PENJAJAHAN MODEL BARU
6:57 PM | Author: el-Hafiy
Kita membaca di buku sejarah atau melihat di film-film dokumenter tentang bagaimana kondisi dan dampak penjajahan Belanda terhadap Indonesia. tergambar jelas disana kondisi masyarakat yang miskin, bodoh (karena tidak boleh sekolah kecuali kalangan tertentu) dan kedholiman terjadi dimanan-mana yang dilakukan Belanda terhadap rakyat, sedangkan orang-orang yang berkehidupan enak/nyaman adalah kaum penjajah,
bangsawan (baik pribumi maupun asing) dan pribumi yang menjadi pengikut atau antek-antek penjajah. nah, bagimana jika kita bandingkan dengan kehidupan sekarang (setelah merdeka dari Belanda)? masyarakat pasti sepakat menjawab sama saja, karena kehidupan sekarang sama susahnya : susah makan, susah sekolah, susah mendapat pekerjaan, susah mendfapat pelayanan kesehatan, semua ditarik pajak yang di masa penjajahna disebut upeti. ummat kita mayoritas hidup dalam kebodohan karena sekolah mahal, rumah sakit banyak berdiri mentereng tapi haram dimasuki rakyat kecil (miskin), Sumber Daya Alam yang begitu kaya dikelola asing, penguasanya memihak kepentingan asing daripada rakyatnya, lalu apa arti sebuah kemerdekaan, jika hidup sama susahnya seperti masa dikuasai Belanda?
menurut Abdurahman Al Maliki dalam bukunya Politik Ekonomi Islam menjelaskan bahwa kaum penjajah merubah taktik penjajahan dengan cara : 1. Memberi kemerdekaan yang semu (sepertinya merdeka padahal masih dikendalikan penjajah) 2. Memberi bantuan ekonomi alis utang yang menjerat, 3. Menempatkan antek-anteknya sebagai pengatur urusan rakyat.
Taktik baru penjajahan (neo imperialisme) sangatlah manjur, kaum penjajah akan sangat resah dan gelisah bila negara yang diberinya kemerdekaan menolak mengambil utang. kaum penjajah akan membuat berbagai kesulitan /keguncangan sehingga ia tunduk dan dengan terpaksa mengambil utang kepada negara-negara penjajah melalui lembaga-lembag keuangan internasional seperti IMF dan Bank Dunia, yang biasanya menawarkan bantuan dalam rangka program restrukturisasi ekonomi untuk pemulihan ekonomi (recovery)
Penjajahn (neo imperialisme) akan terus berlangsung karena itu merupakan metode sistem kapitalis, oleh karena itu ummat ini harus sadar dan bersama-sama berjuang untuk meraih kemerdekaan yang hakiki. yakinlah, hanya khilafah yang dapat membebaskan penjajahan terhadap manusia di seluruh dunia. begitu banyak alasan mengapa hanya khilafah dan pasti khilafah Islamiyah saja. Yang pertama, khilafah merupakan sistem ketatanegaraan satu-satunya yang ada (diakui) dalam Islam (telah diperintahkan Allah dan RasulNya serta telah dicontohkan oleh sahabat dan para ulam salaf). Yang kedua, khiolfah satu-satunya yang bisa menerapkan Islam secara kaffah dan mengembalikan kedaulatan di tangan syara’. Yang ketiga, sistem khilafahlah yang benar-benar memberikan kekuasaan di tangan ummat melalui metode bai’at. yang keempat, hanya khilafahlah yang akan melahirkan pemimpin-pemimpin yang mengurusi rakyatnya sesuai syariat Allah, pemimpin yang berani menentang p[ihak asing yang ingin menjajah karena pemimpin dalam khilafah berprinsip “pemimpin adalah pengembala yang akan dimintai tanggungjawabnya dihadapan Allah terhadap yang dikembalaknnnya.
Dengan kekuatan aqidah , ukhuwah dan kesdaran ummat untuk kembali menerapakan Islam dalam sisitem yamg agung-yang diridhoi Allah- Khilafah Ar-rasyidah ala minhajinnubuwah, insyaAllah Khilafah sebentar lagi akan hadir kembali di tengah ummat, tentu sajadengan perjuangan, pengorbanan dan dakwah terus menerus menuju kesana, dengan pertolongan dan seijin Allah , Khilafah pasti berdiri. *
Share/Bookmark
This entry was posted on 6:57 PM and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 comments: