SYEIKH TAQIYUDDIN DI MATA PARA ULAMA
8:24 AM | Author: el-Hafiy
SYEIKH TAQIYUDDIN DI MATA PARA ULAMA
Ada beberapa orang yang mengatakan bahwa Syeikh Taqiyuddina itu orang sesat, yang pendapatnya nyeleneh, dan tidak diakui oleh ulama-ulama besar.
Permasalahan ini sebenarnya tidak perlu dibahas, sebab orang yang mengatakan hal ini sebenarnya orang awam atau orang begelar “ulama” tetapi dengan kualitas awam, sehingga pernyataannya tidak ada bobot ilmiah yang perlu ditanggapi.
Hanya saja, agar fitnah terkait dengan diri Syeikh Taqiyuddin tidak terus berlanjut, di sini kami akan membahas hal tersebut hakikat yang sebenarnya secara fair. Sebab, membiarkan fitnah terhadap seorang ulama yang mukhlis, sama artinya kita terlibat dalam fitnah tersebut. Namun, jika setelah kami jelaskan, ternyata ada pihak-pihak yang justru semakin bernafsu untuk memfitnah beliau, maka kami berlepas diri (nahnu barii’un minhum), sebab kami sudah menyampaikan hakikat yang sebenarnya, sesuai kemampuan kami.



