Mereka bicara Khilafah!
IM (Ikhwanul Muslimin) yang tak lepas dari pemikiran Hasan Al-Banna juga berbicara
tentang Khilafah. Disini sengaja saya muat dengan niatan utk mengingatkan para aktivis
pergerakan di Indonesia. Kawan-kawan mitra dakwah yg bergerak di jalur parlementer.
Adapun yg masih murni pemikiranya dengan tarbiyahnya ataupun yg sudah tergabung di PKS.
Karena saat ini ternyata ada kader yg tidak setuju dengan penyatukan negri-negri kaum muslim
dibawah Khilafah dan jg ada yg berbeda pemahaman ttg khilafah.
Firasat saya ketidak setujuan atau ketidak fahaman itu karena ketidaktahuan saja
yang ketika di liqa(pembinaan rutin mingguan) blm dibahas wacana tentang Khilafah ini.
Tulisan ini ditulis dan diringkas oleh salah satu aktivis pergerakan ini.
Semoga bisa menyegarkan pemikian.. Selamat membaca..!!
------------------------------------------------------------
src="http://www.hizbut-tahrir.or.id/container/uploads/2007/10/labibc0.thumbnail.JPG" title="labibc0.JPG">Sesungguhnya penolong kalian hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat seraya tunduk (kepada Allah). Siapa saja yang mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang. (QS al-Maidah [5]: 55-56).
Dalam kitab “Masâil Fiqhiyyah Mukhtârah”, cetakan kedua (2008), karya Syaikh Abu Iyas
Mahmud Abdul Lathif bin Mahmud (Uwaidhah), terdapat jawaban atas pertanyaan seputar Imam Mahdi dan aktivitas untuk menegakkan Khilafah. Mengingat pentingnya masalah ini, maka tulisan ini kami persembahkan kepada para pengunjung situs agar semua dapat mengambil faedah darinya, in sya’ Allah, jika Allah SWT berkehendak.
*
Haram Berdiam Diri Dari Menegakkan Khilafah Dengan Alasan Menunggu Imam Mahdi
Media The Australian (11/12) memuat artikel yang mengingatkan kemenangan dalam perang ideology
merupakan kunci kemenangan dalam menghadapi kelompok Islam yang ingin memperjuangkan syariah dan Khilafah. Dalam artikel yang provokatif yang berjudul Islamists must be preveSEnted from brainwashing kids , penulis melakukan kebohongan dengan mengkaitkan upaya penegakan syariah dan Khilafah sebagai tindakan terorisme . Kemudian dibangun logika untuk menang dalam perang melawan teroris ini adalah dengan mengalahkan ideologynya.
*
The Australian Ingatkan Bahaya Website Hizbut Tahrir Indonesia dalam Perang Ideologi Melawan Kapitalisme
hayatulislam.net - Soal: Bagaimana pandangan Islam terhadap ikhtilath, dan dimana saja
kita bisa berikhtilath? Misalnya boleh ndak kita berikhtilath di sekolahan, pasar/tempat-tempat umum, dan seterusnya?
Jawab: Ikthtilath adalah percampuran antara laki-laki dan wanita. Ikhtilat adalah lawan dari infishal (terpisah). Pada dasarnya, Islam telah mewajibkan pemisahan antara wanita dan laki-laki. Pemisahan ini berlaku umum dalam kondisi apapun, baik dalam kehidupan umum maupun khusus, kecuali ada dalil-dalil yang mengkhususkannya.
“Perumpamaan orang mukmin adalah seperti tanaman yang selalu digoyang oleh angin. Dan orang mukmin senantiasa ditimpa ujian dan cobaan. Sementara, perumpamaan orang munafik adalah seperti pohon Arzi yang tidak digoyang sampai dipanen.” (HR. Muslim)
Istilah ideologis dan pragmatis sering dibenturkan, dalam benak kita muncul paradigma bahwa Partai Islam Ideologis digambarkan sebagai partai yang konsisten dan kadang-kadang terkesan kaku serta tidak pernah mau bergeser dengan metoda perjuangannya. Sedangkan Partai Islam Pragmatis bersikap moderat, realistis dan selalu memanfaatkan setiap peluang yang yang ada untuk kepentingan partainya. Sehingga, Partai Islam Ideologis akan akan tenggelam dalam pemberitaan dan jarang dipublikasikan, sedangkan Partai Islam Pragmatis akan selalu tampil didepan dalam setiap peristiwa-peristiwa yang disorot media, sehingga dianggap partai yang sangat peduli dengan masalah-masalah umat.
Arrahmah.com menerbitkan tulisan yang berjudul "konferensi-khilafah-menyuburkan-khilafiyah" . didalamnya memuat berbagai pertanyaan yang "menyudutkan" HT. Saya akan paparkan pertanyaannya lengkap dengan
jawabannya.
1. . Bidang Aqidah: HT menolak adanya hadits ahad, sehingga mengharamkan untuk mem-percayai siksa kubur, dan akan turunnya Dajjal di akhir zaman
Telah kami dapati sebuah argumen menggelikan dari www.salafy.or.id yang menuduh Hizbut Tahrir (HT) memberontak pada jamaah Islam dan memecah belah umat. Mereka menggunakan dalil : “Siapa yang mendatangi kalian dalam keadaan kalian telah berkumpul/bersatu
dalam satu kepemimpinan, kemudian dia ingin memecah belah jamaah kalian maka perangilah orang tersebut” (HR. Muslim, Ahmad, Abu Daud, dan Annasa’i), terus mereka nyebut hadits-hadits lain yang senada. Nah, Apakah dengan dalil itu Mereka bisa menuduh HT dengan tuduhan Pemberontak sebab selama ini HT memperjuangkan khilafah Islamiah?
Ini adalah pesan untuk semua yang menuduh para Mujahidin dan Ulama Mujahidin hari ini dengan label Khawarij,
Jika kalian menganggap mujahidin khawarij, maka berikan jawaban pada kami dari pertanyaan-pertanyaan berikut.
1. Salah satu ciri Khawarij adalah mereka
dekat dan akrab dengan Kuffar. Coba ungkapkan kepada kami dengan jujur, kapan terakhir kali kalian lihat para Mujahidin menunjukkan keakraban dengan Kuffar? Kapan terakhir kali kalian lihat Mujahidin memberikan senyuman kepada Kuffar dan membuang muka dari orang Muslim?
Telah jelas tuduhan dari sebuah situs yang mengaku salafy yaitu www.salafy.or.id dan www.darussalaf.or.id yang menyatakan bahwa HT adalah organisasi sempalan yang menggunakan cara-cara khawarij dalam perjuangannya serta mempunyai paham mu'tazilah. Yang mau saya tanyakan, apakah benar itu semua?
JAWABAN:
Ungkapan itu fitnah yang keji, kelihatan sekali mereka itu cuman berusaha menyamakan khawarij dan Mutazilah dengan HT (ini karena dua golongan itu sudah dianggap sesat oleh para ulama). Mungkin Mereka mau menghancurkan perjuangan yang dengan susah payah dibangun syeikh Taqiyudin Annabani (sungguh kejam).
Pada dasarnya perbedaan pendapat dalam masalah hadits ahad bukanlah perbedaan pendapat yang sudah memasuki ranah ‘aqidah. Sebab, para ‘ulama sendiri berbeda pendapat dalam masalah ini dan itu sudah masyhur di kalangan mereka. Selain itu, perbedaan semacam ini juga diakibatkan
karena banyak faktor, mulai dari ushul hadits yang berbeda, kaedah tarjih yang berbeda, perbedaan dalam penetapan kriteria hadits termasuk ahad atau mutawatir, dan lain sebagainya. Misalnya, ada sebagian ‘ulama hadits menetapkan syariat kemutawatiran sebuah hadits dikaitkan dengan jumlah. Mereka berpendapat bahwa suatu hadits baru disebut mutawatir jika diriwayatkan lebih dari empat orang. Ada pula yang berpendapat harus diriwayatkan 10 orang dan lain sebagainya. Lantas, kita bisa bertanya, kalau kita berpedoman pada ‘ulama yang berpendapat bahwa syarat mutawatir harus diriwayatkan oleh 10 orang lebih, tentu saja kita akan menolak kemutawatiran berita yang hanya diriwyatkan 4 orang. Padahal, menurut sebagian ‘ulama –bila diriwayatkan empat orang sudah dianggap mutawatir. Lantas, apakah kita akan mengkafirkan ‘ulama lain yang tidak memutawatirkan berita tersebut hanya karena perbedaan kriteria?
Kiai Hasyim Asy’ari yang lahir di Pondok Nggedang, Jombang,
Jawa Timur, 10 April 1875 tidak lepas dari nenek moyangnya yang secara turun-temurun memimpin pesantren. Ayahnya bernama Kiai Asy’ari, pemimpin Pesantren Keras yang berada di sebelah selatan Jombang. Kakeknya, Kiai Ustman, terkenal sebagai pemimpin Pesantren Gedang, yang santrinya berasal dari seluruh Jawa, pada akhir abad 19. Ayah kakeknya, Kiai Sihah, adalah pendiri Pesantren Tambakberas di Jombang.
kembali mengundang kontroversi. Dalam wawancara dengan TV One 29/7/2009) Hendropriyono berusaha mengkaitkan antara terorisme dengan apa yang dia sebut sebagai wahabi radikal. Menurutnya wahabi radikal merupakan lingkungan yang cocok (habitat) bagi terorisme. Tidak hanya itu, Hendropriyono juga mengkaitkan wahabi radikal dengan Hizbut Tahrir dan Ikhwanul Muslimin.
*
Terorisme dan Stigmatif Negatif Perjuangan Syariah dan Khilafah
Pasca ledakan bom dan “pengakuan” Nurdin M Top di http://mediaislam-bushro.blogspot.com/ semalam ada diskusi menarik di TVOne membahas masalah itu.
Dan yang tidak kalah menarik pernyataan/tuduhan
mantan Kepala BIN, Hendropriyono yang menyebut, pelaku terorisme itu adalah kelompok Wahhabi. ( sempat disebut 2 nama Ikhwanul Muslimin dan Hizbut Tahrir ).
Untuk menjelaskan dan menegaskan kembali metode dakwah Hizbut Tahrir yang tanpa kekerasan sekaligus menepis beberapa logika dan tuduhan kepada HT berkaitan dengan kekerasan, berikut kami menghadirkan wawancara singkat dengan Ustad Muhammad Ismail Yusanto, Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia ( yang kami kutib dari majalah Al-Waie edisi 65 – Rubrik Hiwar ).
Beberapa intelektual atau peneliti di dalam maupun luar negeri seperti Zeyno Baran dari The Nixon Centre atau Ariel Cohen, peneliti The Heritage Institute, alumni Bar Ilan University Law School di Tel Aviv, tak henti selalu mencoba mengaitkan HT dengan kegiatan terorisme. Ini jelas merupakan upaya jahat guna menciptakan stigma negatif terhadap gerakan Islam untuk melunturkan kekuatan
perjuangan.
Pada Desember 2004, The Nixon Center, sebuah lembaga penelitian nirlaba di Amerika Serikat yang didirikan oleh mantan Presiden AS Richard Nixon, misalnya, merilis buku berjudul Hizb at-Tahrir: Islam’s Political Insurgency karya Zeyno Baran. Sebagai penulis, Baran mengatakan, tujuan dari bukunya ini adalah untuk memberikan gambaran yang jelas tentang sebuah kelompok yang berada di garis depan dalam pemikiran Islam radikal. Menurutnya, perang melawan terorisme bukanlah perang yang sesungguhnya; perang sesungguhnya adalah perang ideologi. “Terorisme sendiri hanyalah alat; kita harus melihat tujuan politis yang menggunakannya,” tulisnya.
Bagaimana hukum people power atau revolusi menurut syariah Islam? Bagaimana pula sesungguhnya membangun pemerintahan Islam
melalui jalan umat?
Jawab:
People power adalah kekuatan rakyat; biasanya digunakan untuk melakukan perubahan dengan menjatuhkan rezim yang ada, lalu menggantinya dengan rezim yang baru. Perubahan dengan menggunakan kekuatan rakyat ini bisa digunakan untuk tujuan reformasi maupun revolusi, baik untuk mengubah sebagian sistem yang ada maupun mengubah seluruh sistem yang ada dengan sistem yang lain sama sekali.
(sumber : Situs Amir Hizbut Tahrir ; http://hizb-ut-tahrir.info)
Tanya : “Apakah dibolehkan memasuki bioskop untuk melihat film-film yang biasa/wajar? Kemudian apakah dibolehkan untuk melihat film-film “panas”, terkait dengan kenyataan bahwa yang dilihat adalah gambar, bukan tubuh manusia yang sebenarnya? Apa yang wajib dilakukan untuk menghadapi umat islam yang memasukinya, apakah harus menyeru dan melarang mereka, atau
dibiarkan saja?”
Jawab : “Memasuki gedung bioskop untuk melihat film-film yang serius dan benar-benar bermanfaat itu boleh, dengan syarat tempat duduk kelompok putri terpisah dari tempat duduk putra, sebagai mana diharuskan dalam pertemuan-pertemuan dan seminar-seminar. Oleh karena itu hukumnya jaiz(boleh), dengan syarat terpisah antara kelompok pria dengan wanita (infishol).
*
Soal Jawab : Hukum Menonton Film di Bioskop dan Menonton Film Panas (Porno)