oleh : Ibnu Sarah
Mawar tertunduk lesu dengan menggemgam sebuah surat dari Tetranychus, pacarnya. Mawar tidak bisa menahan pilu dan tangisnya. Surat Tetranychus berbunyi “ My
Dear, semoga kamu masih dalam perlindungan Allah Sang Pencipta Alam Semesta, sholawat serta salam kita sampaikan kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabatnya.
*

OH PACARKU, MENGAPA KAU TINGGALKAN AKU?
Kita membaca di buku sejarah atau melihat di film-film dokumenter tentang bagaimana kondisi dan dampak penjajahan Belanda terhadap Indonesia. tergambar jelas disana kondisi masyarakat yang miskin, bodoh
(karena tidak boleh sekolah kecuali kalangan tertentu) dan kedholiman terjadi dimanan-mana yang dilakukan Belanda terhadap rakyat, sedangkan orang-orang yang berkehidupan enak/nyaman adalah kaum penjajah,
*

PENJAJAHAN MODEL BARU
Alhamdulillaah adalah kata yang paling tepat untuk selalu diucapkan, mengingat Allaah atas segala yang telah diberikan-Nya kepada manusia. Sesungguhnya Allaah SWT adalah Zat Yang Maha Suci, tidak ada sesuatu pun yang menyertai-Nya dan tidak ada sesuatu pun sebelumnya. Dia adalah hakekat dan kebenaran, Dia menciptakan apapun yang Dia kehendaki. Allaah SWT
berfirman: “orang-orang yang mengingat Allaah baik dalam keadaan berdiri, duduk, ataupun berbaring serta memikirkan penciptaan langit dan bumi seraya berdo’a, “duhai Tuhan kami, tidaklah engkau menciptakan semua ini dengan sia-sia”. Hanya orang berimanlah yang akan senantiasa bersyukur kepada Allaah dengan selalu memikirkan segala hal tentang ciptaan Allaah.
*

BERSYUKUR KEPADA ALLAH
Ikan di akuarium sungguh nikmat dirimu punya majikan yang sangat perhatian memberimu makan membersihkan tempat hidupmu dan selalu menjaga dalam kondisi sehat. Ikan diakuarium kalian punya pemelihara yang baik yang mencintai kalian dan bertanggung jawab sehingga tidak pernah dzolim terhadap kalian, berbeda halnya dengan saudara-saudaraku yang hidup dinegeri ini, para pemimpinya tidak pernah memperhatikan dan membela urusan rakyatnya
sehingga rakyat serba kekurangan, miskin, bodoh dan selalu dalam kesengsaraan. Hanya sebagian minoritas rakyatlah yang hidup dalam kemewahan. Ikan diakuarium, bersyukurlah kalian karena setidaknya pemeliharamu tidak membiarkan kalian dalam kelaparan walaupun hanya diberi makan sisa makanan karena tingginya biaya hidup dinegeri jamrud katulistiwa ini. Beruntung pemeliharamu punya iman sehingga memberimu makan dengan cara halal.
*

IKAN DI AKUARIUM