Hizbut Tahrir BUKAN Inspirator TERORISME
1:44 AM | Author: el-Hafiy
Pasca ledakan bom dan “pengakuan” Nurdin M Top di http://mediaislam-bushro.blogspot.com/ semalam ada diskusi menarik di TVOne membahas masalah itu.
Dan yang tidak kalah menarik pernyataan/tuduhan mantan Kepala BIN, Hendropriyono yang menyebut, pelaku terorisme itu adalah kelompok Wahhabi. ( sempat disebut 2 nama Ikhwanul Muslimin dan Hizbut Tahrir ).
Untuk menjelaskan dan menegaskan kembali metode dakwah Hizbut Tahrir yang tanpa kekerasan sekaligus menepis beberapa logika dan tuduhan kepada HT berkaitan dengan kekerasan, berikut kami menghadirkan wawancara singkat dengan Ustad Muhammad Ismail Yusanto, Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia ( yang kami kutib dari majalah Al-Waie edisi 65 – Rubrik Hiwar ).
Ustad, Hizbut Tahrir (HT) saat ini eksis di hampir 40 negara, termasuk di negeriBarat yang yang mayoritas non-Muslim. Bisa dijelaskan kembali, apa sebetulnya visi dan misi perjuangan HT di dunia?
Hizbut Tahrir berjuang atau berdakwah untuk melanjutkan kehidupan Islam (li isti’nâf al-hayâh al-islâmiyyah). Artinya, Hizbut Tahrir dengan dakwahnya itu ingin mengajak kaum Muslim di seluruh dunia ke pengamalan kembali seluruh hukum Islam; dalam masalah akidah, ibadah, makanan, minuman, pakaian, akhlak, dakwah, muamalat, dan ‘uqûbât dengan jalan menegakkan Khilafah Islam dan menerapkan syariat Islam secara menyeluruh. HT percaya, bahwa hanya melalui Khilafah sajalah syariah lslam dapat diterapkan secara utuh. Saat itulah kerahmatan Islam yang dijanjikan akan bisa dirasakan oleh seluruh manusia, Muslim atau non-Muslim. Dengan demikian, sesungguhnya apa yang diperjuangkan oleh HT adalah demi umat manusia secara keseluruhan. Bukankah kehidupan masyarakat dunia yang adil, damai, dan sejahtera itu yang mereka inginkan? Mungkinkah itu semua bisa diwujudkan tanpa Islam? Kapitalisme yang kini memimpin dunia telah nyata terbukti gagal mewujudkan tatanan masyarakat yang diidam-idamkan itu. Yang terjadi bukan keadilan dan kesejahteraan. Ketidakadilan justru terjadi dimana-mana—yang besar menindas yang kecil, dan yang kaya makin kaya, sementara yang miskin makin miskin. Bukan pula kedamaian yang ada, melainkan konflik dan peperangan yang terus terjadi. Negeri yang semula damai bahkan sekarang hancur diacak-acak oleh mereka.
Tahrir artinya pembebasan. Artinya, HT memiliki misi ”membebaskan”. Siapa yang dibebaskan? Apakah hanya kaum Muslim? Dibebaskan dari apa atau siapa?
HT memang ingin membebaskan manusia, bukan hanya Muslim, tetapi juga umat manusia secara keseluruhan; dari penghambaan kepada manusia menuju pada ketundukan dan penghambaan kepada tuhannya manusia (tahrîr an-nâs min ‘ibâdah an-nâs ilâ ibâdati Rabb an-nâs). Kenyataan yang kita lihat sekarang ini, manusia pada umumnya dan umat Islam khususnya, tunduk pada ideologi dan kekuatan sekular. Dalam kondisi begini, mereka tentu tidak bisa sepenuhnya melaksanakan syariat Islam sebagai wujud ketaatannya kepada Allah Swt., Zat Yang wajib disembah. Bahkan yang terjadi adalah dipaksakannya atas mereka ideologi dan aturan sekular di berbagai lapangan kehidupan, yang justru bertentangan dengan syariah. Ditambah lagi, kekuatan imperialis memaksa pula penguasa negeri-negeri Muslim untuk tunduk melayani kepentingan ekonomi dan politik mereka. Walhasil, kita semua saat ini sesungguhnya dalam keadaan terjajah. Kita tidak merdeka. Kita terjajah. Di sinilah perlunya gerakan pembebasan. Di sini pula HT berjuang.
Bisa Ustad jelaskan kembali secara singkat dan gamblang tentang metode dakwah HT yang tanpa kekerasan itu?
Perjuangan HT membebaskan manusia melalui tegaknya kembali kehidupan Islam, yang di dalamnya diterapkan syariah Islam, diawali dengan menggugah kesadaran umat Islam akan jatidiri mereka sebagai seorang manusia yang diciptakan Allah untuk beribadah dan mewujudkan kerahmatan Islam di atas muka bumi. Kesadaran ini hanya mungkin dilakukan dengan metode fikriyyah seperti yang dilakukan oleh Rasulullah, yakni memasukkan pemikiran Islam ke dalam diri umat; bukan dengan kekerasan, karena kekerasan tidak akan menghasilkan kesadaran. Sesat pikir hanya bisa diluruskan dengan pikiran baru yang benar, bukan dengan kekerasan.
Apa yang menjadi dasar HT menetapkan metode dakwahnya tanpa kekerasan? Apakah ini hanya taktik saja?
Ini bukan sekadar taktik. HT melakukan ini sebagai ittiba’ (mengikuti) tharîqah (metode) dakwah Rasulullah. Selama dakwahnya di Makkah, meski menghadapi banyak sekali tantangan, termasuk tantangan fisik, Rasulullah tetap fokus pada penyadaran; memanggil akal, rasa, dan nurani manusia ketika itu untuk benar-benar beriman kepada Allah. Terbukti, cara seperti itulah yang telah mengubah banyak orang ketika itu, termasuk Umar bin al-Khaththab, yang awalnya sangat menentang, menjadi pembela Islam yang terkemuka.
Sebagian orang beranggapan, tidak mungkin dalam upaya penegakan syariah dan Khilafah tidak menggunakan kekerasan dan jihad. Bagaimana menurut Ustad?
Perjuangan menegakkan syariah dan Khilafah tentu memerlukan kekuatan, yakni kekuatan politik. Kekuatan politik adalah kekuatan masyarakat didukung oleh ahl al-quwwah (orang-orang yang berpengaruh dan memiliki kekuatan—dana, sarana, politik, termasuk tentu kekuatan militer, dan yang lainnya) yang sama-sama telah memiliki kesadaran politik Islam dan menuntut perubahan kearah Islam. Jadi, kekuatan utama adalah umat yang sadar itu. Di sinilah pentingnya penyadaran umat harus terus menerus dilakukan. Umat yang tidak sadar justru akan menghalangi tegaknya syariah dan Khilafah seperti yang kita lihat sekarang. Mengapa perjuangan penegakan syariah di Indonesia demikian sulit, padahal ini adalah negeri mayoritas Muslim, dan hampir seluruh pejabat tingginya pun Muslim? Jawabannya, ya karena banyak yang belum sadar; mereka bukannya mendukung malah menghalangi perjuangan itu. Umat yang sadar itu pula yang akan membela syariah dan Khilafah dari rongrongan pihak yang tidak suka. Mereka akan membela perjuangan ini dengan segala daya dan kekuatan.
Ada juga yang mengatakan, meski HT mengaklaim berjuangan tanpa kekerasan, suatu saat HT pasti akan menggunakan kekerasan, yaitu pada saat thalab an-nushrah (penggalangan dukungan/pertolongan) dari ahl a-quwwah demi meraih kekuasaan dari umat.
Thalab an-nushrah atau menggalang pertolongan adalah bagian dari metode dakwah Rasulullah saw. sebagaimana terlihat ketika beliau meminta pertolongan kepada kaisar Najasyi. Pertolongan itu diperlukan bagi perlindungan terhadap keberlangsungan dakwah atau untuk meraih kekuasaan sebagaimana yang juga beliau lakukan ketika beliau meminta pertolongan kepada sejumlah kabilah yang kemudian mendukung beliau saat hijrah dari Makkah ke Madinah. Bahwa sang penolong itu memiliki kekuatan fisik dan kemudian dalam menolong itu menggunakan kekerasan, itu adalah hak yang bersangkutan dalam mewujudkan kehendaknya melindungi orang yang ingin dilindungi. Thalab an-nushrah tentu masih relevan dilakukan dewasa ini. Intinya, siapapun orangnya, dengan penyadaran yang baik serta sentuhan rasa dan jiwa yang tepat, akan terdorong untuk mendukung perjuangan ke arah kebaikan. Itulah yang terjadi pada orang-orang berpengaruh yang kemudian menolong Rasul. Itu pula yang insya Allah bakal terjadi pada HT dalam perjuangan menegakkan syariah dan Khifalah dewasa ini.
Ustad, ada yang menuduh HT menginspirasi gerakan kekerasan, benarkah demikian?
Itu fitnah. Memang, segala cara coba ditempuh untuk mendiskreditkan HT. Dari mana mereka bisa mengatakan bahwa HT telah menginspirasi gerakan kekerasan? Bila yang dimaksud adalah seruan jihad dalam pernyataan resmi HT berkenaan dengan invasi AS di Afganistan dan Irak, maka itu adalah seruan wajar. Bahkan, memang harusnya begitu. Serangan fisik haruslah dihadapi dengan kekuatan fisik pula. Kalau kita mengatakan bahwa tindakan kekerasan adalah kejahatan, maka mestinya apa yang dilakukan AS di Afganistan dan Irak yang jelas-jelas menyerang dengan kuatan militer juga harus dinyatakan sebagai kejahatan. Kenyataannya?
Zeyno Baran, Nixon Center, berusaha keras memaksakan pengaitan HT dengan kekerasan. Ia menuduh bahwa peran HT adalah ”memiliterisasi ranah ideologi”. Apakah ideologi HT ideologi radikal?
Itu juga tuduhan palsu dan hanya merupakan upaya untuk meletakkan HT yang memang telah lama ingin dijadikan sebagai sasaran tembak. Istilah ‘militerisasi ranah ideologi’ adalah istilah jadi-jadian yang tidak menemukan faktanya. Bagaimana Anda tahu bahwa ideologi seseorang telah dimiliterkan? Jihad yang sering diserukan oleh HT sebagai jalan perlawanan atas penindasan dan penjajahan yang dilakukan oleh negara Barat di sejumlah negeri Muslim adalah ajaran Islam. Ia menjadi spirit utama perlawanan sejak masa Rasulullah hingga sekarang. Itu tidak bisa diartikan memiliterisasikan ajaran Islam. Apakah orang Islam tidak boleh melawan ketika ditindas? Apakah hanya mereka yang boleh melakukan kekerasan? Bagaimana kalau mereka yang ditindas, apa yang akan mereka lakukan? Tetap menyerukan anti kekerasan?
Tapi, Ustad, ada juga tuduhan lain. Katanya, orang-orang yang keluar dari HT dan murid atau pengikut mereka ada yang setuju, mendukung, atau bahkan terlibat aksi kekerasan. Hal itu mereka jadikan alasan bahwa HT tidak steril dari aksi kekerasan; buktinya ”lulusan” HT begitu. Komentar Ustad?
Dalam HT tidak ada istilah ’lulusan’. Yang keluar atau dikeluarkan dari HT tidak ada lagi hubungannya dengan HT. Siapapun yang menggunakan kekerasan tidak bisa dikaitkan dengan HT. Sebab, thariqah (metode) HT sendiri sangat jelas. Dalam upaya perubahan masyarakat, HT tidak melalui jalan kekerasan (violance).
Lalu seberapa kuat keyakinan HT bahwa metode dakwah tanpa kekerasan itu akan dapat mengantarkan pada tujuan melanjutkan kembali kehidupan Islam? Apakah HT akan terus memegang keyakinannya itu?
Rasulullah Muhammad saw. berhasil menegakkan Daulah Islam yang pertama di Madinah melalui perjuangan tanpa kekerasan. Jihad baru dilakukan Rasul setelah beliau memegang kekuasaan di Madinah. Perang Badar terjadi setelah Rasul hijrah ke Madinah memimpin masyarakat Islam yang pertama di sana. Itulah yang menjadi dasar keyakinan HT. Insya Allah HT akan terus memegang keyakinan itu. [( yang kami kutib dari majalah Al-Waie edisi 65 - Rubrik Hiwar )]
*
Share/Bookmark
This entry was posted on 1:44 AM and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 komentar:

Daftar Isi

hosting murah, gratis domain





Kumpulan Bantahan – Jawaban Ilmiyyah HT (Resmi) & Syabab Atas Berbagai Fitnah Terhadap HT

Tanya Jawab Seputar Hizbut Tahrir & Metode Dakwah:

Tanya Jawab Seputar Hizbut Tahrir (1)
Tanya Jawab Seputar Hizbut Tahrir (2)
Tanya Jawab Seputar Hizbut Tahrir (3)
Hizbut Tahrir Adalah Partai Politik Yang Berdiri Sendiri Tidak Mewakili dan Tidak Diwakili Oleh Siapapun
Cara HT Mengungkapkan Dirinya Sendiri
Jawaban Tuntas Pertanyaan Berulang Seputar Khilafah dan Hizbut Tahrir
Mengenal Hizbut Tahrir
Tahapan Dakwah dan Aktivitas Politik Hizbut Tahrir
Jalan Rasulullah saw, Jalan Pasti Menuju Tegaknya Khilafah
Hizbut Tahrir : Dakwah Islam Pemikiran, Politik, dan Tanpa Kekerasan
Kenapa Hizbut Tahrir Partai Politik ?
Memoar Syaikh Abu Arqam (Generasi Awal Hizbut Tahrir)
Sejarah Awal Masuknya Hizbut Tahrir ke Indonesia
Ustadz Abu Zaid (DPP HTI): HT Hanya Meneladani Metode Dakwah Nabi SAW
Jalan Menuju Khilafah
Jalan Utopia Menuju Khilafah
Hizbut Tahir Menilai Berhasil Kenalkan Konsep Khilafah
Fikrah Akidah Islam
Capaian Muktamar Khilafah 2013
Muktamar Khilafah Sia-sia?
Wawancara Koran al Liwa’ dengan Ustadz Ahmad Al-Qashash (Media Informasi Hizbut Tahrir Lebanon) : Hizbut Tahrir Berasaskan Aqidah Islam
Wawancara Wartawan Al Quds Al Arabi dengan Ahmad Al-Khatib (Anggota Media Informasi Hizbut Tahrir) di Palestina
Keterangan Pers: Hizbut Tahrir yang Berjuang untuk Khilafah dengan Garis Perjuangan yang Sudah Tetap Tidak Akan Berhenti Menarik Perhatian Terhadapnya!
Jangan Takut Bergabung dengan Hizbut Tahrir

Koreksi Ilmiyyah HT atas Fitnah & Kesalahan Pemikiran:

Koreksi Atas buku WAMY dan Buku-Buku Derivatnya (Al-Thariiq ilaa Jamaa’at al-Muslimiin)
Koreksi Atas Artikel Sabili: “Menguak Hizbut Tahrir”
Catatan Jubir: HT Elitis?
Beberapa Tanggapan Terhadap Khilafah
Hizbut Tahrir dan Pemboikotan Media Massa (Media Anti Islam)
Hizbut Tahrir adalah Gerakan Islam yang Bekerja Membangun Negara Khilafah yang Merupakan Kewajiban Syariah dengan Metodologi yang Jelas dan Hanya Berdasarkan Syariah yang Benar
Melarang Aspirasi Penegakkan Syariat dan Khilafah Adalah Menentang Karya Agung Para Ulama dan Melestarikan Kerusakan Sistem Demokrasi
Catatan Atas Pemberitaan Seputar Hizbut Tahrir Terkait Konferensi Media Global
Hizbut Tahrir Berjuang Berlandaskan Islam (Tanggapan Atas Artikel Syathah di Surat Kabar Al-Intibahah)
Gerakan Islam dan Masalah Khilafah (Tanggapan Hizbut Tahrir Atas Surat Kabar Al-Ahram)
HT Turki: Siapa yang Mengklaim Adanya Hubungan antara Hizbut Tahrir dengan Ergenekon
Bantahan Terhadap Beberapa Kerancuan Koran asy-Syarq al-Awsath Terhadap Hizbut Tahrir
KETERANGAN PERS: Bantahan Hizbut Tahrir Indonesia Terhadap Buku Ilusi Negara Islam
Ilusi Buku Ilusi Negara Islam
Demokratisasi atau Revitalisasi? (Tanggapan untuk Ahmad Syafii Maarif)
Kenapa Ideologi Islam Dianggap Asing, Sedangkan Kapitalisme Tidak?
Bantahan Terhadap Artikel Dr Syafii Ma’arif
Koran “Shariato Phobia” (Kritik Terhadap The Jakarta Post)
Catatan Jubir HTI: The Jakarta Post dan Bias Media
The Jakarta Post/opinion : Inaccurate and misleading reports on HTI
Mencabut Terorisme dengan Dakwah (Tanggapan Untuk Jawa Pos)
Tanggapan Terhadap Artikel di Koran Ar-Riyadh
HT Turki Bantah Tudingan Media Massa
Hizbut Tahrir Wilayah Lebanon Tolak Tudingan Melakukan Aksi Bersenjata
Keputusan Penuntut Umum Denmark: Membatalkan Tuduhan Palsu Terhadap Hizbut Tahrir
Tanggapan HTI Jawa Barat Atas Berita Berjudul: ”Bangladesh Menahan 27 Penyebar Selebaran” Di Pikiran Rakyat Pada Edisi Ahad, 15 Maret 2009

Amir HT Berjuang Keras Bersama Umat:

Profil Amir HT Ke-1 Al-’Allamah Asy-Syaikh Taqiyuddin An-Nabhani
Profil Amir HT Ke-2 Al-’Alim Asy-Syaikh ‘Abdul Qadim Zallum
Profil Amir HT Ke-3 Al-’Alim Asy-Syaikh ‘Atha bin Khalil Abu Ar-Rasythah
Memoar dari Penjara dan Indahnya Persahabatan bersama Amir Hizbut Tahrir, Al-Alim –Al-Jalil Sheikh Ata bin Khalil Abu al- Rashtah
Alhamdulillah, Facebook dan Twitter Resmi Amir Hizbut Tahrir Al-‘Alim ‘Atha bin Kholil Abu Ar-Rasytah Diluncurkan
Page FB Resmi Amir HT
Website Resmi Amir HT
Amir Hizbut Tahrir: Dukunglah Penegakkan Khilafah
Teks Pidato Amir Hizbut Tahrir Kepada Warga di Suriah
Surat Amir Hizbut Tahrir Kepada Salah Seorang Ulama Al-Azhar Syaikh Hasan al-Janaini yang Menjadi Pejuang Khilafah

Testimoni Sebagian Pandangan Ulama, Tokoh tentang HT & Perjuangan Menegakkan Syari’ah wal Khilafah:

Prof. Hassan Ko Nakata: Hanya Hizbut Tahrir Gerakan Politik Islam yang Memperjuangkan Terealisasinya Khilafah
Salah Satu Guru Besar Al-Azhar Al-Syariif Menjadi Pejuang Khilafah
Brigadir Hussam Alawak Menjelaskan Mengapa Ia Percaya Bahwa Hizbut Tahrir Adalah Kekasih Allah
Kumpulan Testimoni: Kita Akan Dukung Terus Hizbut Tahrir
Buya dan Asatidz Sumbar: Hizbut Tahrir Wadah Perjuangan Para Alim Ulama Untuk Menegakkan Khilafah
Testimoni Ulama: “Saya mahzabnya bukan Rambo yang berjuang sendirian, maka saya bergabung dengan Hizbut Tahrir”
Kiyai Dadang: “Saya Mendukung Hizbut Tahrir Sepenuh Hati, dan Siap Membantu dengan Segenap Kemampuan yang Ada”
Ulama Sumedang, Siap Berjuang Bersama Hizbut Tahrir Untuk terapkan Syariah dan Khilafah
Ulama Banjarnegara: “Begitu Kenal Dengan HTI, Saya Langsung Jatuh Hati”
Gus Lubabul: “Saya Warga NU, Tetapi Secara Batiniah Merasa Anggota HTI”
Komentar Beberapa Tokoh Lampung Terhadap Manifesto Hizbut-Tahrir untuk Indonesia
Workshop Ulama Rancaekek Timur:“Saya ingin Khilafah tegak besok”
Tokoh Lampung; Jiwa Kami Tetap Akan Mendukung Perjuangan HTI dalam Menegakkan Khilafah
Kalau Bisa HTI Rutin Memberikan Pencerahan kepada Jamaah
Ustadz Arifin Ilham : Puncak Kesufian Dalam Islam Adalah Dakwah dan Jihad Untuk Tegaknya Syariah dan Khilafah!
Pimpinan Ponpes Nurul Ulum Jember, KH. Abdullah: Kami Jalin Hubungan dengan HTI
Peduli Akan Wajibnya Berhukum Dengan Syariat Islam Kyai Muchlash Zain Undang Para Ulama dan Tokoh Ummat
Ulama Jabar: Kami Akan Terus Mensosialisasikan Wajibnya Syariah dan Khilafah!
Workshop Ulama Jawa Timur I : “Penyatuan Sikap dan Langkah Ulama Untuk Penegakan Syariah”
Ulama Mendukung Hizbut Tahrir Perjuangkan Syariah dan Khilafah

HT Pecahan dari Al-Ikhwan Al-Muslimin?

Kala Sebagian Pemimpin dan Anggota Al-Ikhwan Al-Muslimin Jatuh Hati Kepada Hizbut Tahrir
Syaikh Taqiyudin An-Nabhani Bukan Deflektor dari Gerakan Ikhwan

HT, Perjuangan Menegakkan Al-Khilafah & Jihad:

Tanya Jawab atas Ungkapan “Jihad Bukan Metode untuk Menegakkan al-Khilafah”
Jihad dalam Perspektif Hizbut Tahrir
Ustadz Ahmad Al-Qashash (Media Informasi Hizbut Tahrir Lebanon): Jihad Hukumnya Wajib!
Haji & Jihad
Soal Jawab Amir HT: الجهاد في العمل لإقامة الدولة
Soal Jawab Amir HT (Terjemah): Jihad dalam Perjuangan Untuk Menegakkan Daulah dan Ifadhah dalam Haji
Menyoal Perjuangan Bersenjata Untuk Menegakkan Daulah Islamiyah

HT & Pembahasan Bid’ah:

Jawab Soal Amir HT: Tentang Bid’ah

HT, Syi’ah & Sufy:

Kami Tidak Memiliki Hubungan dengan “Hizbut Tahrir Mesir yang Sufi” atau “Hizbut Tahrir Baru yang Syiah”
Tanya Jawab Amir HT: Hukum Taqiyyah & Syi’ah
Sunni-Syiah dalam Naungan Khilafah
HTI: Konsep Khilafah Islam Berbeda dengan Konsep Imamah Syiah
Syi’ah Dalam Kitab Resmi Hizbut Tahrir

HT & Syi’ah – Khomeini:

Tawaran Hizbut Tahrir Kepada Khameini
Syubhat: Hizbut Tahrir Mau Membai’at Khomeini Sebagai Khalifah?
Tidak Benar HT Pernah Tawarkan Khomeini Menjadi Kholifah

HT & Madzhab:

Hizbut Tahrir Apakah Sebuah Madzhab?
Bagaimana Menyikapi Perbedaan Madzhab
Persoalan Seputar Madzhab
Ahmadiyah: Perbedaan atau Penyimpangan?

HT, Khilafah & Imam Al-Mahdi

Perkataan Imam Bukhari “Fiihi Nazhar” Mengenai Seorang Perawi Hadits Tidak Selalu Melemahkan Haditsnya
Khilafah Bukan Negara Mazhab
Ulama Empat Mazhab Mewajibkan Khilafah
Dalil yang Tegas Tentang Kewajiban Khilafah
Kewajiban Menegakkan Khilafah
Jawab Soal: Hadits Bisyarah
KH. Drs. Hafidz Abdurrahman, MA : Hizbut Tahrir Sudah Punya Master Plan dan Road Map Untuk Menegakkan Khilafah
Ust H. Musthafa A Murtadho: Menegakkan Khilafah: Kewajiban Ulama
Menegakkan Khilafah bukan hanya Kewajiban Hizbut Tahrir
Haram Berdiam Diri Dari Menegakkan Khilafah Dengan Alasan Menunggu Imam Mahdi
Imam Mahdi dan Khilafah
Betulkah Imam Mahdi yang akan Mendirikan Khilafah?
Khilafah Islamiyah Akan Menyatukan Umat di atas Asas Islam dan Akan Mengadopsi Politik Industrialisasi Yang Kuat dan Menyeluruh
Upaya Mendirikan Khilafah
Seputar Dakwah untuk Mendirikan Khilafah
Deradikalisasi: Upaya Menghambat Pendirian Khilafah
Khilafah dan Strategi Industrialisasi Dunia Islam
Khilafah Menyatukan Umat Islam

Siapakah Ahlus Sunnah Wal Jamaa’ah?

Siapakah Aswaja’
Siapakah Aswaja’ (2)
Khilafah Menurut Ahlus Sunnah Wal Jamaah

Bantahan atas Syubhat Seputar HT, Hadits Ahad, Siksa Kubur

An-Nabhani: Hadits Ahad Tidak Diingkari Meski Tidak Menjadi Dalil Dalam Akidah
Pendirian Ibnu Hajar Mengenai Hadits Ahad yang Diperkuat oleh Qarinah
Jubir Hizbut Tahrir Lebanon: Wajib Mempercayai Masalah Siksa Kubur dan Dajjal
Ibnu Burhan: Hadits Ahad Riwayat Bukhari dan Muslim Tidak Qath’i
Khabar Ahad dalam Pandangan Ulama Ushul
Fatâwa Al Azhar Tentang Khabar Ahad
Pandangan Ormas Muhammadiyah & NU Tentang Khabar Ahad dalam Masalah Aqidah
Perbedaan antara Aqidah dan Hukum Syara’
Diskusi Khabar Ahad (Lanjutan I)
Metode Penetapan Aqidah
Al-’Ilmu wa Al-Dzan
Kedudukan Khabar Ahad dalam Masalah Aqidah

HT Memperbolehkan Pornografi?

Tanya Jawab: Menyaksikan Film ‘Panas’ dan Tikaman (Fitnah) Atas Hizbut Tahrir
Tanya Jawab Amir HT: Hukum Menonton Film di Bioskop dan Menonton Film Panas (Porno)?

HT adalah Mu’tazilah? Khawarij?

Apakah HT adalah Khawarij atau Muktazilah?
Bahasan Thariqul Iman (Kitab HT) & Penjelasan Imam Ibnu Qudamah
Pandangan Hizbut Tahrir Tentang Khawarij
Hizbut Tahrir Khawarij?
Bagaimana Mensikapi Kelompok Sempalan?
Sekilas Nasihat Al-’Alim Asy-Syaikh ‘Atha bin Khalil untuk Berhati-Hati Terhadap Vonis Takfir Serampangan

Syabab HT “OMDO”?

”Syabab HT Omdo”?! Inilah Jawaban Al-Qur’an & Al-Sunnah (Jawaban Tuntas Syar’iyyah)
Bicaralah! (Ust. Dr. M. Rahmat Kurnia – DPP HTI)
Edukasi Publik, Sia-sia?
M. Ismail Yusanto: Dukungan Umat Makin Nyata!
Muhammad Saleem (Aktifis Hizbut Tahrir Inggris) : Perubahan Membutuhkan Opini Publik!

