KH. Ust Abu Rusydan
T : Beberapa tokoh Islam menyarankan umat untuk memilih caleg yang punya komitmen kuat untuk membela Islam atau menegakkan syariat Islam. Bagaimana pendapat Ustadz?
T : Beberapa tokoh Islam menyarankan umat untuk memilih caleg yang punya komitmen kuat untuk membela Islam atau menegakkan syariat Islam. Bagaimana pendapat Ustadz?
J : "Kalau mereka sungguh-sungguh, mereka tidak akan menempuh jalan
selain apa yang telah dituntunkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Maka bagi
tokoh-tokoh yang mempunyai satu pikiran seperti itu kemudian melangkah
seperti itu, tidak ada kalimat lain kecuali supaya mereka itu istighfar,
bertobat kepada Allah SWT. Wa yaaqoumistagfiruu robbakum, harus, dia
harus bertaubat.
Tidak ada cara lain, sebab itu bukan cara yang diajarkan oleh Allah dan RasulNya untuk iqomatuddin. Jawaban-jawaban, apa ini, secara politis dan lain-lain, melelahkan. Dan itu tidak akan menemukan suatu penyelesaian.
Adakah tokoh Islam yang seperti itu? Saya kok malah tanda tanya itu. Mereka harus belajar dari sejarah, ya kan? Mereka harus belajar dari sejarah.
Kalau Ustadz Abdullah Azzam rahimahullah mensyaratkan untuk bergabung di dalam parlemen dengan TIGA SYARAT. SATU, dengan niat untuk menentang qonun wad’i, undang-undang bikinan manusia. Adakah hari ini kira-kira?
Kemudian yang KEDUA, yaitu hendaklah dengan niat untuk melindungi dan menolong dakwah Islamiyyah. Kemudian yang ketiga, dia tidak boleh menyetujui atau membubuhkan tanda tangan untuk satu undang-undang atau tatanan yang menyimpang dari tuntunan Allah SWT. Adakah hari ini?
Politisi yang paling sukses sepanjang sejarah Indonesia itu Dr. Muhammad Natsir, pendiri Dewan Dakwah. Beliau sudah sampai kepada jadi perdana menteri. Orang-orang disekitarnya ada Pak Saf, ada Dr. Sukiman, macam-macam yang berkualitas baik.
Kita tahu sendiri Pak Natsir tidak memerlukan dunia ketika memperjuangkan itu. Dunia itu disuguhkan di hadapan mereka, di hadapan Pak Natsir, Pak Sukiman, Pak Saf, tapi mereka menghindari dunia itu. Ya, itu fakta sampai hari ini anak turunnya Pak Natsir juga bukan orang-orang yang kaya.
Kita masih punya file-nya, bagaimana debat sengit Pak Natsir dengan Sukarno di konstituante tentang dasar negara. Pak Natsir menyodorkan dengan logika yang bagus sekali, bahwa Islam yang bisa menyelamatkan bangsa Indonesia.
Adakah politisi hari ini yang sekaliber beliau ya? Menurut saya tidak ada. Hari ini yang dikejar dua, al maal wa syarof, harta dan kehormatan.
Padahal, ayyuhal ikhwah, Rasul SAW sudah bersabda di dalam satu hadits, silahkan nanti dicek di Shahih Al Jami’ As Shaghir.
عَنْ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ الْأَنْصَارِيّ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” مَا ذِئْبَانِ جَائِعَانِ أُرْسِلَا فِي غَنَمٍ بِأَفْسَدَ لَهَا مِنْ حِرْصِ الْمَرْءِ عَلَى الْمَالِ، وَالشَّرَفِ لِدِينِهِ “
Dari Ka’ab bin Malik al-Anshari
Tidak ada cara lain, sebab itu bukan cara yang diajarkan oleh Allah dan RasulNya untuk iqomatuddin. Jawaban-jawaban, apa ini, secara politis dan lain-lain, melelahkan. Dan itu tidak akan menemukan suatu penyelesaian.
Adakah tokoh Islam yang seperti itu? Saya kok malah tanda tanya itu. Mereka harus belajar dari sejarah, ya kan? Mereka harus belajar dari sejarah.
Kalau Ustadz Abdullah Azzam rahimahullah mensyaratkan untuk bergabung di dalam parlemen dengan TIGA SYARAT. SATU, dengan niat untuk menentang qonun wad’i, undang-undang bikinan manusia. Adakah hari ini kira-kira?
Kemudian yang KEDUA, yaitu hendaklah dengan niat untuk melindungi dan menolong dakwah Islamiyyah. Kemudian yang ketiga, dia tidak boleh menyetujui atau membubuhkan tanda tangan untuk satu undang-undang atau tatanan yang menyimpang dari tuntunan Allah SWT. Adakah hari ini?
Politisi yang paling sukses sepanjang sejarah Indonesia itu Dr. Muhammad Natsir, pendiri Dewan Dakwah. Beliau sudah sampai kepada jadi perdana menteri. Orang-orang disekitarnya ada Pak Saf, ada Dr. Sukiman, macam-macam yang berkualitas baik.
Kita tahu sendiri Pak Natsir tidak memerlukan dunia ketika memperjuangkan itu. Dunia itu disuguhkan di hadapan mereka, di hadapan Pak Natsir, Pak Sukiman, Pak Saf, tapi mereka menghindari dunia itu. Ya, itu fakta sampai hari ini anak turunnya Pak Natsir juga bukan orang-orang yang kaya.
Kita masih punya file-nya, bagaimana debat sengit Pak Natsir dengan Sukarno di konstituante tentang dasar negara. Pak Natsir menyodorkan dengan logika yang bagus sekali, bahwa Islam yang bisa menyelamatkan bangsa Indonesia.
Adakah politisi hari ini yang sekaliber beliau ya? Menurut saya tidak ada. Hari ini yang dikejar dua, al maal wa syarof, harta dan kehormatan.
Padahal, ayyuhal ikhwah, Rasul SAW sudah bersabda di dalam satu hadits, silahkan nanti dicek di Shahih Al Jami’ As Shaghir.
عَنْ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ الْأَنْصَارِيّ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” مَا ذِئْبَانِ جَائِعَانِ أُرْسِلَا فِي غَنَمٍ بِأَفْسَدَ لَهَا مِنْ حِرْصِ الْمَرْءِ عَلَى الْمَالِ، وَالشَّرَفِ لِدِينِهِ “
Dari Ka’ab bin Malik al-Anshari
radiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam
bersabda, “Dua srigala lapar yang dilepaskan pada sekawanan kambing itu
tidak lebih merusak daripada ambisi seseorang kepada harta dan kemuliaan
sehingga merusak agamanya.” (HR. Ahmad no. 15784 dan 15794, At-Tirmidzi
no. 2376, An-Nasai dalam As-Sunan al-Kubra no. 11796, Ad-Darimi no.
2772, Ibnu Hibban no. 3228, Ibnu Abi Syaibah no. 34380, Al-Baghawi dalam
Syarh as-Sunnah no. 4054, Ath-Thabarani dalam Al-Mu’jam al-Kabir, 19/96
no. 189. Hadits shahih)
Jadi kerusakan yang ditimbulkan oleh orang-orang yang rakus terhadap harta dan kehormatan terhadap dien, terhadap agamanya, itu jauh lebih besar dari pada kerusakan yang ditimbulkan oleh dua serigala yang kelaparan yang dibiarkan hidup di tengah-tengah kambing.
Kita bisa bayangkan, serigala itu kalau sudah kelaparan ya, kita pernah waktu kita di Afghanistan itu kita pernah punya bangkai kambing. Bangkai, karena sakit kemudian kita kubur. Kita gali sudah di dalam tanah yang agak dalam, kemudian kita kubur. Itu malamnya sudah digali oleh kawanan serigala lapar. Jadi sudah kita kubur, ya digali.
Apalagi sekarang dunia dan kemuliaan itu ditawarkan di nampan emas, ya ditawarkan di nampan emas. Saya membayangkan kalau politisi hari ini menerima tawaran dunia seperti Pak Natsir Allah yarham, saya bayangkan rumit lagi kehidupan ini.
Jadi sebaiknya para tokoh Islam, yang menganjurkan siapapun untuk terlibat pada kegiatan demokrasi itu sebaiknya istighfar, bertaubat dan jangan lagi mengulangi perbuatannya. Itu nasihat yang paling baik.
Tapi sekali lagi, kita tidak mengkafirkan kecuali nanti setelah melalui suatu penyelidikan ya. Penyidikan dan penyelidikan yang baik.
T : Sikap yang harus diambil pada Pemilu 2014?
J : "Jadi begini, cara yang paling sederhana agar tidak terlibat kepada sesuatau yang buruk, cara yang paling sederhana ya, agar tidak terlibat kepada sesuatu yang buruk, kepada sesuatu yang kotor, kepada sesuatu yang syirik, cara yang paling sederhana itu adalah menjauh. Maka Rasullullah SAW mengatakan مَا نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَاجْتَنِبُوْهُ،. (Apa-apa yang aku larang, maka jauhilah, red). Jelas itu.
Jadi apa yang dilarang oleh Rasul SAW jelas dilarang, Allah melarang yanha ‘anil fahsya i wal munkar jelas, Allah melarang syirik jelas, ya kan maka itu dijauhi. Sebab jelas sekali.
Kemudian yang kedua, ini juga lanjutan dari hadits itu tadi, ini ada di shahih ya, Imam Al Bukhori. Imam Muslim meriwayatkan hadits ini. Ada di Hadits Arba’in, yaitu sabda Nabi SAW,
ذَرُوْنِيْ مَا تَرَكْتُكُمْ، فَإِنَّمَا هَلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ سُؤَالُهُمْ وَاخْتِلاَفُهُمْ عَلَى أَنْبِيَاءِهِمْ، فَإِذَا نَهَيْتُكُمْ عَنْ شَيْءٍ فَاجْتَنِبُوْهُ، وَإِذَا أَمَرْتُكُمْ بِشَيْءٍ فَأْتُوْا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ.
“Biarkan aku terhadap apa yang aku tinggalkan pada kalian, karena sesungguhnya orang-orang sebelum kalian binasa oleh pertanyaan dan penentangan mereka kepada nabi-nabi mereka. Jika aku melarang sesuatu terhadap kalian, jauhilah. Dan jika aku memerintahkan sesuatu kepada kalian, kerjakanlah semampu kalian”.
Jadi setiap hal yang menyimpang dari ketentuan yang telah diberikan oleh Rasullullah SAW pasti akan membawa malapetaka. Pasti akan membawa kerusakan. Jadi apa kalimat sederhananya, hindari itu demokrasi."
*
Jadi kerusakan yang ditimbulkan oleh orang-orang yang rakus terhadap harta dan kehormatan terhadap dien, terhadap agamanya, itu jauh lebih besar dari pada kerusakan yang ditimbulkan oleh dua serigala yang kelaparan yang dibiarkan hidup di tengah-tengah kambing.
Kita bisa bayangkan, serigala itu kalau sudah kelaparan ya, kita pernah waktu kita di Afghanistan itu kita pernah punya bangkai kambing. Bangkai, karena sakit kemudian kita kubur. Kita gali sudah di dalam tanah yang agak dalam, kemudian kita kubur. Itu malamnya sudah digali oleh kawanan serigala lapar. Jadi sudah kita kubur, ya digali.
Apalagi sekarang dunia dan kemuliaan itu ditawarkan di nampan emas, ya ditawarkan di nampan emas. Saya membayangkan kalau politisi hari ini menerima tawaran dunia seperti Pak Natsir Allah yarham, saya bayangkan rumit lagi kehidupan ini.
Jadi sebaiknya para tokoh Islam, yang menganjurkan siapapun untuk terlibat pada kegiatan demokrasi itu sebaiknya istighfar, bertaubat dan jangan lagi mengulangi perbuatannya. Itu nasihat yang paling baik.
Tapi sekali lagi, kita tidak mengkafirkan kecuali nanti setelah melalui suatu penyelidikan ya. Penyidikan dan penyelidikan yang baik.
T : Sikap yang harus diambil pada Pemilu 2014?
J : "Jadi begini, cara yang paling sederhana agar tidak terlibat kepada sesuatau yang buruk, cara yang paling sederhana ya, agar tidak terlibat kepada sesuatu yang buruk, kepada sesuatu yang kotor, kepada sesuatu yang syirik, cara yang paling sederhana itu adalah menjauh. Maka Rasullullah SAW mengatakan مَا نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَاجْتَنِبُوْهُ،. (Apa-apa yang aku larang, maka jauhilah, red). Jelas itu.
Jadi apa yang dilarang oleh Rasul SAW jelas dilarang, Allah melarang yanha ‘anil fahsya i wal munkar jelas, Allah melarang syirik jelas, ya kan maka itu dijauhi. Sebab jelas sekali.
Kemudian yang kedua, ini juga lanjutan dari hadits itu tadi, ini ada di shahih ya, Imam Al Bukhori. Imam Muslim meriwayatkan hadits ini. Ada di Hadits Arba’in, yaitu sabda Nabi SAW,
ذَرُوْنِيْ مَا تَرَكْتُكُمْ، فَإِنَّمَا هَلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ سُؤَالُهُمْ وَاخْتِلاَفُهُمْ عَلَى أَنْبِيَاءِهِمْ، فَإِذَا نَهَيْتُكُمْ عَنْ شَيْءٍ فَاجْتَنِبُوْهُ، وَإِذَا أَمَرْتُكُمْ بِشَيْءٍ فَأْتُوْا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ.
“Biarkan aku terhadap apa yang aku tinggalkan pada kalian, karena sesungguhnya orang-orang sebelum kalian binasa oleh pertanyaan dan penentangan mereka kepada nabi-nabi mereka. Jika aku melarang sesuatu terhadap kalian, jauhilah. Dan jika aku memerintahkan sesuatu kepada kalian, kerjakanlah semampu kalian”.
Jadi setiap hal yang menyimpang dari ketentuan yang telah diberikan oleh Rasullullah SAW pasti akan membawa malapetaka. Pasti akan membawa kerusakan. Jadi apa kalimat sederhananya, hindari itu demokrasi."

0 comments: