MENGENAL PEMIKIRAN ASWAJA TOPENG (LIBERAL)
3:56 PM | Author: el-Hafiy
Oleh: Abulwafa Romli (alumnus '94, Pon Pes Lirboyo Kediri JATIM)

Untuk mengenal dan mengungkap Pemikiran Aswaja Topeng, maka harus saya kemukakan terlebih dahulu beberapa poin pembahasan berikut ini:

1- Depinisi Ahlussunnah Waljama’ah
2- Hadis terkait Ahlussunnah Waljama’ah
3- Konotasi hadis Ahlussunnah Waljama’ah
4- Pemikiran yang diklaim sebagai pemikiran Aswaja
5- Topeng

http://www.facebook.com/MembongkarPemikiranAswajaTopeng


1.Depinisi Ahlussunnah Waljama’ah

Ahlussunnah Waljama’ah artinya adalah orang-orang yang meyakini (mengimani), mempraktekkan (mengamalkan) dan memperjuangkan (mendakwahkan) sunah Nabi saw dan sunah para sahabatnya. Sedangkan miturut al-Jurjani dalam kitab Ta’rifat-nya; Ahlussunnah Waljama‘ah adalah penganut kebenaran (ahlul haq), yaitu orang-orang yang meyakini, mempraktekkan dan memperjuangkan kebenaran yang dicapai atau dihasilkan melalui berbagai hujjah (dalil) dan burhan (bukti) dari Allah swt.

Ahlussunnah Waljama’ah adalah lawan dari penganut hawa nafsu (ahlul ahwa`), yaitu mereka (ahlul kiblat / orang Islam) yang keyakinanya berbeda dengan keyakinan Ahlussunnah, seperti kelompok Jabariyyah, Qadariyyah, Rawaafidl (syi'ah ekstrem), Khawaarij, Mu’athilah dan Musyabbihah, di mana setiap kelompok terpecah menjadi 12 kelompok, maka jumlahnya menjadi 72 kelompok. Perkataan al-Jurjani ini sesuai dengan situasi serta kondisi (realita) saat itu. Sedangkan untuk situasi serta kondisi kekinian, pengikut hawa nafsu dan bid'ah (ahlul ahwa' wal bida') di samping kelompok yang telah disebut di atas, juga adalah orang Islam (ahlul qiblat) yang keyakinan, amaliyah dan perjuangannya mengikuti dan/atau terhadap ideologi komunisme (termasuk sosialisme) dan ideologi kapitalisme berikut seperangkat ide, pemikiran, sistem dan hukum yang memancar dari keduanya, seperti sekularisme, liberalisme, libertinisme, pluralisme, singkretisme, demokrasi, HAM, dialog antar agama, doa bersama lintas agama dll.

Karena problem, penyimpangan serta tantangan dari dan terhadap Islam dan kaum muslim itu mengalami perubahan dan perkembangan dari masa kemasa. Jadi Aswaja itu dinamis, tidak stagnan (jumud), sesuai problem, penyimpangan serta tantangan yang ada pada masanya. Sedangkan metode yang dipakai oleh Aswaja pada masa Abu al-Hasan al-As'ari (W.324 H) dan Abu Manshur al-Maturidi (W.333 H) dan tokoh ASWAJA yang lain untuk menjawab problem, penyimpangan dan tantangan pada masa itu, tidak akan bisa menjawab problem, penyimpangan dan tantangan dari dua idiologi di atas. Oleh karena itu doktrin yang diemban dan didakwahkan oleh Wali Quthub abad 19 M, Qadhi Taqiyyuddin An-Nabhani serta para syabab Hizbut Tahrir, adalah doktrin Aswaja pada masa ini, juga sebagai pelengkap serta penyempurna juga kritik terhadap doktrin Aawaja yang telah ada, karena yang namanya manusia itu tidak ada yang sempurna, kecuali baginda Nabi Muhammad saw. Dan kami telah mengerti bahwa bahwa suatu perkara yang dibuat dan dikerjakan oleh manusia selain Rasulullah SAW ketika telah sempurna, maka nampaklah kekurangannya. Dan fakta serta realita Salafush Shalih dan Para Imam Mujtahid juga saling mengkritik, melengkapi dan menyempurnakan, tidak saling menyesatkan (untuk lebih lengkapnya lihat buku saya ‘Nasehat Terbuka Untuk Himasal).

2.Hadis terkait Ahlussunnah Waljama’ah
عن عبد الله بن عمرو بن العاص قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: "افترقت اليهود على إحدى وسبعين ملة وافترقت النصارى على انتين وسبعين ملة وستفترق أمتي على ثلاث وسبعين ملة كلها فى النار إلا ملة واحدة"، قالوا: "من هي يا رسول الله ؟" قال: "من كان على ما أنا عليه وأصحابي". رواه الترمذي فى الإيمان باب ما جاء فى افتراق هذه الأمة من سننه ورواه أيضا الإمام أجمد فى المسند وإسناده صحيح.
Dari Abdulloh ibn al-‘Ash; Rasululloh SAW bersabda: “Umat Yahudi telah terpecah menjadi 71 kelompok, umat Nasrani telah terpecah menjadi 72 kelompok, dan umatku akan terpecah menjadi 73 kelompok di mana semuanya masuk neraka kecuali satu kelompok”. Sahabat bertanya: “Wahai utusan Alloh, siapakah mereka?”. Nabi bersabda: “Siapa saja orang yang berpegang teguh (mengimani, mengamalkan dan mendakwahkan) terhadap sunnah(doktrin, tuntunan atau metode)ku dan (sunnah) para sahabatku”

وفى رواية الطبراني: إفترقت اليهود على إحدى وسبعين فرقة وافترقت النصارى على اثنتين فرقة وستفترف أمتي علي ثلاث وسبعين فر قة واحدة منها ناجية والباقون هلاكى". قالوا : "وما الناجية يا رسول الله؟". قال: "أهل السنة والجماعة"، قالوا: "وما أهل السنة والجماعة؟"، قال: "من كان على ما أنا عليه اليوم وأصحابي".
Dalam riwayat at-Thabarani, Nabi saw. bersabda; ”Yahudi telah terpecah menjadi 71 kelompok. Nasrani telah terpecah menjadi 72 kelompok, dan umatku akan terpecah menjadi 73 kelompok, darinya hanya ada satu kelompok yang selamat, sedang yang lain semuanya rusak”. Shabat bertanya; ”Siapakah kelompok yang selamat itu, wahai Rasulullah ?”. Beliau bersabda; ”Ahlussunah Waljama’ah”. Mereka bertanya; ”Siapakah Ahlussunah Waljama’ah itu ?”. Beliau bersabda; ”Siapa saja orang yang berpegang teguh (meyakini, mempraktekkan dan memperjuangkan) dengan sunah (doktrin, tuntunan atau metode) ku pada hari ini dan (sunah) para shahabatku”.

عن عبد الله بن عمرو رضي الله عنه قال:قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:... وإن بني إسرائيل تفرقت على ثنتين وسبعين ملة وتفترق أمتي على ثلاث وسبعين ملة كلهم فى النار إلا ملة واحدة، قالوا ومن هي يارسول الله؟ قال:ما أنا عليه وأصحابي. أخرجه الترميذي والحاكم.
Dari Abdullah bin ‘Amer RA berkata: “Rasulullah SAW bersabda:”… Dan sesungguhnya Bani Israil telah terpecah menjadi 72 kelompok, dan umatku akan terpecah menjadi 73 kelompok di mana semuanya terjatuh ke neraka, kecuali satu kelompok”. Sahabat bertanya: “Wahai Rasulallah, siapakah mereka?”, beliau bersabda: “(orang-orang yang berpegang teguh terhadap) agama yang aku beserta para sahabatku berpegang teguh terhadapnya”. HR Tirmidzi dan Hakim.

عن معاوية بن أبي سفيان رضي الله عنه أنه قام فينا فقال: ألا إن رسول الله صلى الله عليه وسلم قام فينا فقال: ألا إن من قبلكم من أهل الكتاب افترقوا على ثنتين وسبعين ملة وإن هذه الملة ستفترق على ثلاث وسبعين ثنتان وسبعون فى النار وواحدة فى الجنة وهي الجماعة. زاد ابن يحيى وعمرو فى حديثيهما: وإنه سيخرج من أمتي أقوام تجارى بهم تلك الأهواء كما يتجارى الكلب لصاحبه. وقال عمرو الكلب لصاحبه: لا يبقى منه عرق ولا مفصل إلا دخله. أخرجه أبو داود واللفظ له والدارمي والحاكم وصححه ووافقه الذهبي.
Dari Muawiyah bin Abu Sufyan RA, dia berdiri di antara kami lalu berkata: “Ingat, sesungguhnya Rasulullah SAW pernah berdiri di antara kami lalu beliau bersabda: “Ingat, sesungguhnya orang-orang ahli kitab sebelum kalian telah terpecah menjadi 72 kelompok, dan bahwa kelompok ini akan terpecah menjadi 73 kelompok, di mana yang 72 kelompok terjatuh ke neraka, dan yang satu kelompok selamat masuk surga, yaitu al-Jama’ah”. Ibnu Yahya dan ‘Amer pada kedua hadisnya menambahkan: “Dan sesungguhnya akan keluar dari umatku beberapa kelompok yang diperbudak oleh hawa nafsu seperti penyakit anjing gila memperbudak korbannya”. ‘Amer berkata: “Sehingga tidak tersisa dari korbannya urat dan persendian kecuali dimasukinya”. HR Abu Dawud, al-Darimi dan al-Hakim, dan disahihkan oleh al-Hakim dan al-Dzahabi.

عن أنس بن مالك رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إن بني إسرائيل افترقت على إحدى وسبعين فرقة وإن أمتي ستفترق غلى ثنتين وسبعين فرقة كلها فى النار إلا واحدة وهي الجماعة. أخرجه أحمد وابن ماجه واللفظ له والطبري.
Dari Anas bin Malik berkata: “Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Bani Israil telah terpecah menjadi 71 kelompok, dan umatku akan terpecah menjadi 72 kelompok di mana semuanya terjatuh ke neraka, kecuali satu kelompok, yaitu al-Jama’ah”. HR Ahmad, Ibnu Majah, dan al-Thabari.

عن عوف بن مالك رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ستفترق أمتي على بضع وسبعين فرقة أعظمها فرقة قوم يقيسون الأمور برأيهم فيحرمون الحلال ويحللون الحرام. أخرجه الحاكم وصححه وسكت عنه الذهبي.
Dari ‘Auf bin Malik RA berkata: “Rasulullah SAW bersabda: “Umatku akan terpecah menjadi lebih dari 70 kelompok, di mana mayoritas mereka adalah kelompok yang menganalogkan perkara dengan pendapatnya, lalu mereka mengharamkan yang halal dan menghalalkan yang haram”.HR al-Hakim.

Kesimpulan:

a. Umat Islam terpecah menjadi 73 golongan di mana semuanya terjatuh ke neraka, kecuali satu golongan yang selamat (najiyah), yaitu Ahlussunnah Waljama’ah.

b. Ahlussunnah Waljama’ah adalah Siapa saja orang yang berpegang teguh (mengimani, mengamalkan dan mendakwahkan) terhadap sunnah (doktrin, tuntunan atau metode) Nabi SAW dan (sunnah) para sahabatnya, pada hari di mana beliau Nabi dan para sahabatnya hidup.

c. Ahlussunnah Waljama’ah adalah mereka yang pada hari kiamat, yaitu ketika melintasi Jembatan (as-shirath al-mustaqim) mereka selamat (najiyah), yakni tidak tergelincir dan tercebur ke dalam neraka Jahanam. Bukan yang tergelincir dan terjatuh kedalam neraka lalu diselamatkan (manjiyah/munajjah).

d. Dan Ahlussunnah Waljama’ah adalah ahli surga. Yaitu mereka yang menerima, mengimani, mengamalkan dan mendakwahkan Islam apa adanya, sesuai yang datang dari Nabi SAW dan para sahabat, tidak mengurangi dan tidak pula menambah-nambahnya, dan tidak menghalalkan yang haram dan tidak pula mengharamkan yang halal dengan mengikuti analog akalnya, atau akal-akalan.

Sedangkan mereka yang pada hari kiamat ketika melewati Jembatan yang Lurus tidak tergelincir dan tidak pula terjatuh ke dalam neraka itu bertingkat-tingkat sesuai iman dan amalnya ketika hidup di dunia:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: يرد الناس كلهم ثم يصدرون عنها بأعمالهم. رواه الترميذي وأحمد عن عبد الله بن مسعود.
Rasululloh SAW bersabda: “Manusia semuanya datang ke Jembatan kemudian mereka keluar dari padanya sesuai amal perbuatan mereka”.

وعن عبد الله بن مسعود رضي الله عنه قال: يرد الناس جميعا الصراط، وورودهم قيامهم حول النار، ثم يصدرون عن الصراط بأعمالهم، فمنهم من يمر مثل البرق، ومنهم من يمر مثل الريح، ومنهم من يمر مثل الطير، ومنهم من يمر كأجود الخيل، ومنهم من يمر كأجود الإبل، ومنهم من يمر كعدو الرجل، حتى أن آخرهم مرّاً رجل نوره على موضع أبهامي قدميه يمر فيتكفأ به الصراط، والصراط دحض مزلة، عليه حسك كحسك القتاد، حافتاه ملائكة معهم كلاليب من النار يختطفون بها الناس، وذكر تمام الحديث. رواه ابن أبي حاتم.
Dari Abdulloh ibnu Mas’ud RA berkata: “Semua manusia sampai ke Jembatan. Mereka berdiri di sekitar neraka. Kemudian mereka keluar dari Jembatan dengan amal perbuatannya. Maka di antara mereka ada yang melintas seperti petir, ada yang melintas seperti angin, ada yang melintas seperti burung, ada yang melintas seperti kuda yang cepat, dan ada yang melintas seperti laki-laki berlari. Sehingga akhir mereka yang melintas adalah laki-laki yang cahayanya berada di tempat kedua ibu jari kakinya. Ia melintas dengan cahaya itu meniti Jembatan. Sedangkan Jembatan itu sangat licin dan menggelincirkan. Di atasnya terdapat duri seperti duri pohon kelampis. Di dua tepinya ada banyak malaikat yang membawa besi-besi dari api yang bengkok dan runcing ujungnya untuk mengaiti manusia”.

وفى دقائق الأخبار قال وهب: أن النبي صلى الله عليه وسلم يدعو: يارب سلمْ سلمْ أمتي أمتي ... فيركب الخلائق الجسر حتى يركب بعضهم على بعض، والجسور تضطرب كالسفينة فى البحر فى الريح العاصف، فتجوز الزمرة الأولى كالبرق الخاطف، والزمرة الثانية كالريح العاصف، والزمرة الثالثة كالطير المسرع، والزمرة الرابعة كالفرس الجواد، والزمرة الخامسة كالرجل المسرع، والزمرة السادسة كالماشية، والزمرة السابعة قدر يوم وليلة. وقال بعضهم: قدر شهرين، وبعضهم: قدر سنة وسنتين وثلاث سنين، حتى يكون زمن آخر من يمر على الصراط قدر خمس وعشرين ألف سنة من سني الدنيا.
Dan dalam kitab ‘Daqaiqul Ahbar’ kyai Wahab berkata: “Sesungguhnya Nabi SAW berdoa: “Wahai Tuhan, selamatkanlah umatku, selamatkanlah umatku …”. Lalu segenap mahluk (manusia dan jin) menaiki Jembatan sampai-sampai sebagian mereka menaiki sebagian yang lain. Sedangkan Jembatan itu bergoyang laksana perahu layar di lautan diterpa angin yang bertiup. Lalu golongan pertama dapat melintas seperti petir menyambar, golongan kedua seperti angin bertiup, golongan ketiga seperti burung yang terbang cepat, golongan keempat seperti kuda yang larinya cepat, golongan kelima seperti laki-laki yang berlari cepat, golongan keenam seperti hewan ternak berjalan, dan golongan ketujuh berjlalan kira-kira sehari semalam. Sebagian ulama berkata: “Kira-kira dua bulan”. Dan sebagian yang lain berkata: “Kira-kira setahun, dua tahun, atau tiga tahun”. Sehingga masanya orang yang terakhir melintasi Jembatan adalah kira-kira dua puluh lima ribu tahun, dari tahun-tahun dunia”.

Sedangkan mereka yang tergelincir dan terjatuh kedalam neraka Jahanam kemudian diselamatkan (dikeluarkan), maka mereka itu tidak termasuk Ahlussunnah Waljama’ah, karena seperti pada hadis di atas bahwa Ahlussunnah Waljama’ah adalah kelompok yang selamat (firqah najiyah), bukan kelompok yang diselamatkan setelah tercebur kedalam neraka (manjuwah atau munajjah).
Alloh SWT berfirman:

“Dan tidak ada seorang pun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan. Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut”. TQS Maryam [19]: 71-72.

Ibnu Katsir berkata:
وقوله تعالى: ثم ننجي الذين اتقوا، أي إذا مر الخلائق كلهم على النار وسقط فيها من سقط من الكافرين والعاصين بحسبهم، نجى الله تعالى المؤمنين المتقين منها بحسب أعمالهم، فجوازهم على الصراط وسرعتهم بقدر أعمالهم التي كانت فى الدنيا.
“Firman Alloh SWT (Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa), yakni ketika semua makhluk telah melintas diatas neraka dan telah terjatuh kedalamnya orang-orang yang terjatuh, yakni semua orang kafir dan yang maksiat, maka Alloh ta’ala menyelamatkan orang-orang yang beriman dan bertakwa dari neraka, sesuai amal perbuatannya. Jadi melintasnya mereka di atas Jembatan dan kecepatannya itu sesuai kadar amalnya ketika di dunia.

3.Konotasi Hadis Ahlussunnah Waljama’ah

Hadis Ahlussunnah Waljama’ah di atas membicarakan lintas umat dan lintas agama, yaitu umat dan agama Yahudi, umat dan agama Nasrani (Kristen), dan umat dan agama Islam. Maka saya berasumsi bahwa hadis tersebut adalah semakna (serupa) dengan rentetan ayat al-Qur’an berikut;

“Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri al-kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran padahal mereka mengetahui. Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu. Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam membuat) kebaikan …..”. TQS Al-Baqaroh [2]: 146-148.

Rentetan ayat tersebut berbicara mengenai lintas umat dan lintas agama, yaitu umat dan agama Yahudi, umat dan agama Nasrani, yang keduanya ditunjukkan oleh kalimat “Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri al-kitab (Taurat dan Injil)”, dan umat dan agama Islam, yang ditunjukkan oleh kalimat “Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu”. Kemudian Alloh berfirman; “Maka berlomba-lombalah kamu (dalam membuat) kebaikan”, yang ditujukan kepada umat Islam. Ini sama dengan hadis Aswaja di atas yang membicarakan umat dan agama Yahudi, umat dan agama Nasrani, umat dan agama Islam, lalu membicarakan Ahlussunnah Waljama’ah yang ditujukan kepada umat Islam.

Demikian juga rentetan ayat berikut:

44. Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara Kitab-Kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barang siapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.

45.Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (at-Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka (pun) ada kisasnya. Barang siapa yang melepaskan (hak kisas) nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.

46.Dan Kami iringkan jejak mereka (Nabi Nabi Bani Israil) dengan Isa putera Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.

47. Dan hendaklah orang-orang pengikut Injil, memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah di dalamnya. Barang siapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik.

48.Dan Kami telah turunkan kepadamu Al-Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu Kitab-Kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap Kitab-Kitab yang lain itu; Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah kamus berbuat kebajikan…..”. TQS Al-Maidah [5]: 44-48.

Rentetan ayat di atas juga berbicara lintas umat dan lintas agama seperti halnya rentetan ayat sebelumnya. Dan bukan kebetulan kalau Alloh juga menyeru; “maka berlomba-lombalah kamu berbuat kebajikan…”.

Setelah saya mengemukakan tiga poin pembahasan di atas, maka kesimpulan yang dapat ditarik adalah;

a. Ahlussunnah Waljama’ah adalah orang-orang yang meyakini (mengimani), mempraktekkan (mengamalkan) dan memperjuangkan (mendakwahkan) sunah Nabi saw dan sunah para sahabatnya, hanya itu, tidak yang lain.

b. Ahlussunnah Waljama’ah adalah mereka yang pada hari kiamat, yaitu ketika melintasi Jembatan (as-shirath al-mustaqim) mereka selamat (najiyah), yakni tidak tergelincir dan tercebur ke dalam neraka. Bukan yang tergelincir dan terjatuh ke dalam neraka lalu diselamatkan dan dimasukkan ke dalam surga (manjiyah / munajjah). Jadi Ahlussunnah Waljama’ah adalah Ahli surga (Ahluljannah).

c. Mereka yang selamat itu terbagi menjadi tujuh golongan di mana semuanya termasuk Ahlussunnah Waljama’ah (firqoh najiyah); Golongan pertama melintasi Jembatan dan sampai kesurga seperti petir menyambar, golongan kedua seperti angin bertiup, golongan ketiga seperti burung terbang cepat, golongan keempat seperti kuda berlari cepat, golongan kelima seperti laki-laki berlari cepat, golongan keenam seperti hewan ternak berjalan, dan golongan ketujuh melintasi jembatan kira-kira sehari semalam. Sebagian ulama berkata: “Kira-kira dua bulan”. Dan sebagian yang lain berkata: “Kira-kira setahun, dua tahun, atau tiga tahun”. Sehingga masanya orang yang terakhir melintasi Jembatan adalah kira-kira dua puluh lima ribu tahun, dari tahun-tahun dunia.

d. Mereka yang ketika melintasi Jembatan tergelincir dan terjatuh ke dalam neraka kemudian diselamatkan dan dimasukkan ke dalam surga (firqoh manjiyah / munajjah) sesuai kadar iman dan amalnya ketika di dunia itu tidak termasuk Ahlussunnah Waljama’ah, karena mereka tidak selamat.

e. Konotasi hadis Ahlussunnah Waljama’ah adalah ‘berlomba-lomba berbuat kebaikan’ (fastabiqul khairot), yaitu berlomba-lomba mengimani, mengamalkan dan mendakwahkan sunnah Nabi SAW dan sunnah para sahabatnya, bukan nama madzhab, jama’ah, organisasi, atau kelompok.

f. Maka ketika ada orang yang berkata: “Saya adalah Ahlussunnah Waljama’ah”, konotasinya adalah: a) “Saya mengimani, mengamalkan dan mendakwahkan sunnah Nabi SAW dan sunnah para sahabatnya”, dan b) “Saya adalah ahli surga”. Maka tidak layak, bahkan memalukan bagi orang yang suka ‘merekayasa, berdusta, memitnah dan memprofokasi’ mengklaim sebagi Ahlussunnah Waljama’ah, karena amal tersebut adalah amalnya ahli neraka.

4.Pemikiran Yang Diklaim Sebagai Pemikiran Aswaja

Yang saya maksud di sini adalah pemikiran yang menyalahi atau kontradiksi dengan pemikiran Ahlussunnah Waljamaah (ahli surga) namun diklaim sebagai pemikiran Ahlussunnah Waljamaah. Pemikiran tersebut adalah pemikiran maksiat, munkar, fasik, zalim, bahkan kafir, yakni pemikiran ahli neraka, baik yang abadi di neraka atau yang kemudian diselamatkan dan dimasukkan ke dalam surga.

Pemikiran tersebut adalah pemikiran yang merekayasa, berdusta, memitnah dan memprovokasi. Atau pemikiran yang menolak diterapkannya syariat Islam secara sempurna melalui penegakkan Daulah Khilafah Rosyidah. Atau pemikiran yang memancar dari akidah sekularisme dan materialisme dimana keduanya sebagai landasan pemikiran bagi ideologi kapitalisme dan ideologi komunisme, seperti demokrasi, HAM, nasionalisme, pluralisme, sinkretisme, dialog antar agama, doa bersama lintas agama, dan sosialisme (untuk menjelaskan satu persatunya saya telah menulis buku ‘Rekontruksi Doktrin Ahlus Sunnah Wal Jama’ah dalam Menyongsong Tegaknya Daulah Khilafah Rosyidah’ yang cukup tebal dan insya Alloh akan segera diterbitkan).

5.Topeng

Topeng (wajhun musta’ar) adalah penutup muka berbentuk muka, atau muka buatan dengan berbagai karakternya, dari yang buruk sampai yang ganteng dan cantik, dari jenis manusia atau hewan, bahkan jenis setan dan sebagainya, yang dipakai untuk menyembunyikan dan menyamarkan muka asli, dan menampilkan muka lain yang dikehendaki, atau untuk mengelabuhi dan menipu. Sedangkan topeng dalam tulisan ini adalah klaim Ahlussunnah Waljamaah sebagai ahli surga, yang dipakai oleh ahli-ahli di atas, atau oleh ahli neraka. Tujuannya sangat jelas yaitu untuk menjauhkan umat dari jamaah yang direkayasa, dibohongi, difitnah dan diprofokasi terhadapnya.


http://www.facebook.com/MembongkarPemikiranAswajaTopeng *
Share/Bookmark
This entry was posted on 3:56 PM and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 comments:

Daftar Isi






Kumpulan Bantahan – Jawaban Ilmiyyah HT (Resmi) & Syabab Atas Berbagai Fitnah Terhadap HT

Tanya Jawab Seputar Hizbut Tahrir & Metode Dakwah:

Tanya Jawab Seputar Hizbut Tahrir (1)
Tanya Jawab Seputar Hizbut Tahrir (2)
Tanya Jawab Seputar Hizbut Tahrir (3)
Hizbut Tahrir Adalah Partai Politik Yang Berdiri Sendiri Tidak Mewakili dan Tidak Diwakili Oleh Siapapun
Cara HT Mengungkapkan Dirinya Sendiri
Jawaban Tuntas Pertanyaan Berulang Seputar Khilafah dan Hizbut Tahrir
Mengenal Hizbut Tahrir
Tahapan Dakwah dan Aktivitas Politik Hizbut Tahrir
Jalan Rasulullah saw, Jalan Pasti Menuju Tegaknya Khilafah
Hizbut Tahrir : Dakwah Islam Pemikiran, Politik, dan Tanpa Kekerasan
Kenapa Hizbut Tahrir Partai Politik ?
Memoar Syaikh Abu Arqam (Generasi Awal Hizbut Tahrir)
Sejarah Awal Masuknya Hizbut Tahrir ke Indonesia
Ustadz Abu Zaid (DPP HTI): HT Hanya Meneladani Metode Dakwah Nabi SAW
Jalan Menuju Khilafah
Jalan Utopia Menuju Khilafah
Hizbut Tahir Menilai Berhasil Kenalkan Konsep Khilafah
Fikrah Akidah Islam
Capaian Muktamar Khilafah 2013
Muktamar Khilafah Sia-sia?
Wawancara Koran al Liwa’ dengan Ustadz Ahmad Al-Qashash (Media Informasi Hizbut Tahrir Lebanon) : Hizbut Tahrir Berasaskan Aqidah Islam
Wawancara Wartawan Al Quds Al Arabi dengan Ahmad Al-Khatib (Anggota Media Informasi Hizbut Tahrir) di Palestina
Keterangan Pers: Hizbut Tahrir yang Berjuang untuk Khilafah dengan Garis Perjuangan yang Sudah Tetap Tidak Akan Berhenti Menarik Perhatian Terhadapnya!
Jangan Takut Bergabung dengan Hizbut Tahrir

Koreksi Ilmiyyah HT atas Fitnah & Kesalahan Pemikiran:

Koreksi Atas buku WAMY dan Buku-Buku Derivatnya (Al-Thariiq ilaa Jamaa’at al-Muslimiin)
Koreksi Atas Artikel Sabili: “Menguak Hizbut Tahrir”
Catatan Jubir: HT Elitis?
Beberapa Tanggapan Terhadap Khilafah
Hizbut Tahrir dan Pemboikotan Media Massa (Media Anti Islam)
Hizbut Tahrir adalah Gerakan Islam yang Bekerja Membangun Negara Khilafah yang Merupakan Kewajiban Syariah dengan Metodologi yang Jelas dan Hanya Berdasarkan Syariah yang Benar
Melarang Aspirasi Penegakkan Syariat dan Khilafah Adalah Menentang Karya Agung Para Ulama dan Melestarikan Kerusakan Sistem Demokrasi
Catatan Atas Pemberitaan Seputar Hizbut Tahrir Terkait Konferensi Media Global
Hizbut Tahrir Berjuang Berlandaskan Islam (Tanggapan Atas Artikel Syathah di Surat Kabar Al-Intibahah)
Gerakan Islam dan Masalah Khilafah (Tanggapan Hizbut Tahrir Atas Surat Kabar Al-Ahram)
HT Turki: Siapa yang Mengklaim Adanya Hubungan antara Hizbut Tahrir dengan Ergenekon
Bantahan Terhadap Beberapa Kerancuan Koran asy-Syarq al-Awsath Terhadap Hizbut Tahrir
KETERANGAN PERS: Bantahan Hizbut Tahrir Indonesia Terhadap Buku Ilusi Negara Islam
Ilusi Buku Ilusi Negara Islam
Demokratisasi atau Revitalisasi? (Tanggapan untuk Ahmad Syafii Maarif)
Kenapa Ideologi Islam Dianggap Asing, Sedangkan Kapitalisme Tidak?
Bantahan Terhadap Artikel Dr Syafii Ma’arif
Koran “Shariato Phobia” (Kritik Terhadap The Jakarta Post)
Catatan Jubir HTI: The Jakarta Post dan Bias Media
The Jakarta Post/opinion : Inaccurate and misleading reports on HTI
Mencabut Terorisme dengan Dakwah (Tanggapan Untuk Jawa Pos)
Tanggapan Terhadap Artikel di Koran Ar-Riyadh
HT Turki Bantah Tudingan Media Massa
Hizbut Tahrir Wilayah Lebanon Tolak Tudingan Melakukan Aksi Bersenjata
Keputusan Penuntut Umum Denmark: Membatalkan Tuduhan Palsu Terhadap Hizbut Tahrir
Tanggapan HTI Jawa Barat Atas Berita Berjudul: ”Bangladesh Menahan 27 Penyebar Selebaran” Di Pikiran Rakyat Pada Edisi Ahad, 15 Maret 2009

Amir HT Berjuang Keras Bersama Umat:

Profil Amir HT Ke-1 Al-’Allamah Asy-Syaikh Taqiyuddin An-Nabhani
Profil Amir HT Ke-2 Al-’Alim Asy-Syaikh ‘Abdul Qadim Zallum
Profil Amir HT Ke-3 Al-’Alim Asy-Syaikh ‘Atha bin Khalil Abu Ar-Rasythah
Memoar dari Penjara dan Indahnya Persahabatan bersama Amir Hizbut Tahrir, Al-Alim –Al-Jalil Sheikh Ata bin Khalil Abu al- Rashtah
Alhamdulillah, Facebook dan Twitter Resmi Amir Hizbut Tahrir Al-‘Alim ‘Atha bin Kholil Abu Ar-Rasytah Diluncurkan
Page FB Resmi Amir HT
Website Resmi Amir HT
Amir Hizbut Tahrir: Dukunglah Penegakkan Khilafah
Teks Pidato Amir Hizbut Tahrir Kepada Warga di Suriah
Surat Amir Hizbut Tahrir Kepada Salah Seorang Ulama Al-Azhar Syaikh Hasan al-Janaini yang Menjadi Pejuang Khilafah

Testimoni Sebagian Pandangan Ulama, Tokoh tentang HT & Perjuangan Menegakkan Syari’ah wal Khilafah:

Prof. Hassan Ko Nakata: Hanya Hizbut Tahrir Gerakan Politik Islam yang Memperjuangkan Terealisasinya Khilafah
Salah Satu Guru Besar Al-Azhar Al-Syariif Menjadi Pejuang Khilafah
Brigadir Hussam Alawak Menjelaskan Mengapa Ia Percaya Bahwa Hizbut Tahrir Adalah Kekasih Allah
Kumpulan Testimoni: Kita Akan Dukung Terus Hizbut Tahrir
Buya dan Asatidz Sumbar: Hizbut Tahrir Wadah Perjuangan Para Alim Ulama Untuk Menegakkan Khilafah
Testimoni Ulama: “Saya mahzabnya bukan Rambo yang berjuang sendirian, maka saya bergabung dengan Hizbut Tahrir”
Kiyai Dadang: “Saya Mendukung Hizbut Tahrir Sepenuh Hati, dan Siap Membantu dengan Segenap Kemampuan yang Ada”
Ulama Sumedang, Siap Berjuang Bersama Hizbut Tahrir Untuk terapkan Syariah dan Khilafah
Ulama Banjarnegara: “Begitu Kenal Dengan HTI, Saya Langsung Jatuh Hati”
Gus Lubabul: “Saya Warga NU, Tetapi Secara Batiniah Merasa Anggota HTI”
Komentar Beberapa Tokoh Lampung Terhadap Manifesto Hizbut-Tahrir untuk Indonesia
Workshop Ulama Rancaekek Timur:“Saya ingin Khilafah tegak besok”
Tokoh Lampung; Jiwa Kami Tetap Akan Mendukung Perjuangan HTI dalam Menegakkan Khilafah
Kalau Bisa HTI Rutin Memberikan Pencerahan kepada Jamaah
Ustadz Arifin Ilham : Puncak Kesufian Dalam Islam Adalah Dakwah dan Jihad Untuk Tegaknya Syariah dan Khilafah!
Pimpinan Ponpes Nurul Ulum Jember, KH. Abdullah: Kami Jalin Hubungan dengan HTI
Peduli Akan Wajibnya Berhukum Dengan Syariat Islam Kyai Muchlash Zain Undang Para Ulama dan Tokoh Ummat
Ulama Jabar: Kami Akan Terus Mensosialisasikan Wajibnya Syariah dan Khilafah!
Workshop Ulama Jawa Timur I : “Penyatuan Sikap dan Langkah Ulama Untuk Penegakan Syariah”
Ulama Mendukung Hizbut Tahrir Perjuangkan Syariah dan Khilafah

HT Pecahan dari Al-Ikhwan Al-Muslimin?

Kala Sebagian Pemimpin dan Anggota Al-Ikhwan Al-Muslimin Jatuh Hati Kepada Hizbut Tahrir
Syaikh Taqiyudin An-Nabhani Bukan Deflektor dari Gerakan Ikhwan

HT, Perjuangan Menegakkan Al-Khilafah & Jihad:

Tanya Jawab atas Ungkapan “Jihad Bukan Metode untuk Menegakkan al-Khilafah”
Jihad dalam Perspektif Hizbut Tahrir
Ustadz Ahmad Al-Qashash (Media Informasi Hizbut Tahrir Lebanon): Jihad Hukumnya Wajib!
Haji & Jihad
Soal Jawab Amir HT: الجهاد في العمل لإقامة الدولة
Soal Jawab Amir HT (Terjemah): Jihad dalam Perjuangan Untuk Menegakkan Daulah dan Ifadhah dalam Haji
Menyoal Perjuangan Bersenjata Untuk Menegakkan Daulah Islamiyah

HT & Pembahasan Bid’ah:

Jawab Soal Amir HT: Tentang Bid’ah

HT, Syi’ah & Sufy:

Kami Tidak Memiliki Hubungan dengan “Hizbut Tahrir Mesir yang Sufi” atau “Hizbut Tahrir Baru yang Syiah”
Tanya Jawab Amir HT: Hukum Taqiyyah & Syi’ah
Sunni-Syiah dalam Naungan Khilafah
HTI: Konsep Khilafah Islam Berbeda dengan Konsep Imamah Syiah
Syi’ah Dalam Kitab Resmi Hizbut Tahrir

HT & Syi’ah – Khomeini:

Tawaran Hizbut Tahrir Kepada Khameini
Syubhat: Hizbut Tahrir Mau Membai’at Khomeini Sebagai Khalifah?
Tidak Benar HT Pernah Tawarkan Khomeini Menjadi Kholifah

HT & Madzhab:

Hizbut Tahrir Apakah Sebuah Madzhab?
Bagaimana Menyikapi Perbedaan Madzhab
Persoalan Seputar Madzhab
Ahmadiyah: Perbedaan atau Penyimpangan?

HT, Khilafah & Imam Al-Mahdi

Perkataan Imam Bukhari “Fiihi Nazhar” Mengenai Seorang Perawi Hadits Tidak Selalu Melemahkan Haditsnya
Khilafah Bukan Negara Mazhab
Ulama Empat Mazhab Mewajibkan Khilafah
Dalil yang Tegas Tentang Kewajiban Khilafah
Kewajiban Menegakkan Khilafah
Jawab Soal: Hadits Bisyarah
KH. Drs. Hafidz Abdurrahman, MA : Hizbut Tahrir Sudah Punya Master Plan dan Road Map Untuk Menegakkan Khilafah
Ust H. Musthafa A Murtadho: Menegakkan Khilafah: Kewajiban Ulama
Menegakkan Khilafah bukan hanya Kewajiban Hizbut Tahrir
Haram Berdiam Diri Dari Menegakkan Khilafah Dengan Alasan Menunggu Imam Mahdi
Imam Mahdi dan Khilafah
Betulkah Imam Mahdi yang akan Mendirikan Khilafah?
Khilafah Islamiyah Akan Menyatukan Umat di atas Asas Islam dan Akan Mengadopsi Politik Industrialisasi Yang Kuat dan Menyeluruh
Upaya Mendirikan Khilafah
Seputar Dakwah untuk Mendirikan Khilafah
Deradikalisasi: Upaya Menghambat Pendirian Khilafah
Khilafah dan Strategi Industrialisasi Dunia Islam
Khilafah Menyatukan Umat Islam

Siapakah Ahlus Sunnah Wal Jamaa’ah?

Siapakah Aswaja’
Siapakah Aswaja’ (2)
Khilafah Menurut Ahlus Sunnah Wal Jamaah

Bantahan atas Syubhat Seputar HT, Hadits Ahad, Siksa Kubur

An-Nabhani: Hadits Ahad Tidak Diingkari Meski Tidak Menjadi Dalil Dalam Akidah
Pendirian Ibnu Hajar Mengenai Hadits Ahad yang Diperkuat oleh Qarinah
Jubir Hizbut Tahrir Lebanon: Wajib Mempercayai Masalah Siksa Kubur dan Dajjal
Ibnu Burhan: Hadits Ahad Riwayat Bukhari dan Muslim Tidak Qath’i
Khabar Ahad dalam Pandangan Ulama Ushul
Fatâwa Al Azhar Tentang Khabar Ahad
Pandangan Ormas Muhammadiyah & NU Tentang Khabar Ahad dalam Masalah Aqidah
Perbedaan antara Aqidah dan Hukum Syara’
Diskusi Khabar Ahad (Lanjutan I)
Metode Penetapan Aqidah
Al-’Ilmu wa Al-Dzan
Kedudukan Khabar Ahad dalam Masalah Aqidah

HT Memperbolehkan Pornografi?

Tanya Jawab: Menyaksikan Film ‘Panas’ dan Tikaman (Fitnah) Atas Hizbut Tahrir
Tanya Jawab Amir HT: Hukum Menonton Film di Bioskop dan Menonton Film Panas (Porno)?

HT adalah Mu’tazilah? Khawarij?

Apakah HT adalah Khawarij atau Muktazilah?
Bahasan Thariqul Iman (Kitab HT) & Penjelasan Imam Ibnu Qudamah
Pandangan Hizbut Tahrir Tentang Khawarij
Hizbut Tahrir Khawarij?
Bagaimana Mensikapi Kelompok Sempalan?
Sekilas Nasihat Al-’Alim Asy-Syaikh ‘Atha bin Khalil untuk Berhati-Hati Terhadap Vonis Takfir Serampangan

Syabab HT “OMDO”?

”Syabab HT Omdo”?! Inilah Jawaban Al-Qur’an & Al-Sunnah (Jawaban Tuntas Syar’iyyah)
Bicaralah! (Ust. Dr. M. Rahmat Kurnia – DPP HTI)
Edukasi Publik, Sia-sia?
M. Ismail Yusanto: Dukungan Umat Makin Nyata!
Muhammad Saleem (Aktifis Hizbut Tahrir Inggris) : Perubahan Membutuhkan Opini Publik!

Haram Golput?

Parlemen Bukan Satu-satunya Jalan Perubahan (Ada Jalan Lain yang Jelas Syar’i)
Pemilu dan Perubahan
Hukum Islam Atas Koalisi Parpol Islam dan Parpol Sekuler dalam Pandangan Islam
Hukum Islam Menjadi Caleg dalam Sistem Demokrasi
Masih Percaya Pada Demokrasi?
Parpol Islam Kian Pragmatis
Perubahan Revolusioner Perspektif Islam
Tanggapan Hizbut Tahrir Indonesia Terhadap Fatwa MUI Tentang Golput Tahun 2009
Ismail Yusanto: Seharusnya Fatwa Haram Terlibat dalam Sistem Sekuler
Fatwakanlah Wajibnya Menerapkan Syariah Islam!
Jubir HTI, HM Ismail Yusanto: Umat Harus Mendukung Partai Islam Ideologis
Pemilu 2009: Umat Berharap Pada Partai Yang Memperjuangkan Syariah Islam
Komentar Politik : Golput Meningkat, Elit Politik Panik
Partai Islam, Jangan Sekedar Basa-Basi
Ulama dan Khilafah: Islam Agama Sekaligus Negara
Ulama’ Dinilai Karena Sikapnya, Bukan Sebatas Ilmunya
Kedudukan Fatwa dalam Syariat Islam
Ulama Wajib Mengoreksi Penguasa
Bedah Qaidah Ahwanu Al-Syarrain (قاعدة أهون الشرين)
Bolehkah Berdalil Dengan Nabi Yusuf?
Soal Jawab: Partisipasi di dalam Sistem Kufur (Jawaban Amir Hizbut Tahrir Terhadap Penggunaan Hujjah Perbuatan Nabi Yusuf as dan Raja Najasyi)

HT & Ghibah (Menjawab Tuduhan bahwa HT Tukang Ghibah (Konotasi Negatif))

Penjelasan al-’Allamah al-Imam al-Nawawi Tentang Perincian Ghibah (Part. I)
Slide Show Kajian HT Cianjur “Menjaga Lisan & Hukum Ghibah dalam Islam”

HT & Hukum Muqatha’ah

Bolehkah Memutus Hubungan Dengan Sesama Muslim?
Soal Jawab: Hukum Memutus Hubungan (Muqatha’ah) dengan Sesama Muslim

HT Mengabaikan & Menyepelekan Akhlak?

Kritik Syabab atas Para Pencela HT “Menyepelekan Akhlak”

Syabab HT Menikmati Demokrasi?

Inilah Jawaban-Jawaban Kami atas Berbagai Dalih Pembenaran Atas Demokrasi (Kumpulan Makalah Ilmiyyah)
Menjustifikasi Demokrasi dengan Dalih Menikmatinya? (Jawaban Argumentatif)
Menikmati Demokrasi? Apa Kata Imam Sufyan al-Tsauri?
Berterima Kasih Pada Demokrasi?
KH Shiddiq al-Jawi: Islam Menolak Demokrasi
Kerusakan Negeri Oleh Demokrasi
Siapa Diskriminatif?
Dalam Demokrasi, Siapapun Cenderung Jadi Buruk
Dampak Buruk Sistem Demokrasi
Wajah Buruk Demokrasi
Hakikat Buruk Demokrasi
Dengan Demokrasi, Orang Jadi Munafik

Hizbut Tahrir dan Amirnya Tidak Anti Kritik & Koreksi:

Jawab Soal Amir HT: Penolakan Hizbut Tahrir dan Amirnya atas Berbagai Kritik dan Koreksi
Klarifikasi Seputar Penolakan Hizbut Tahrir dan Amirnya atas Kritik dan Koreksi

Hizbut Tahrir Memperbolehkan Mencium Wanita Ajnabiyyah?

Benarkah Hizbut Tahrir Memperbolehkan Mencium Wanita Ajnabiyyah?

Thalabun Nushrah Itu Hukum Syara’ – Metode Dakwah Rasulullah SAW!

Tanya Jawab Amir HT: Thalabun Nushrah
KH Ali Bayanullah Al Hafidz: “Ibadah Haji, Momentum Thalabun Nushrah”
Ustadz Syamsudin Ramadhan : Tholabun Nushroh Metode Syar’i Menegakkan Khilafah
Soal Jawab Thalab an Nushrah
Thalabun-Nushrah: Kunci Perubahan
Thalabun Nushrah Bagian dari Metode Dakwah Rasulullaah SAW

Batas Waktu Kekosongan Tegaknya Al-Khilafah yang Merupakan Kewajiban

Jawab Soal Amir HT: Tenggak Waktu yang Diperbolehkan bagi Kaum Muslimin untuk Menegakkan al-Khilafah
Umat Haram Tanpa Khalifah Lebih Dari Tiga Hari?

Hukum Status Ormas Islam

Jawaban atas Tuduhan Terhadap HTI Terkait Status “Ormas Islam” (I)
Tanya Jawab dengan Amir HT

Kumpulan Bantahan Ilmiyyah atas Berbagai Dalih Pembenaran terhadap Demokrasi

Inilah Jawaban-Jawaban Kami atas Berbagai Dalih Pembenaran Terhadap Demokrasi (Kumpulan Makalah Ilmiyyah)

Kumpulan Nasihat-Nasihat Terkait

Nasehat Berharga Syaikh Thalib Awadallah Kepada Syabab Hizbut Tahrir Dalam Berdebat
Adab-Adab Berdebat dalam Islam (Kajian Kitab Nafsiyyah Islamiyyah)
Nasihat atas Perdebatan yang Tidak Syar’i (Saling Mengolok-Olok, -)
Kecaman Syari’at Terhadap Sifat Takabur & Sikap Melecehkan Lawan Diskusi
Hati-Hati Berfatwa Tanpa Ilmu
Nasihat Asy-Syaikh ‘Atha bin Khalil Atas Pentingnya Iman Terhadap Akhirat (Kajian Tafsir Syaikh ‘Atha)
Adab Bergaul Dengan Sesama Muslim

Kumpulan Download Bantahan Ilmiyyah (File Ppt, Pdf & Word):

Menjawab Syubhat terhadap Ide-ide Hizbut Tahrir ==>direct download, resumeable
Menjawab Syubhat terhadap Ide-ide Hizbut Tahrir ==>alternatif
Bantahan HT atas Tulisan Idrus Ramli

Kumpulan Download E-Book Kitab HT (Arab – Indo)

Download Sebagian E-Book Kitab Hizbut Tahrir (Gratis)
Unduh Kitab-Kitab HTI – 1
Unduh Kitab-Kitab HTI – 2