun Negara Khilafah yang Merupakan Kewajiban Syariah dengan Metodologi yang Jelas dan Hanya Berdasarkan Syariah yang Benar
Melarang Aspirasi Penegakkan Syariat dan Khilafah Adalah Menentang Karya Agung Para Ulama dan Melestarikan Kerusakan Sistem Demokrasi
Catatan Atas Pemberitaan Seputar Hizbut Tahrir Terkait Konferensi Media Global
Hizbut Tahrir Berjuang Berlandaskan Islam (Tanggapan Atas Artikel Syathah di Surat Kabar Al-Intibahah)
Gerakan Islam dan Masalah Khilafah (Tanggapan Hizbut Tahrir Atas Surat Kabar Al-Ahram)
HT Turki: Siapa yang Mengklaim Adanya Hubungan antara Hizbut Tahrir dengan Ergenekon
Bantahan Terhadap Beberapa Kerancuan Koran asy-Syarq al-Awsath Terhadap Hizbut Tahrir
KETERANGAN PERS: Bantahan Hizbut Tahrir Indonesia Terhadap Buku Ilusi Negara Islam
Ilusi Buku Ilusi Negara Islam
Demokratisasi atau Revitalisasi? (Tanggapan untuk Ahmad Syafii Maarif)
Kenapa Ideologi Islam Dianggap Asing, Sedangkan Kapitalisme Tidak?
Bantahan Terhadap Artikel Dr Syafii Ma’arif
Koran “Shariato Phobia” (Kritik Terhadap The Jakarta Post)
Catatan Jubir HTI: The Jakarta Post dan Bias Media
The Jakarta Post/opinion : Inaccurate and misleading reports on HTI
Mencabut Terorisme dengan Dakwah (Tanggapan Untuk Jawa Pos)
Tanggapan Terhadap Artikel di Koran Ar-Riyadh
HT Turki Bantah Tudingan Media Massa
Hizbut Tahrir Wilayah Lebanon Tolak Tudingan Melakukan Aksi Bersenjata
Keputusan Penuntut Umum Denmark: Membatalkan Tuduhan Palsu Terhadap Hizbut Tahrir
Tanggapan HTI Jawa Barat Atas Berita Berjudul: ”Bangladesh Menahan 27 Penyebar Selebaran” Di Pikiran Rakyat Pada Edisi Ahad, 15 Maret 2009

Amir HT Berjuang Keras Bersama Umat:

Profil Amir HT Ke-1 Al-’Allamah Asy-Syaikh Taqiyuddin An-Nabhani
Profil Amir HT Ke-2 Al-’Alim Asy-Syaikh ‘Abdul Qadim Zallum
Profil Amir HT Ke-3 Al-’Alim Asy-Syaikh ‘Atha bin Khalil Abu Ar-Rasythah
Memoar dari Penjara dan Indahnya Persahabatan bersama Amir Hizbut Tahrir, Al-Alim –Al-Jalil Sheikh Ata bin Khalil Abu al- Rashtah
Alhamdulillah, Facebook dan Twitter Resmi Amir Hizbut Tahrir Al-‘Alim ‘Atha bin Kholil Abu Ar-Rasytah Diluncurkan
Page FB Resmi Amir HT
Website Resmi Amir HT
Amir Hizbut Tahrir: Dukunglah Penegakkan Khilafah
Teks Pidato Amir Hizbut Tahrir Kepada Warga di Suriah
Surat Amir Hizbut Tahrir Kepada Salah Seorang Ulama Al-Azhar Syaikh Hasan al-Janaini yang Menjadi Pejuang Khilafah

Testimoni Sebagian Pandangan Ulama, Tokoh tentang HT & Perjuangan Menegakkan Syari’ah wal Khilafah:

Prof. Hassan Ko Nakata: Hanya Hizbut Tahrir Gerakan Politik Islam yang Memperjuangkan Terealisasinya Khilafah
Salah Satu Guru Besar Al-Azhar Al-Syariif Menjadi Pejuang Khilafah
Brigadir Hussam Alawak Menjelaskan Mengapa Ia Percaya Bahwa Hizbut Tahrir Adalah Kekasih Allah
Kumpulan Testimoni: Kita Akan Dukung Terus Hizbut Tahrir
Buya dan Asatidz Sumbar: Hizbut Tahrir Wadah Perjuangan Para Alim Ulama Untuk Menegakkan Khilafah
Testimoni Ulama: “Saya mahzabnya bukan Rambo yang berjuang sendirian, maka saya bergabung dengan Hizbut Tahrir”
Kiyai Dadang: “Saya Mendukung Hizbut Tahrir Sepenuh Hati, dan Siap Membantu dengan Segenap Kemampuan yang Ada”
Ulama Sumedang, Siap Berjuang Bersama Hizbut Tahrir Untuk terapkan Syariah dan Khilafah
Ulama Banjarnegara: “Begitu Kenal Dengan HTI, Saya Langsung Jatuh Hati”
Gus Lubabul: “Saya Warga NU, Tetapi Secara Batiniah Merasa Anggota HTI”
Komentar Beberapa Tokoh Lampung Terhadap Manifesto Hizbut-Tahrir untuk Indonesia
Workshop Ulama Rancaekek Timur:“Saya ingin Khilafah tegak besok”
Tokoh Lampung; Jiwa Kami Tetap Akan Mendukung Perjuangan HTI dalam Menegakkan Khilafah
Kalau Bisa HTI Rutin Memberikan Pencerahan kepada Jamaah
Ustadz Arifin Ilham : Puncak Kesufian Dalam Islam Adalah Dakwah dan Jihad Untuk Tegaknya Syariah dan Khilafah!
Pimpinan Ponpes Nurul Ulum Jember, KH. Abdullah: Kami Jalin Hubungan dengan HTI
Peduli Akan Wajibnya Berhukum Dengan Syariat Islam Kyai Muchlash Zain Undang Para Ulama dan Tokoh Ummat
Ulama Jabar: Kami Akan Terus Mensosialisasikan Wajibnya Syariah dan Khilafah!
Workshop Ulama Jawa Timur I : “Penyatuan Sikap dan Langkah Ulama Untuk Penegakan Syariah”
Ulama Mendukung Hizbut Tahrir Perjuangkan Syariah dan Khilafah

HT Pecahan dari Al-Ikhwan Al-Muslimin?

Kala Sebagian Pemimpin dan Anggota Al-Ikhwan Al-Muslimin Jatuh Hati Kepada Hizbut Tahrir
Syaikh Taqiyudin An-Nabhani Bukan Deflektor dari Gerakan Ikhwan

HT, Perjuangan Menegakkan Al-Khilafah & Jihad:

Tanya Jawab atas Ungkapan “Jihad Bukan Metode untuk Menegakkan al-Khilafah”
Jihad dalam Perspektif Hizbut Tahrir
Ustadz Ahmad Al-Qashash (Media Informasi Hizbut Tahrir Lebanon): Jihad Hukumnya Wajib!
Haji & Jihad
Soal Jawab Amir HT: الجهاد في العمل لإقامة الدولة
Soal Jawab Amir HT (Terjemah): Jihad dalam Perjuangan Untuk Menegakkan Daulah dan Ifadhah dalam Haji
Menyoal Perjuangan Bersenjata Untuk Menegakkan Daulah Islamiyah

HT & Pembahasan Bid’ah:

Jawab Soal Amir HT: Tentang Bid’ah

HT, Syi’ah & Sufy:

Kami Tidak Memiliki Hubungan dengan “Hizbut Tahrir Mesir yang Sufi” atau “Hizbut Tahrir Baru yang Syiah”
Tanya Jawab Amir HT: Hukum Taqiyyah & Syi’ah
Sunni-Syiah dalam Naungan Khilafah
HTI: Konsep Khilafah Islam Berbeda dengan Konsep Imamah Syiah
Syi’ah Dalam Kitab Resmi Hizbut Tahrir

HT & Syi’ah – Khomeini:

Tawaran Hizbut Tahrir Kepada Khameini
Syubhat: Hizbut Tahrir Mau Membai’at Khomeini Sebagai Khalifah?
Tidak Benar HT Pernah Tawarkan Khomeini Menjadi Kholifah

HT & Madzhab:

Hizbut Tahrir Apakah Sebuah Madzhab?
Bagaimana Menyikapi Perbedaan Madzhab
Persoalan Seputar Madzhab
Ahmadiyah: Perbedaan atau Penyimpangan?

HT, Khilafah & Imam Al-Mahdi

Perkataan Imam Bukhari “Fiihi Nazhar” Mengenai Seorang Perawi Hadits Tidak Selalu Melemahkan Haditsnya
Khilafah Bukan Negara Mazhab
Ulama Empat Mazhab Mewajibkan Khilafah
Dalil yang Tegas Tentang Kewajiban Khilafah
Kewajiban Menegakkan Khilafah
Jawab Soal: Hadits Bisyarah
KH. Drs. Hafidz Abdurrahman, MA : Hizbut Tahrir Sudah Punya Master Plan dan Road Map Untuk Menegakkan Khilafah
Ust H. Musthafa A Murtadho: Menegakkan Khilafah: Kewajiban Ulama
Menegakkan Khilafah bukan hanya Kewajiban Hizbut Tahrir
Haram Berdiam Diri Dari Menegakkan Khilafah Dengan Alasan Menunggu Imam Mahdi
Imam Mahdi dan Khilafah
Betulkah Imam Mahdi yang akan Mendirikan Khilafah?
Khilafah Islamiyah Akan Menyatukan Umat di atas Asas Islam dan Akan Mengadopsi Politik Industrialisasi Yang Kuat dan Menyeluruh
Upaya Mendirikan Khilafah
Seputar Dakwah untuk Mendirikan Khilafah
Deradikalisasi: Upaya Menghambat Pendirian Khilafah
Khilafah dan Strategi Industrialisasi Dunia Islam
Khilafah Menyatukan Umat Islam

Siapakah Ahlus Sunnah Wal Jamaa’ah?

Siapakah Aswaja’
Siapakah Aswaja’ (2)
Khilafah Menurut Ahlus Sunnah Wal Jamaah

Bantahan atas Syubhat Seputar HT, Hadits Ahad, Siksa Kubur

An-Nabhani: Hadits Ahad Tidak Diingkari Meski Tidak Menjadi Dalil Dalam Akidah
Pendirian Ibnu Hajar Mengenai Hadits Ahad yang Diperkuat oleh Qarinah
Jubir Hizbut Tahrir Lebanon: Wajib Mempercayai Masalah Siksa Kubur dan Dajjal
Ibnu Burhan: Hadits Ahad Riwayat Bukhari dan Muslim Tidak Qath’i
Khabar Ahad dalam Pandangan Ulama Ushul
Fatâwa Al Azhar Tentang Khabar Ahad
Pandangan Ormas Muhammadiyah & NU Tentang Khabar Ahad dalam Masalah Aqidah
Perbedaan antara Aqidah dan Hukum Syara’
Diskusi Khabar Ahad (Lanjutan I)
Metode Penetapan Aqidah
Al-’Ilmu wa Al-Dzan
Kedudukan Khabar Ahad dalam Masalah Aqidah

HT Memperbolehkan Pornografi?

Tanya Jawab: Menyaksikan Film ‘Panas’ dan Tikaman (Fitnah) Atas Hizbut Tahrir
Tanya Jawab Amir HT: Hukum Menonton Film di Bioskop dan Menonton Film Panas (Porno)?

HT adalah Mu’tazilah? Khawarij?

Apakah HT adalah Khawarij atau Muktazilah?
Bahasan Thariqul Iman (Kitab HT) & Penjelasan Imam Ibnu Qudamah
Pandangan Hizbut Tahrir Tentang Khawarij
Hizbut Tahrir Khawarij?
Bagaimana Mensikapi Kelompok Sempalan?
Sekilas Nasihat Al-’Alim Asy-Syaikh ‘Atha bin Khalil untuk Berhati-Hati Terhadap Vonis Takfir Serampangan

Syabab HT “OMDO”?

”Syabab HT Omdo”?! Inilah Jawaban Al-Qur’an & Al-Sunnah (Jawaban Tuntas Syar’iyyah)
Bicaralah! (Ust. Dr. M. Rahmat Kurnia – DPP HTI)
Edukasi Publik, Sia-sia?
M. Ismail Yusanto: Dukungan Umat Makin Nyata!
Muhammad Saleem (Aktifis Hizbut Tahrir Inggris) : Perubahan Membutuhkan Opini Publik!

Haram Golput?

Parlemen Bukan Satu-satunya Jalan Perubahan (Ada Jalan Lain yang Jelas Syar’i)
Pemilu dan Perubahan
Hukum Islam Atas Koalisi Parpol Islam dan Parpol Sekuler dalam Pandangan Islam
Hukum Islam Menjadi Caleg dalam Sistem Demokrasi
Masih Percaya Pada Demokrasi?
Parpol Islam Kian Pragmatis
Perubahan Revolusioner Perspektif Islam
Tanggapan Hizbut Tahrir Indonesia Terhadap Fatwa MUI Tentang Golput Tahun 2009
Ismail Yusanto: Seharusnya Fatwa Haram Terlibat dalam Sistem Sekuler
Fatwakanlah Wajibnya Menerapkan Syariah Islam!
Jubir HTI, HM Ismail Yusanto: Umat Harus Mendukung Partai Islam Ideologis
Pemilu 2009: Umat Berharap Pada Partai Yang Memperjuangkan Syariah Islam
Komentar Politik : Golput Meningkat, Elit Politik Panik
Partai Islam, Jangan Sekedar Basa-Basi
Ulama dan Khilafah: Islam Agama Sekaligus Negara
Ulama’ Dinilai Karena Sikapnya, Bukan Sebatas Ilmunya
Kedudukan Fatwa dalam Syariat Islam
Ulama Wajib Mengoreksi Penguasa
Bedah Qaidah Ahwanu Al-Syarrain (قاعدة أهون الشرين)
Bolehkah Berdalil Dengan Nabi Yusuf?
Soal Jawab: Partisipasi di dalam Sistem Kufur (Jawaban Amir Hizbut Tahrir Terhadap Penggunaan Hujjah Perbuatan Nabi Yusuf as dan Raja Najasyi)

HT & Ghibah (Menjawab Tuduhan bahwa HT Tukang Ghibah (Konotasi Negatif))

Penjelasan al-’Allamah al-Imam al-Nawawi Tentang Perincian Ghibah (Part. I)
Slide Show Kajian HT Cianjur “Menjaga Lisan & Hukum Ghibah dalam Islam”

HT & Hukum Muqatha’ah

Bolehkah Memutus Hubungan Dengan Sesama Muslim?
Soal Jawab: Hukum Memutus Hubungan (Muqatha’ah) dengan Sesama Muslim

HT Mengabaikan & Menyepelekan Akhlak?

Kritik Syabab atas Para Pencela HT “Menyepelekan Akhlak”

Syabab HT Menikmati Demokrasi?

Inilah Jawaban-Jawaban Kami atas Berbagai Dalih Pembenaran Atas Demokrasi (Kumpulan Makalah Ilmiyyah)
Menjustifikasi Demokrasi dengan Dalih Menikmatinya? (Jawaban Argumentatif)
Menikmati Demokrasi? Apa Kata Imam Sufyan al-Tsauri?
Berterima Kasih Pada Demokrasi?
KH Shiddiq al-Jawi: Islam Menolak Demokrasi
Kerusakan Negeri Oleh Demokrasi
Siapa Diskriminatif?
Dalam Demokrasi, Siapapun Cenderung Jadi Buruk
Dampak Buruk Sistem Demokrasi
Wajah Buruk Demokrasi
Hakikat Buruk Demokrasi
Dengan Demokrasi, Orang Jadi Munafik

Hizbut Tahrir dan Amirnya Tidak Anti Kritik & Koreksi:

Jawab Soal Amir HT: Penolakan Hizbut Tahrir dan Amirnya atas Berbagai Kritik dan Koreksi
Klarifikasi Seputar Penolakan Hizbut Tahrir dan Amirnya atas Kritik dan Koreksi

Hizbut Tahrir Memperbolehkan Mencium Wanita Ajnabiyyah?

Benarkah Hizbut Tahrir Memperbolehkan Mencium Wanita Ajnabiyyah?

Thalabun Nushrah Itu Hukum Syara’ – Metode Dakwah Rasulullah SAW!

Tanya Jawab Amir HT: Thalabun Nushrah
KH Ali Bayanullah Al Hafidz: “Ibadah Haji, Momentum Thalabun Nushrah”
Ustadz Syamsudin Ramadhan : Tholabun Nushroh Metode Syar’i Menegakkan Khilafah
Soal Jawab Thalab an Nushrah
Thalabun-Nushrah: Kunci Perubahan
Thalabun Nushrah Bagian dari Metode Dakwah Rasulullaah SAW

Batas Waktu Kekosongan Tegaknya Al-Khilafah yang Merupakan Kewajiban

Jawab Soal Amir HT: Tenggak Waktu yang Diperbolehkan bagi Kaum Muslimin untuk Menegakkan al-Khilafah
Umat Haram Tanpa Khalifah Lebih Dari Tiga Hari?

Hukum Status Ormas Islam

Jawaban atas Tuduhan Terhadap HTI Terkait Status “Ormas Islam” (I)
Tanya Jawab dengan Amir HT

Kumpulan Bantahan Ilmiyyah atas Berbagai Dalih Pembenaran terhadap Demokrasi

Inilah Jawaban-Jawaban Kami atas Berbagai Dalih Pembenaran Terhadap Demokrasi (Kumpulan Makalah Ilmiyyah)

Kumpulan Nasihat-Nasihat Terkait

Nasehat Berharga Syaikh Thalib Awadallah Kepada Syabab Hizbut Tahrir Dalam Berdebat
Adab-Adab Berdebat dalam Islam (Kajian Kitab Nafsiyyah Islamiyyah)
Nasihat atas Perdebatan yang Tidak Syar’i (Saling Mengolok-Olok, -)
Kecaman Syari’at Terhadap Sifat Takabur & Sikap Melecehkan Lawan Diskusi
Hati-Hati Berfatwa Tanpa Ilmu
Nasihat Asy-Syaikh ‘Atha bin Khalil Atas Pentingnya Iman Terhadap Akhirat (Kajian Tafsir Syaikh ‘Atha)
Adab Bergaul Dengan Sesama Muslim

Kumpulan Download Bantahan Ilmiyyah (File Ppt, Pdf & Word):

Menjawab Syubhat terhadap Ide-ide Hizbut Tahrir ==>direct download, resumeable
Menjawab Syubhat terhadap Ide-ide Hizbut Tahrir ==>alternatif
Bantahan HT atas Tulisan Idrus Ramli

Kumpulan Download E-Book Kitab HT (Arab – Indo)

Download Sebagian E-Book Kitab Hizbut Tahrir (Gratis)
Unduh Kitab-Kitab HTI – 1
Unduh Kitab-Kitab HTI – 2