Haram Golput?

Parlemen Bukan Satu-satunya Jalan Perubahan (Ada Jalan Lain yang Jelas Syar’i)
Pemilu dan Perubahan
Hukum Islam Atas Koalisi Parpol Islam dan Parpol Sekuler dalam Pandangan Islam
Hukum Islam Menjadi Caleg dalam Sistem Demokrasi
Masih Percaya Pada Demokrasi?
Parpol Islam Kian Pragmatis
Perubahan Revolusioner Perspektif Islam
Tanggapan Hizbut Tahrir Indonesia Terhadap Fatwa MUI Tentang Golput Tahun 2009
Ismail Yusanto: Seharusnya Fatwa Haram Terlibat dalam Sistem Sekuler
Fatwakanlah Wajibnya Menerapkan Syariah Islam!
Jubir HTI, HM Ismail Yusanto: Umat Harus Mendukung Partai Islam Ideologis
Pemilu 2009: Umat Berharap Pada Partai Yang Memperjuangkan Syariah Islam
Komentar Politik : Golput Meningkat, Elit Politik Panik
Partai Islam, Jangan Sekedar Basa-Basi
Ulama dan Khilafah: Islam Agama Sekaligus Negara
Ulama’ Dinilai Karena Sikapnya, Bukan Sebatas Ilmunya
Kedudukan Fatwa dalam Syariat Islam
Ulama Wajib Mengoreksi Penguasa
Bedah Qaidah Ahwanu Al-Syarrain (قاعدة أهون الشرين)
Bolehkah Berdalil Dengan Nabi Yusuf?
Soal Jawab: Partisipasi di dalam Sistem Kufur (Jawaban Amir Hizbut Tahrir Terhadap Penggunaan Hujjah Perbuatan Nabi Yusuf as dan Raja Najasyi)

HT & Ghibah (Menjawab Tuduhan bahwa HT Tukang Ghibah (Konotasi Negatif))

Penjelasan al-’Allamah al-Imam al-Nawawi Tentang Perincian Ghibah (Part. I)
Slide Show Kajian HT Cianjur “Menjaga Lisan & Hukum Ghibah dalam Islam”

HT & Hukum Muqatha’ah

Bolehkah Memutus Hubungan Dengan Sesama Muslim?
Soal Jawab: Hukum Memutus Hubungan (Muqatha’ah) dengan Sesama Muslim

HT Mengabaikan & Menyepelekan Akhlak?

Kritik Syabab atas Para Pencela HT “Menyepelekan Akhlak”

Syabab HT Menikmati Demokrasi?

Inilah Jawaban-Jawaban Kami atas Berbagai Dalih Pembenaran Atas Demokrasi (Kumpulan Makalah Ilmiyyah)
Menjustifikasi Demokrasi dengan Dalih Menikmatinya? (Jawaban Argumentatif)
Menikmati Demokrasi? Apa Kata Imam Sufyan al-Tsauri?
Berterima Kasih Pada Demokrasi?
KH Shiddiq al-Jawi: Islam Menolak Demokrasi
Kerusakan Negeri Oleh Demokrasi
Siapa Diskriminatif?
Dalam Demokrasi, Siapapun Cenderung Jadi Buruk
Dampak Buruk Sistem Demokrasi
Wajah Buruk Demokrasi
Hakikat Buruk Demokrasi
Dengan Demokrasi, Orang Jadi Munafik

Hizbut Tahrir dan Amirnya Tidak Anti Kritik & Koreksi:

Jawab Soal Amir HT: Penolakan Hizbut Tahrir dan Amirnya atas Berbagai Kritik dan Koreksi
Klarifikasi Seputar Penolakan Hizbut Tahrir dan Amirnya atas Kritik dan Koreksi

Hizbut Tahrir Memperbolehkan Mencium Wanita Ajnabiyyah?

Benarkah Hizbut Tahrir Memperbolehkan Mencium Wanita Ajnabiyyah?

Thalabun Nushrah Itu Hukum Syara’ – Metode Dakwah Rasulullah SAW!

Tanya Jawab Amir HT: Thalabun Nushrah
KH Ali Bayanullah Al Hafidz: “Ibadah Haji, Momentum Thalabun Nushrah”
Ustadz Syamsudin Ramadhan : Tholabun Nushroh Metode Syar’i Menegakkan Khilafah
Soal Jawab Thalab an Nushrah
Thalabun-Nushrah: Kunci Perubahan
Thalabun Nushrah Bagian dari Metode Dakwah Rasulullaah SAW

Batas Waktu Kekosongan Tegaknya Al-Khilafah yang Merupakan Kewajiban

Jawab Soal Amir HT: Tenggak Waktu yang Diperbolehkan bagi Kaum Muslimin untuk Menegakkan al-Khilafah
Umat Haram Tanpa Khalifah Lebih Dari Tiga Hari?

Hukum Status Ormas Islam

Jawaban atas Tuduhan Terhadap HTI Terkait Status “Ormas Islam” (I)
Tanya Jawab dengan Amir HT

Kumpulan Bantahan Ilmiyyah atas Berbagai Dalih Pembenaran terhadap Demokrasi

Inilah Jawaban-Jawaban Kami atas Berbagai Dalih Pembenaran Terhadap Demokrasi (Kumpulan Makalah Ilmiyyah)

Kumpulan Nasihat-Nasihat Terkait

Nasehat Berharga Syaikh Thalib Awadallah Kepada Syabab Hizbut Tahrir Dalam Berdebat
Adab-Adab Berdebat dalam Islam (Kajian Kitab Nafsiyyah Islamiyyah)
Nasihat atas Perdebatan yang Tidak Syar’i (Saling Mengolok-Olok, -)
Kecaman Syari’at Terhadap Sifat Takabur & Sikap Melecehkan Lawan Diskusi
Hati-Hati Berfatwa Tanpa Ilmu
Nasihat Asy-Syaikh ‘Atha bin Khalil Atas Pentingnya Iman Terhadap Akhirat (Kajian Tafsir Syaikh ‘Atha)
Adab Bergaul Dengan Sesama Muslim

Kumpulan Download Bantahan Ilmiyyah (File Ppt, Pdf & Word):

Menjawab Syubhat terhadap Ide-ide Hizbut Tahrir ==>direct download, resumeable
Menjawab Syubhat terhadap Ide-ide Hizbut Tahrir ==>alternatif
Bantahan HT atas Tulisan Idrus Ramli

Kumpulan Download E-Book Kitab HT (Arab – Indo)

Download Sebagian E-Book Kitab Hizbut Tahrir (Gratis)
Unduh Kitab-Kitab HTI – 1
Unduh Kitab-Kitab HTI – 2

Kumpulan Buku pemikiran IMAM TAQIYUDDIN ANNABHANI

[00] tarif hizbut tahrir.zip
[01] pembentukan partai politik islam.zip
[02] Negara Islam.zip
[03] Titik Tolak Perjalanan Dakwah HT.zip
[04] terjun ke masyarakat.zip
[05] sistem pemerintahan islam.zip
[06] dustur.zip
[07] ahkamush sholat.zip
[08] kaidah kausalitas.zip
[09] dinamika aqidah islam.zip
[10] HADITS AHAD.zip
[11] membangun ekonomi alternatif pasca kapitalisme.zip
[12] Materi-Seputar Gerakan Islam.zip
[13] bunga rampai.zip
[14] tinjauan kritis terhadap asas ideologi sosialisme dan kapitalisme.zip
[16] keniscayaan benturan peradaban.zip
[17] kritik islam terhadap uud 1945.zip
[18] menggugat thagut demokrasi.zip
[19] menghancurkan demokrasi.zip
[20] demokrasi kufur.zip
[21] Bunga Bank Haram.zip
[22] diskursus negara islam.zip
[23] metode perubahan untuk melanjutkan kehidupan islam.zip
[24] sebab-sebab kegoncangan pasar modal.zip
[25] SHARIAH ISLAM INDONESIA.zip
[26] Soal Jawab Seputar Khamer.zip
[27] KHUTBAH AIDUL FITRI 1424 H.zip
[28] marhaban ramadhan.zip
[29] Menjinakkan Kesombongan.zip
[30] serangan amerika untuk menghancurkan islam.zip
[31] 36 SOAL JAWAB.zip
[32] 37-SOAL JAWAB.zip
[33] AMWAL.zip
[34] bayyinat.zip
[35] bendera rasul.zip
[36] cantik.zip
[37] DAKWAH WAJIB.zip
[38] DAKWAH JILID 2.zip
[39] fikrul islam.zip
[40] DARKNESS.zip
[41] dirasat.zip
[42] establish.zip
[43] ips-islam politik spiritual.zip
[45] jihad dan politik.zip
[46] kloning.zip
[47] khilafah-solisi.zip
[48a] kepribadian islam 1.zip
[48b] kepribadian islam ii.zip
[48c] kepribadian islam iii.zip
[49] Manhaj Hizb.zip
[50] selamatkan indonesia dengan syariah.zip
[51] materi dakwah.zip
[52] luruskah akidah anda.zip
[53] mafahim islamiyah.zip