Sebetulnya, fitnah terhadap seorang ulama itu juga tidak akan merendahkan kualitas ulama tersebut dalam pandangan Allah swt, juga tidak ada nilainya dalam pandangan ulama yang sebenarnya. Allah swt menilai seseorang dari ketaqwaan dan amal sholihnya. Ulama yang sebenarnya, akan menilai kualitas ulama lain dari ketaqwaannya kepada Allah swt dan dari karya-karyanya (kitab-kitab karyanya). Memang, yang mengetahui ketaqwaan seseorang hanya Allah swt, namun ciri-cirinya dapat dikenali oleh orang-orang yang juga bertaqwa kepada Allah swt.
*****
Paling tidak di sini ada kelompok empat kelompok ulama terhadap Syeikh Taqiyuddin.
Pertama, jika yang dimaksud ulama besar, yang tidak mengakui Syeikh Taqiyuddin adalah Imam Syafi’i, Imam Hambali, Imam Nawawi dan lain-lain, tentu saja mereka tidak mengakui Syeikh Taqiyuddin. Bagaimana bisa mereka mengakui Syeikh Taqiyuddin, sementara beliau hidup ratusan tahun setelah para ulama besar itu wafat. Aneh-aneh saja. Jadi, memang tak akan mungkin kita menemukan kitab yang menyatakan bahwa Imam Syafi’i atau selainnya memuji atau mengakui keilmuan Syeikh Taqiyuddin an-Nabhany. Hal ini jelas sesuatu yang mustahil. Tak masuk akal.
Namun, jika kita menelusuri pendapat-pendapat Syeikh Taqiyuddin dengan ulama besar yang mu’tabaroh tersebut, insya Allah tidak ada perbedaan, kecuali hanya pada wilayah-wilayah tertentu yang bersifat khilafiyah di kalangan ulama.
Sebenarnya, yang dibahas Syeikh Taqiyuddin bukan hal baru. Hanya saja, beliau hidup pada masa pasca revolusi industri yang kemudian umat Islam mulai silau dengan kemajuan barat, lalu meninggalkan ajaran Islam, terutama ajaran Islam yang berhubungan dengan sosial kemasyarakatan seperti politik, ekonomi, peradilan dan lain sebagainya. Dampak dari semua fenomena itu adalah runtuhnya Khilafah dan ditinggalkannya syariah Islam dalam masalah sosial oleh umat Islam itu sendiri. Kemudian Syeikh Taqiyuddin bangkit, mengkaji dengan seksama hakikat Islam dan hakikat peradaban barat. Beliau membuat komparasi yang jernih antara tsaqofah Islam dan tsaqofah barat. Lalu beliau mengkritik sistem hidup barat yang diterapkan di dunia Islam dan menyebabkan dunia Islam semakin jauh dari Islam, seperti ide-ide sekularisme, liberalisme, sosialisme, demokrasi, nasionalisme, dan ide-ide lain yang bertentangan dengan Islam. Beliau juga menjelaskan Islam yang bersih dan tidak terkontaminasi dengan peradaban barat. Beliau membahas mulai dari akar hingga daunnya, baik untuk Islam maupun peradaban barat. Sehingga dengan komparasi itu, ajaran Islam dan sistemnya tampak sangat jelas, terutama pada zaman modern sekarang ini. Inilah yang barangkali baru dari Syeikh Taqiyuddin dibandingkan para ulama sebelumnya.
Misalnya, masalah syirkah. Pembahasan ini, bisa kita temukan hampir di semua kitab para ulama yang mu’tabaroh, mislanya Imam Syafi’i, Imam Maliki, Imam Abu Hanifah, Imam Hambali dan lain sebagainya. Namun, dalam kitab beliau-beliau tersebut, belum ada komparasinya dengan sistem syirkah seperti yang ada pada zaman modern ini, seperti perseron terbatas (PT), CV, bursa saham, dan lain sebagainya. Sementara itu, Syeikh Taqiyuddin membahas syirkah seperti pada umumnya, namun beliau juga membandingkannya dengan syirkah-syirkah model kapitalisme. Inilah yang membuat kitab-kitab karya beliau tampak sangat clear dan istimewa. Dan masih banyak lagi contoh yang lain.
Kedua, jika yang dimaksud ulama besar itu adalah ulama al-hukkam (ulama yang menjadi para pengawal penguasa dzalim saat ini), tentu saja mereka tidak mengakui Syeikh Taqiyuddin. Syeikh Taqiyuddin menyuarakan yang haq, tanpa memperhatikan apakah para penguasa dzalim itu senang atau tidak, sementara ulama al-hukkam memang ditugasi dan dibayari untuk menjaga tuannya, dan menghabisi siapa saja yang tak sejalan dengan kepentingan para hukkam (penguasa). Para ulama al-hukkam pasti tidak mengakui Syeikh Taqiyuddin. Ini sesuatu yang sangat jelas, sejelas sinar matahari. Justru aneh, jika ada ulama al-hukkam yang simpati dan mendukung beliau. Hal ini, sama anehnya dengan hujan lebat, tetapi tanah tetap kering kerontang.
Mengapa para penguasan dan ulama al-hukkam membenci Syeikh Taqiyuddin?
Hal ini, sebagaimana diceritakan langsung oleh Syeikh Thalib Awadallah dalam kitab beliau Ahbabullah: Saat Syeikh Taqiyuddin mendakwahkan Islam apa adanya, menyampaikan yang haq adalah haq dan yang bathil adalah bathil, hal itu membuat penguasa waktu itu, raja Abdullah bin Husein, marah besar. Akhirnya, Syeikh Taqiyuddin ditangkap dan ditempatkan di penjara kota, di Amnan, Yordania.
Waktu itu, raja Abdullah mengundang beberapa orang ulama setiap minggu ke istananya di Raghdan. Hal itu mendorong para syeikh meminta raja Abdullah agar membebaskan rekan mereka, yaitu Syeikh Taqiyuddin. Maka tidak ada pilihan bagi raja. Lalu Syeikh Taqiyuddin dihadirkan ke istana kerajaan dengan dihadiri oleh sejumlah syeikh.
Ketika Syeikh Taqiyuddin duduk di tengah mereka, raja Abdullah sambil menatap ke arah beliau, dia berkata: "Dengarkan syeikh, apakah engkau mau berjanji akan berkawan dengan orang yang menjadi kawanku, dan memusuhi orang yang menjadi musuhku?". Syeikh Taqiyuddin memandang raja Abdullah dan beliau tidak menjawab satu patah katapun. Raja Abdullah mengulangi hingga tiga kali dan marah besar.
Pada saat itu, Syeikh Taqiyuddin mengangkat kepala dan berkata: "Sesungguhnya, aku telah berjanji kepada Allah, untuk menjadikan kawan dekat orang-orang yang berwala (loyal dan taat) kepada Allah. Dan aku memusuhi orang-orang yang memusuhi Allah".
Maka raja Abdullah naik pitam dan berteriak: "Engkau adalah syeikh yang sangat berbahaya!!!". Lalu ia berkata kepada tentaranya: "Tangkap dia dan kembalikan dia ke penjara" (Kitab Ahbaabullah, karya Syeikh Thalib Awadallah).
Semenjak saat itu, Syeikh Taqiyuddin memang dijadikan musuh oleh semua raja dan penguasa Arab dan penguasa-penguasa lain di seluruh dunia, terutama negara-negara Barat. Para penguasa itu melakukan berbagai hal untuk membunuh diri dan karakter Syeikh Taqiyuddin. Salah satu caranya, yaitu dengan membayar para “ulama-ulama” terkemuka yang dapat dibayar untuk mendustakan dan membuat kebohongan kepada Syeikh Taqiyuddin an-Nabhani.
Makanya, sangat tidak mengherankan jika kemudian banyak sekali kitab-kitab dari “ulama” (dalam tanda petik) yang menyerang dan mendiskreditkan Syeikh Taqiyuddin. Oleh karena itu, jika ada kitab yang menjelekkan dan mendiskreditkan beliau, sangat mudah untuk mengeceknya, pasti “ulama” tersebut punya jabatan tertentu di pemerintahan dzalim, atau ada hubungan dengan “ulama” dzalim tersebut, atau mengidolakan “ulama” dzalim, atau sekedar terprovokasi oleh “ulama” dzalim tersebut. Ulama mukhlis tidak akan pernah menulis kitab yang isinya memfitnah ulama lain, apalagi yang berjuang untuk tegaknya Islam.
Ulama-ulama yang ikhlas, pasti lebih memilih diam jika tidak tahu hakikat yang sebenarnya; atau jika mereka telah tahu hakikatnya maka mereka pasti mendukung dan membela ulama mukhlis yang memperjuangkan Islam
Ketiga, jika yang dimaksud adalah ulama besar yang tak kenal beliau dan tak pernah membaca karya beliau, maka ini sangat wajar jika mereka tidak mendukung atau mengakui keilmuan beliau. Bagaimana seseorang bisa mengakui keilmuan orang lain, jika mereka belum kenal dengan orang tersebut atau belum membaca kitab karya ulama tersebut??? Insya Allah, orang yang sudah kenal dan membaca karya Syeikh Taqiyuddin, dengan jujur mereka akan mengakui keilmuan dan keikhlasan beliau.
Saat ini, sesungguhnya masih banyak ulama-ulama besar yang hanif dan mukhlis. Ulama-ulama yang seperti ini biasanya jauh dari hingar-bingar politik dan kekuasaan model machiavelis. Dan banyak diantara mereka yang tidak mengenal atau tidak mengetahui Syeikh Taqiyuddin dan perjuangannya. Sebab, informasi tentang Syeikh Taqiyuddin memang telah diboikot oleh para penguasa dunia saat ini, baik yang di Arab, atau non Arab. Terlebih lagi, banyak sekali informasi negatif tentang beliau, misalnya ada yang mengatakan bahwa beliau adalah gembong muktazilah gaya baru, dan lain sebagainya. Sementara itu, para ulama tadi tidak memiliki akses yang cukup atau waktu yang luang untuk tabayyun mengenai Syeikh Taqiyuddin. Akhirnya, para ulama tersebut lebih memilih diam dan tidak berkomentar apapun tentang beliau. Mereka tidak mendukung karena khawatir beliau dan perjuangannya seperti yang difitnahkan orang, tetapi mereka juga tidak mencela karena khawatir celaan tersebut merupakan fitnah bagi ulama lain.
Keempat, ulama-ulama yang mengenal beliau, mengetahui keilmuan dan keikhlasannya, serta memahami hakikat perjuangannya. Ulama-ulama ini biasanya ikut bergabung dan mendukung dakwah sesuai kemampuan masing-masing. Atau paling tidak, para ulama ini mendukung, jika tidak bisa bergabung dalam barisan dakwah karena berbagai alasan yang tidak memungkinkannya. Jumlah ulama yang seperti ini, jumlahnya sungguh sangat banyak, mungkin ratusan ribu ulama, baik yang skala internasional, nasional, atau lokal.
Untuk yang level internasional, misalnya Syeikh Abdul Qadim Zallum, Syeikh Fathy Muhammad Salim, Syeikh Ahmad Da’ur, dan masih sangat banyak lagi. Tentang masalah ini, dapat dilihat lebih detil dalam kitab Ahbabullah karya Syeikh Thalib Awadallah, atau buku Tsaqofah dan Metode Hizbut Tahrir dalam Menegakkan Negara Khilafah Islamiyah, karya Ust Muhammad Muhsin Rodli.
Ulama-ulama seperti tersebar di berbagai benua dan dunia. Mereka berbondong-bondong mendukung dan berjuang bersama-sama menegakkan syariah Islam dalam bingkai Khilafah Islamiyah. Mereka, mengikhlaskan niat dan menancapkan tekad untuk berjuang bersama komponen umat yang lain. Ulama tipe ini, tak ada yang ditakuti kecuali hanya Allah swt. Mereka tidak mengharapkan apapun kecuali ridlo dari Allah swt.
*****
Jadi, sikap para ulama terhadap Syeikh Taqiyuddin dan perjuangannya, sama dengan sikap manusia pada umumnya. Mereka yang memiliki kepentingan duniawi baik berupa pangkat seperti mufti, duduk di majlis ulama, dan mendapat berbagai fasilitas dan kemulian dari para penguasa, mereka berada di garda terdepan dalam memfitnah, mendiskreditkan dan mencaci Syeikh Taqiyuddin. Mereka berusaha sekuat tenaga agar umat semakin jauh dari ide-ide syariah dan Khilafah.
Sementara ulama hanif, yang belum memahami dan mengetahui tentang beliau, cenderung bersikap netral, dan diam. Mereka tidak mencaci, tidak menghalangi, namun juga tidak mendukung. Mereka, masih terus melihat berkembangan. Mereka belum mengambil sikap apapun terkait masalah ini, karena memang belum mengetahui hakikat yang sebenarnya. Insya Allah, saat informasi yang valid sampai kepada mereka, mereka pasti akan mengambil sikap layaknya sikap ulama warosatul an-biya’.
Sedangkan ulama hanif yang sudah bersentuhan dengan ide-ide beliau dan mengkaji kitab beliau, mereka kemudian memutuskan untuk bergabung bersama umat untuk memperjuangkan tegaknya Islam, yaitu dengan tegaknya syariah dalam bingkai Khilafah. Mereka berada di garda terdepan dalam perjuangan mulia ini.
Sementara itu, Syeikh Taqiyuddin sendiri saat masih hidup sama sekali TIDAK BERHARAP pengakuan dari manusia atas kitab-kitab beliau dan perjuangan beliau. Beliau berjuang hanya untuk mengharap ridlo Allah swt dan berjuang untuk kebaikan umat ini. Terlebih lagi setelah beliau wafat dalam perjuangan ini. Maka setiap ada orang yang beramal kebaikan karena penjelasan beliau, maka beliau insya Allah akan mendapat pahala amal jariyah dan ilmu yang bermanfaat. Sementara itu, jika beliau difitnah, maka kebaikan beliau akan semakin bertambah, sementara orang-orang yang memfitnah beliau amal kebaikannya akan terus berkurang hingga menjadi orang yang muflis (orang yang bangkrut). Padahal, orang yang sudah terlanjur memfitnah dan menghina beliau, tidak memiliki kesempatan untuk meminta maaf kepada beliua, karena beliau sudah berada di sisi Allah swt. Semoga Allah meridloi engkau wahai syeikh...
Semoga kita semua ikhlas berjuang dan tetap istiqomah dalam perjuangan hingga kita semua kembali kepada Allah swt.
Wallahu a’lam.
Oleh Ust.Choirul Anam
*
Share/Bookmark
This entry was posted on 8:24 AM and is filed under , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 komentar:

Daftar Isi

hosting murah, gratis domain





Kumpulan Bantahan – Jawaban Ilmiyyah HT (Resmi) & Syabab Atas Berbagai Fitnah Terhadap HT

Tanya Jawab Seputar Hizbut Tahrir & Metode Dakwah:

Tanya Jawab Seputar Hizbut Tahrir (1)
Tanya Jawab Seputar Hizbut Tahrir (2)
Tanya Jawab Seputar Hizbut Tahrir (3)
Hizbut Tahrir Adalah Partai Politik Yang Berdiri Sendiri Tidak Mewakili dan Tidak Diwakili Oleh Siapapun
Cara HT Mengungkapkan Dirinya Sendiri
Jawaban Tuntas Pertanyaan Berulang Seputar Khilafah dan Hizbut Tahrir
Mengenal Hizbut Tahrir
Tahapan Dakwah dan Aktivitas Politik Hizbut Tahrir
Jalan Rasulullah saw, Jalan Pasti Menuju Tegaknya Khilafah
Hizbut Tahrir : Dakwah Islam Pemikiran, Politik, dan Tanpa Kekerasan
Kenapa Hizbut Tahrir Partai Politik ?
Memoar Syaikh Abu Arqam (Generasi Awal Hizbut Tahrir)
Sejarah Awal Masuknya Hizbut Tahrir ke Indonesia
Ustadz Abu Zaid (DPP HTI): HT Hanya Meneladani Metode Dakwah Nabi SAW
Jalan Menuju Khilafah
Jalan Utopia Menuju Khilafah
Hizbut Tahir Menilai Berhasil Kenalkan Konsep Khilafah
Fikrah Akidah Islam
Capaian Muktamar Khilafah 2013
Muktamar Khilafah Sia-sia?
Wawancara Koran al Liwa’ dengan Ustadz Ahmad Al-Qashash (Media Informasi Hizbut Tahrir Lebanon) : Hizbut Tahrir Berasaskan Aqidah Islam
Wawancara Wartawan Al Quds Al Arabi dengan Ahmad Al-Khatib (Anggota Media Informasi Hizbut Tahrir) di Palestina
Keterangan Pers: Hizbut Tahrir yang Berjuang untuk Khilafah dengan Garis Perjuangan yang Sudah Tetap Tidak Akan Berhenti Menarik Perhatian Terhadapnya!
Jangan Takut Bergabung dengan Hizbut Tahrir

Koreksi Ilmiyyah HT atas Fitnah & Kesalahan Pemikiran:

Koreksi Atas buku WAMY dan Buku-Buku Derivatnya (Al-Thariiq ilaa Jamaa’at al-Muslimiin)
Koreksi Atas Artikel Sabili: “Menguak Hizbut Tahrir”
Catatan Jubir: HT Elitis?
Beberapa Tanggapan Terhadap Khilafah
Hizbut Tahrir dan Pemboikotan Media Massa (Media Anti Islam)
Hizbut Tahrir adalah Gerakan Islam yang Bekerja Membangun Negara Khilafah yang Merupakan Kewajiban Syariah dengan Metodologi yang Jelas dan Hanya Berdasarkan Syariah yang Benar
Melarang Aspirasi Penegakkan Syariat dan Khilafah Adalah Menentang Karya Agung Para Ulama dan Melestarikan Kerusakan Sistem Demokrasi
Catatan Atas Pemberitaan Seputar Hizbut Tahrir Terkait Konferensi Media Global
Hizbut Tahrir Berjuang Berlandaskan Islam (Tanggapan Atas Artikel Syathah di Surat Kabar Al-Intibahah)
Gerakan Islam dan Masalah Khilafah (Tanggapan Hizbut Tahrir Atas Surat Kabar Al-Ahram)
HT Turki: Siapa yang Mengklaim Adanya Hubungan antara Hizbut Tahrir dengan Ergenekon
Bantahan Terhadap Beberapa Kerancuan Koran asy-Syarq al-Awsath Terhadap Hizbut Tahrir
KETERANGAN PERS: Bantahan Hizbut Tahrir Indonesia Terhadap Buku Ilusi Negara Islam
Ilusi Buku Ilusi Negara Islam
Demokratisasi atau Revitalisasi? (Tanggapan untuk Ahmad Syafii Maarif)
Kenapa Ideologi Islam Dianggap Asing, Sedangkan Kapitalisme Tidak?
Bantahan Terhadap Artikel Dr Syafii Ma’arif
Koran “Shariato Phobia” (Kritik Terhadap The Jakarta Post)
Catatan Jubir HTI: The Jakarta Post dan Bias Media
The Jakarta Post/opinion : Inaccurate and misleading reports on HTI
Mencabut Terorisme dengan Dakwah (Tanggapan Untuk Jawa Pos)
Tanggapan Terhadap Artikel di Koran Ar-Riyadh
HT Turki Bantah Tudingan Media Massa
Hizbut Tahrir Wilayah Lebanon Tolak Tudingan Melakukan Aksi Bersenjata
Keputusan Penuntut Umum Denmark: Membatalkan Tuduhan Palsu Terhadap Hizbut Tahrir
Tanggapan HTI Jawa Barat Atas Berita Berjudul: ”Bangladesh Menahan 27 Penyebar Selebaran” Di Pikiran Rakyat Pada Edisi Ahad, 15 Maret 2009

Amir HT Berjuang Keras Bersama Umat:

Profil Amir HT Ke-1 Al-’Allamah Asy-Syaikh Taqiyuddin An-Nabhani
Profil Amir HT Ke-2 Al-’Alim Asy-Syaikh ‘Abdul Qadim Zallum
Profil Amir HT Ke-3 Al-’Alim Asy-Syaikh ‘Atha bin Khalil Abu Ar-Rasythah
Memoar dari Penjara dan Indahnya Persahabatan bersama Amir Hizbut Tahrir, Al-Alim –Al-Jalil Sheikh Ata bin Khalil Abu al- Rashtah
Alhamdulillah, Facebook dan Twitter Resmi Amir Hizbut Tahrir Al-‘Alim ‘Atha bin Kholil Abu Ar-Rasytah Diluncurkan
Page FB Resmi Amir HT
Website Resmi Amir HT
Amir Hizbut Tahrir: Dukunglah Penegakkan Khilafah
Teks Pidato Amir Hizbut Tahrir Kepada Warga di Suriah
Surat Amir Hizbut Tahrir Kepada Salah Seorang Ulama Al-Azhar Syaikh Hasan al-Janaini yang Menjadi Pejuang Khilafah

Testimoni Sebagian Pandangan Ulama, Tokoh tentang HT & Perjuangan Menegakkan Syari’ah wal Khilafah:

Prof. Hassan Ko Nakata: Hanya Hizbut Tahrir Gerakan Politik Islam yang Memperjuangkan Terealisasinya Khilafah
Salah Satu Guru Besar Al-Azhar Al-Syariif Menjadi Pejuang Khilafah
Brigadir Hussam Alawak Menjelaskan Mengapa Ia Percaya Bahwa Hizbut Tahrir Adalah Kekasih Allah
Kumpulan Testimoni: Kita Akan Dukung Terus Hizbut Tahrir
Buya dan Asatidz Sumbar: Hizbut Tahrir Wadah Perjuangan Para Alim Ulama Untuk Menegakkan Khilafah
Testimoni Ulama: “Saya mahzabnya bukan Rambo yang berjuang sendirian, maka saya bergabung dengan Hizbut Tahrir”
Kiyai Dadang: “Saya Mendukung Hizbut Tahrir Sepenuh Hati, dan Siap Membantu dengan Segenap Kemampuan yang Ada”
Ulama Sumedang, Siap Berjuang Bersama Hizbut Tahrir Untuk terapkan Syariah dan Khilafah
Ulama Banjarnegara: “Begitu Kenal Dengan HTI, Saya Langsung Jatuh Hati”
Gus Lubabul: “Saya Warga NU, Tetapi Secara Batiniah Merasa Anggota HTI”
Komentar Beberapa Tokoh Lampung Terhadap Manifesto Hizbut-Tahrir untuk Indonesia
Workshop Ulama Rancaekek Timur:“Saya ingin Khilafah tegak besok”
Tokoh Lampung; Jiwa Kami Tetap Akan Mendukung Perjuangan HTI dalam Menegakkan Khilafah
Kalau Bisa HTI Rutin Memberikan Pencerahan kepada Jamaah
Ustadz Arifin Ilham : Puncak Kesufian Dalam Islam Adalah Dakwah dan Jihad Untuk Tegaknya Syariah dan Khilafah!
Pimpinan Ponpes Nurul Ulum Jember, KH. Abdullah: Kami Jalin Hubungan dengan HTI
Peduli Akan Wajibnya Berhukum Dengan Syariat Islam Kyai Muchlash Zain Undang Para Ulama dan Tokoh Ummat
Ulama Jabar: Kami Akan Terus Mensosialisasikan Wajibnya Syariah dan Khilafah!
Workshop Ulama Jawa Timur I : “Penyatuan Sikap dan Langkah Ulama Untuk Penegakan Syariah”
Ulama Mendukung Hizbut Tahrir Perjuangkan Syariah dan Khilafah

HT Pecahan dari Al-Ikhwan Al-Muslimin?

Kala Sebagian Pemimpin dan Anggota Al-Ikhwan Al-Muslimin Jatuh Hati Kepada Hizbut Tahrir
Syaikh Taqiyudin An-Nabhani Bukan Deflektor dari Gerakan Ikhwan

HT, Perjuangan Menegakkan Al-Khilafah & Jihad:

Tanya Jawab atas Ungkapan “Jihad Bukan Metode untuk Menegakkan al-Khilafah”
Jihad dalam Perspektif Hizbut Tahrir
Ustadz Ahmad Al-Qashash (Media Informasi Hizbut Tahrir Lebanon): Jihad Hukumnya Wajib!
Haji & Jihad
Soal Jawab Amir HT: الجهاد في العمل لإقامة الدولة
Soal Jawab Amir HT (Terjemah): Jihad dalam Perjuangan Untuk Menegakkan Daulah dan Ifadhah dalam Haji
Menyoal Perjuangan Bersenjata Untuk Menegakkan Daulah Islamiyah

HT & Pembahasan Bid’ah:

Jawab Soal Amir HT: Tentang Bid’ah

HT, Syi’ah & Sufy:

Kami Tidak Memiliki Hubungan dengan “Hizbut Tahrir Mesir yang Sufi” atau “Hizbut Tahrir Baru yang Syiah”
Tanya Jawab Amir HT: Hukum Taqiyyah & Syi’ah
Sunni-Syiah dalam Naungan Khilafah
HTI: Konsep Khilafah Islam Berbeda dengan Konsep Imamah Syiah
Syi’ah Dalam Kitab Resmi Hizbut Tahrir

HT & Syi’ah – Khomeini:

Tawaran Hizbut Tahrir Kepada Khameini
Syubhat: Hizbut Tahrir Mau Membai’at Khomeini Sebagai Khalifah?
Tidak Benar HT Pernah Tawarkan Khomeini Menjadi Kholifah

HT & Madzhab:

Hizbut Tahrir Apakah Sebuah Madzhab?
Bagaimana Menyikapi Perbedaan Madzhab
Persoalan Seputar Madzhab
Ahmadiyah: Perbedaan atau Penyimpangan?

HT, Khilafah & Imam Al-Mahdi

Perkataan Imam Bukhari “Fiihi Nazhar” Mengenai Seorang Perawi Hadits Tidak Selalu Melemahkan Haditsnya
Khilafah Bukan Negara Mazhab
Ulama Empat Mazhab Mewajibkan Khilafah
Dalil yang Tegas Tentang Kewajiban Khilafah
Kewajiban Menegakkan Khilafah
Jawab Soal: Hadits Bisyarah
KH. Drs. Hafidz Abdurrahman, MA : Hizbut Tahrir Sudah Punya Master Plan dan Road Map Untuk Menegakkan Khilafah
Ust H. Musthafa A Murtadho: Menegakkan Khilafah: Kewajiban Ulama
Menegakkan Khilafah bukan hanya Kewajiban Hizbut Tahrir
Haram Berdiam Diri Dari Menegakkan Khilafah Dengan Alasan Menunggu Imam Mahdi
Imam Mahdi dan Khilafah
Betulkah Imam Mahdi yang akan Mendirikan Khilafah?
Khilafah Islamiyah Akan Menyatukan Umat di atas Asas Islam dan Akan Mengadopsi Politik Industrialisasi Yang Kuat dan Menyeluruh
Upaya Mendirikan Khilafah
Seputar Dakwah untuk Mendirikan Khilafah
Deradikalisasi: Upaya Menghambat Pendirian Khilafah
Khilafah dan Strategi Industrialisasi Dunia Islam
Khilafah Menyatukan Umat Islam

Siapakah Ahlus Sunnah Wal Jamaa’ah?

Siapakah Aswaja’
Siapakah Aswaja’ (2)
Khilafah Menurut Ahlus Sunnah Wal Jamaah

Bantahan atas Syubhat Seputar HT, Hadits Ahad, Siksa Kubur

An-Nabhani: Hadits Ahad Tidak Diingkari Meski Tidak Menjadi Dalil Dalam Akidah
Pendirian Ibnu Hajar Mengenai Hadits Ahad yang Diperkuat oleh Qarinah
Jubir Hizbut Tahrir Lebanon: Wajib Mempercayai Masalah Siksa Kubur dan Dajjal
Ibnu Burhan: Hadits Ahad Riwayat Bukhari dan Muslim Tidak Qath’i
Khabar Ahad dalam Pandangan Ulama Ushul
Fatâwa Al Azhar Tentang Khabar Ahad
Pandangan Ormas Muhammadiyah & NU Tentang Khabar Ahad dalam Masalah Aqidah
Perbedaan antara Aqidah dan Hukum Syara’
Diskusi Khabar Ahad (Lanjutan I)
Metode Penetapan Aqidah
Al-’Ilmu wa Al-Dzan
Kedudukan Khabar Ahad dalam Masalah Aqidah

HT Memperbolehkan Pornografi?

Tanya Jawab: Menyaksikan Film ‘Panas’ dan Tikaman (Fitnah) Atas Hizbut Tahrir
Tanya Jawab Amir HT: Hukum Menonton Film di Bioskop dan Menonton Film Panas (Porno)?

HT adalah Mu’tazilah? Khawarij?

Apakah HT adalah Khawarij atau Muktazilah?
Bahasan Thariqul Iman (Kitab HT) & Penjelasan Imam Ibnu Qudamah
Pandangan Hizbut Tahrir Tentang Khawarij
Hizbut Tahrir Khawarij?
Bagaimana Mensikapi Kelompok Sempalan?
Sekilas Nasihat Al-’Alim Asy-Syaikh ‘Atha bin Khalil untuk Berhati-Hati Terhadap Vonis Takfir Serampangan

Syabab HT “OMDO”?

”Syabab HT Omdo”?! Inilah Jawaban Al-Qur’an & Al-Sunnah (Jawaban Tuntas Syar’iyyah)
Bicaralah! (Ust. Dr. M. Rahmat Kurnia – DPP HTI)
Edukasi Publik, Sia-sia?
M. Ismail Yusanto: Dukungan Umat Makin Nyata!
Muhammad Saleem (Aktifis Hizbut Tahrir Inggris) : Perubahan Membutuhkan Opini Publik!

Haram Golput?

Parlemen Bukan Satu-satunya Jalan Perubahan (Ada Jalan Lain yang Jelas Syar’i)
Pemilu dan Perubahan
Hukum Islam Atas Koalisi Parpol Islam dan Parpol Sekuler dalam Pandangan Islam
Hukum Islam Menjadi Caleg dalam Sistem Demokrasi
Masih Percaya Pada Demokrasi?
Parpol Islam Kian Pragmatis
Perubahan Revolusioner Perspektif Islam
Tanggapan Hizbut Tahrir Indonesia Terhadap Fatwa MUI Tentang Golput Tahun 2009
Ismail Yusanto: Seharusnya Fatwa Haram Terlibat dalam Sistem Sekuler
Fatwakanlah Wajibnya Menerapkan Syariah Islam!
Jubir HTI, HM Ismail Yusanto: Umat Harus Mendukung Partai Islam Ideologis
Pemilu 2009: Umat Berharap Pada Partai Yang Memperjuangkan Syariah Islam
Komentar Politik : Golput Meningkat, Elit Politik Panik
Partai Islam, Jangan Sekedar Basa-Basi
Ulama dan Khilafah: Islam Agama Sekaligus Negara
Ulama’ Dinilai Karena Sikapnya, Bukan Sebatas Ilmunya
Kedudukan Fatwa dalam Syariat Islam
Ulama Wajib Mengoreksi Penguasa
Bedah Qaidah Ahwanu Al-Syarrain (قاعدة أهون الشرين)
Bolehkah Berdalil Dengan Nabi Yusuf?
Soal Jawab: Partisipasi di dalam Sistem Kufur (Jawaban Amir Hizbut Tahrir Terhadap Penggunaan Hujjah Perbuatan Nabi Yusuf as dan Raja Najasyi)

HT & Ghibah (Menjawab Tuduhan bahwa HT Tukang Ghibah (Konotasi Negatif))

Penjelasan al-’Allamah al-Imam al-Nawawi Tentang Perincian Ghibah (Part. I)
Slide Show Kajian HT Cianjur “Menjaga Lisan & Hukum Ghibah dalam Islam”

HT & Hukum Muqatha’ah

Bolehkah Memutus Hubungan Dengan Sesama Muslim?
Soal Jawab: Hukum Memutus Hubungan (Muqatha’ah) dengan Sesama Muslim

HT Mengabaikan & Menyepelekan Akhlak?

Kritik Syabab atas Para Pencela HT “Menyepelekan Akhlak”

Syabab HT Menikmati Demokrasi?

Inilah Jawaban-Jawaban Kami atas Berbagai Dalih Pembenaran Atas Demokrasi (Kumpulan Makalah Ilmiyyah)
Menjustifikasi Demokrasi dengan Dalih Menikmatinya? (Jawaban Argumentatif)
Menikmati Demokrasi? Apa Kata Imam Sufyan al-Tsauri?
Berterima Kasih Pada Demokrasi?
KH Shiddiq al-Jawi: Islam Menolak Demokrasi
Kerusakan Negeri Oleh Demokrasi
Siapa Diskriminatif?
Dalam Demokrasi, Siapapun Cenderung Jadi Buruk
Dampak Buruk Sistem Demokrasi
Wajah Buruk Demokrasi
Hakikat Buruk Demokrasi
Dengan Demokrasi, Orang Jadi Munafik

Hizbut Tahrir dan Amirnya Tidak Anti Kritik & Koreksi:

Jawab Soal Amir HT: Penolakan Hizbut Tahrir dan Amirnya atas Berbagai Kritik dan Koreksi
Klarifikasi Seputar Penolakan Hizbut Tahrir dan Amirnya atas Kritik dan Koreksi

Hizbut Tahrir Memperbolehkan Mencium Wanita Ajnabiyyah?

Benarkah Hizbut Tahrir Memperbolehkan Mencium Wanita Ajnabiyyah?

Thalabun Nushrah Itu Hukum Syara’ – Metode Dakwah Rasulullah SAW!

Tanya Jawab Amir HT: Thalabun Nushrah
KH Ali Bayanullah Al Hafidz: “Ibadah Haji, Momentum Thalabun Nushrah”
Ustadz Syamsudin Ramadhan : Tholabun Nushroh Metode Syar’i Menegakkan Khilafah
Soal Jawab Thalab an Nushrah
Thalabun-Nushrah: Kunci Perubahan
Thalabun Nushrah Bagian dari Metode Dakwah Rasulullaah SAW

Batas Waktu Kekosongan Tegaknya Al-Khilafah yang Merupakan Kewajiban

Jawab Soal Amir HT: Tenggak Waktu yang Diperbolehkan bagi Kaum Muslimin untuk Menegakkan al-Khilafah
Umat Haram Tanpa Khalifah Lebih Dari Tiga Hari?

Hukum Status Ormas Islam

Jawaban atas Tuduhan Terhadap HTI Terkait Status “Ormas Islam” (I)
Tanya Jawab dengan Amir HT

Kumpulan Bantahan Ilmiyyah atas Berbagai Dalih Pembenaran terhadap Demokrasi

Inilah Jawaban-Jawaban Kami atas Berbagai Dalih Pembenaran Terhadap Demokrasi (Kumpulan Makalah Ilmiyyah)

Kumpulan Nasihat-Nasihat Terkait

Nasehat Berharga Syaikh Thalib Awadallah Kepada Syabab Hizbut Tahrir Dalam Berdebat
Adab-Adab Berdebat dalam Islam (Kajian Kitab Nafsiyyah Islamiyyah)
Nasihat atas Perdebatan yang Tidak Syar’i (Saling Mengolok-Olok, -)
Kecaman Syari’at Terhadap Sifat Takabur & Sikap Melecehkan Lawan Diskusi
Hati-Hati Berfatwa Tanpa Ilmu
Nasihat Asy-Syaikh ‘Atha bin Khalil Atas Pentingnya Iman Terhadap Akhirat (Kajian Tafsir Syaikh ‘Atha)
Adab Bergaul Dengan Sesama Muslim

Kumpulan Download Bantahan Ilmiyyah (File Ppt, Pdf & Word):

Menjawab Syubhat terhadap Ide-ide Hizbut Tahrir ==>direct download, resumeable
Menjawab Syubhat terhadap Ide-ide Hizbut Tahrir ==>alternatif
Bantahan HT atas Tulisan Idrus Ramli

Kumpulan Download E-Book Kitab HT (Arab – Indo)

Download Sebagian E-Book Kitab Hizbut Tahrir (Gratis)
Unduh Kitab-Kitab HTI – 1
Unduh Kitab-Kitab HTI – 2

Kumpulan Buku pemikiran IMAM TAQIYUDDIN ANNABHANI

[00] tarif hizbut tahrir.zip
[01] pembentukan partai politik islam.zip
[02] Negara Islam.zip
[03] Titik Tolak Perjalanan Dakwah HT.zip
[04] terjun ke masyarakat.zip
[05] sistem pemerintahan islam.zip
[06] dustur.zip
[07] ahkamush sholat.zip
[08] kaidah kausalitas.zip
[09] dinamika aqidah islam.zip
[10] HADITS AHAD.zip
[11] membangun ekonomi alternatif pasca kapitalisme.zip
[12] Materi-Seputar Gerakan Islam.zip
[13] bunga rampai.zip
[14] tinjauan kritis terhadap asas ideologi sosialisme dan kapitalisme.zip
[16] keniscayaan benturan peradaban.zip
[17] kritik islam terhadap uud 1945.zip
[18] menggugat thagut demokrasi.zip
[19] menghancurkan demokrasi.zip
[20] demokrasi kufur.zip
[21] Bunga Bank Haram.zip
[22] diskursus negara islam.zip
[23] metode perubahan untuk melanjutkan kehidupan islam.zip
[24] sebab-sebab kegoncangan pasar modal.zip
[25] SHARIAH ISLAM INDONESIA.zip
[26] Soal Jawab Seputar Khamer.zip
[27] KHUTBAH AIDUL FITRI 1424 H.zip
[28] marhaban ramadhan.zip
[29] Menjinakkan Kesombongan.zip
[30] serangan amerika untuk menghancurkan islam.zip
[31] 36 SOAL JAWAB.zip
[32] 37-SOAL JAWAB.zip
[33] AMWAL.zip
[34] bayyinat.zip
[35] bendera rasul.zip
[36] cantik.zip
[37] DAKWAH WAJIB.zip
[38] DAKWAH JILID 2.zip
[39] fikrul islam.zip
[40] DARKNESS.zip
[41] dirasat.zip
[42] establish.zip
[43] ips-islam politik spiritual.zip
[45] jihad dan politik.zip
[46] kloning.zip
[47] khilafah-solisi.zip
[48a] kepribadian islam 1.zip
[48b] kepribadian islam ii.zip
[48c] kepribadian islam iii.zip
[49] Manhaj Hizb.zip
[50] selamatkan indonesia dengan syariah.zip
[51] materi dakwah.zip
[52] luruskah akidah anda.zip
[53] mafahim islamiyah.zip