Jangan Terjerumus Ke Dalam Jebakan Politik

Kesalahan paling buruk, tapi sering dilakukan para analis politik adalah “hanya bertumpu pada hal-hal  yang tampak di depan mata, atau madhahir-nya belaka,   tanpa menyelami secara mendalam hakekat yang disembunyikan.  Faktor kesalahan lain yang sering mendominasi cara berfikir politik seseorang adalah memisahkan analisanya dengan ideologi serta kecenderungan politik sebuah negara. 
Sebagai contoh, ketika pecah perang antara negara-negara Arab dengan Israel pada tahun 1948, 1967, dan tahun-tahun setelahnya, banyak orang menyimpulkan bahwa negara Arab telah bersatu hendak melenyapkan eksistensi Israel.   Simpati dan dukungan pun ditumpahkan kepada para penguasa-penguasa khianat itu.   Mengapa bisa begitu?  Sebab, kebanyakan orang hanya bertumpu pada madhahir-nya belaka, yakni bergeraknya pasukan negara Arab, hancurnya alat-alat perang, serta jatuhnya korban dari kaum Muslim.  Padahal,siapa saja yang memperhatikan dengan seksama peristiwa itu akan mudah menyimpulkan bahwasanya perang tahun 1948 dan 1967 hanyalah sandiwara licik yang digelar para penguasa Arab, Israel, dan negara-negara barat untuk mengokohkan eksistensi negara Yahudi di Palestina.Banyak wilayah yang akhirnya diserahkan kepada Israel.  Setelah itu, penguasa-penguasa Arab diam seribu bahasa, dan menyalurkan kemarahan kaum Muslim pada batas-batas kendali mereka.   Kaum Muslim masih ingat, ketika pasukan Israel membombardir pasukan Yordania,tapi perintah untuk menyerang tidak pernah turun dari penguasa Yordania.  Begitu pula, Mesir, Suriah, dan negara-negara Arab lainnya.  Mereka menjerumuskan pasukannya sendiri pada lembah kehancuran.  Begitu pula faksi-faksi bersenjata yang dibentuk oleh penguasa-penguasa Arab untuk menutupi pengkhianatan mereka pada tahun 1967, akhirnya mereka berangus sendiri.   Ingatan kaum Muslim masih lekat dengan peristiwa Black September, yang mana faksi-faksi bersenjata yang dibentuk untuk memerangi Israel, dikejar-kejar dan dibunuhi oleh tentaraYordania.   Lantas, masihkah orang beranggapan bahwa penguasa-penguasa itu benar-benar hendak melenyapkan eksistensi Israel?   Di negeri ini, ketika terjadi konfrontasi dengan Malaysia pada masa Soekarno, banyak faksi-faksi bersenjata di perbatasan yang dibentuk oleh pemerintah untuk memerangi Malaysia.  Tetapi, karena keputusan politik di Jakarta, perang itu akhirnya dihentikan oleh pemerintah.  Sementara itu, faksi-faksi bentukan pemerintah yang terus berperang melawan pemerintah Malaysia, akhirnya diperangi sendiri oleh TNI AD.

Sejarah terbentuknya negara-negara di Timur Tengah, mulai dari Saudi Arabia, Yordania,Turki, Emirat, Kuwait,  dan lain-lain, adalah sejarah pengkhianatan dan persekongkolan.  Negara-negara ini adalah bentukan barat.  Banyak orang lupa, bahkan dibuat lupa dan tidak tahu, bahwasanya negara-negara brengsek itu dahulu kala tidak pernah ada dalam peta kaum Muslim.Yang dikenal oleh umat Islam adalah jazirah Arab, jazirah Syam, Maghrib, Haramain, dan lain sebagainya.   Dahulu, wilayah jazirah Arab, Syams, Iran, dan Iraq, Afrika, bersatu dalam kepemimpinan Islam tunggal, Khilafah Islamiyyah.  Namun, ketika nasionalisme dipropagandakan secara massif di dunia Islam, maka lambat laun, perlahan-lahan tapi pasti,musuh-musuh Islam berhasil menghancurkan kesatuan dan persatuan umat Islam.  Khilafah Islamiyyah yang awalnya mampu menaungi seluruh kaum Muslim dan menyatukan mereka dalam bendera tauhid; berhasil diruntuhkan melalui persekongkolan dan intrik paling busuk. Kekuasaan Islam, yang di masa ‘Utsman bin ‘Affan ra, mencapai pegunungan Kaukasus hingga Sovyet, dipecah belah menjadi negara-negara bangsa yang tegak di atas pandangan ‘ashobiyyah dan sekulerisme.  Sistem pemerintahan ajaran orang kafir –demokrasi-sekuler–, dijadikan dasar dalam praktek-praktek pemerintahan dan kenegaraan.
Dalam lintasan sejarah paling kelam, para penguasa negara-negara bentukan barat itu memerankan dirinya sebagai penjaga setia kepentingan barat di dunia Islam, bahkan kadang-kadang harus memerankan dirinya sebagai algojo yang dengan penuh ketegaan membunuhi,memenjara, dan menyiksa aktivis-aktivis yang anti barat dan pro Islam.  Sikap mereka terhadap Israel, dan terhadap setiap eskalasi yang merugikan kaum Muslim, seperti invasi Amerika dan negara-negara barat ke Irak, dan negara-negara Timur Tengah lainnya, juga menjadi dalil paling kuat atas pengkhianatan mereka terhadap kaum Muslim.   Lantas, bagaimana kita bisa mempercayai setiap tindakan politik mereka serta opini yang mereka hembuskan melalui media-media yang setali tiga uang dengan barat.  Realitas inilah yang mengharuskan para analis untuk membangun analisa politiknya berdasarkan sudut pandang yang lurus, yakni fakta dan tendensi politis sebenarnya, serta mizan sejati kita, ‘aqidah dan syariah.

Menyingkap Sikap Iran Serta Relasinya Dengan Israel, AS, dan Negara Timur Tengah
Iran sejak masa Reza Pahlevi telah memerankan peran pentingnya dalam menjaga kepentingan Amerika Serikat.   Ketika Perdana Menteri Mossadegh memiliki control kuat atas pemerintahan Iran, ia mengeluarkan kebijakan nasionalisasi minyak Iran.  Akibatnya, perusahaan-perusahaan minyak AS, Perancis, dan Belanda, terpaksa harus hengkang dari Iran. Kebijakan ini tentu saja mengusik kepentingan AS di Iran.  Amerika Serikat, lalu membujuk Reza Pahlevi, yang saat itu tinggal di Baghdad segera mengeluarkan dekrit  untuk membubarkan pemerintahan Mossadegh.  Akhirnya, pada tanggal 19 Agustus 1953, dekrit pembubaran diberitakan di seluruh media massa, yang diikuti oleh rusuh massa di Iran.  Kerusuhan itu memaksa Mossadegh melepaskan jabatannya sebagai Perdana Menteri, dan diganti oleh Jenderal Zahedi.  Setelah dekrit itu, Reza Pahlevi kembali ke Iran, dan mengucapkan ucapan terima kasih kepada AS dan Inggris.  Sebagai imbalan, ia mengijinkan AIOC untuk kembali mengelola minyak Iran, bersama lima perusahaan minyak AS, 1 perusahaan minyak Perancis dan Belanda, SHELL.

Selama kekuasaan Reza Pavlevi, AS tetap ikut campur terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah Iran.  Salah satunya adalah kebijakan membentuk SAVAK, yaitu satuan polisi rahasia yang secara efektif membunuhi ribuan rakyat Iran yang anti pemerintahan Pahlevi.  SAVAK sendiri berdiri atas dukungan dan rancangan CIA.  Amnesty Internasional mencatat bahwa Iran memiliki tahanan politik berjumlah 2.200 pada tahun 1978.   Hanya saja, ketika Reza Pahlevi sudah mulai membuat ulah yang mengganggu kepentingan AS dan Israel, maka AS dan Israel segera bertindak.  AS harus segera melengserkan Pahlevi, dan mencari pengganti Pahlevi, yang dicintai rakyat Iran, tetapi bisa tetap menjaga kepentingan AS di Iran dan Timur Tengah.   Operasi menjatuhkan Pahlevi pun digelar.

Jadi kita jangan terkecoh, atau membuat silogisme sederhana; bahwa orang yangmenjungkalkan Pahlevi secara otomatis adalah musuh Amerika, atau tidak mungkin dibantu AS; hanya dengan bersandar pada alasan: Pahlevi adalah pro AS, dan AS menjatuhkan Pahlevi.    ASd an Barat adalah negara-negara bajingan dan brengsek yang tidak akan berfikir seribu kali untuk menjungkalkan “penguasa antek-anteknya”.  Berikut ini adalah fakta-fakta yang tidak mungkinbisa dibantah:
Pada saat Khomeini berada di Perancis, yakni di Neauphle-le-Chateau; ia sering dikunjungi delegasi gedung putih dan terjadi kerjasama dengan Amerika Serikat.  Pada tanggal 1 Desember tahun 2000, fakta itu terungkap lewat mulut Presiden Iran Abu al-Hasan Banu Shadr (1980-1981).  Ia mengatakan bahwa delegasi gedung putih datang ke Neauphle-le-Chateau, tempat Khomeini tinggal, dan ditemui oleh Yazdi, Bazarkan,Musavi, dan Erdibily.    Pertemua kedua belah pihak tidak hanya terjadi sekali.  Dari beberapa pertemuan tersebut ada sebuah pertemuan penting dan terkenal, yaitu pertemuan di daerah Suburbant, Perancis.  Di dalam pertemuan itu disepakati perjanjian-perjanjian antara kelompok Reagen dan Bush dengan kelompok Khomeini.  Khomeini menyatakan siap bekerjasama dengan AS, asalkan AS tidak mencampuri urusan dalam negeri Iran.  Setelah itu, pada tanggal 1 Pebruari 1979, Khomeini pulang ke Iran.  AS pun menekan  Shahpour Bakhtiyar untuk menyerahkan kekuasaannya, dan mengancam panglima militer Iran jika menghalangi jalan Khomeini.

Bukti persekongkolan licik nan jahat antara Khomeini dan AS juga terwajahkan pada konstitusi Iran, yang menjadikan Iran sebagaimana negeri Republik Iran yangmenerapkan prinsip-prinsip demokrasi.  Adapun pasal yang menyatakan “Agama resmi Iran adalah Islam dan Madzhab Ja’fariy Itsna ‘Asyar”, maka hal itu hanya pampangan kosong yang menipu.  Seperti konstitusi di beberapa negeri Islam lain, yang mencantumkan asas Islam, tetapi pada prakteknya tidak sama sekali.

Begitu pula pencantuman madzhab Syi’ah dalam konstitusi negara; faktanya, bentuk negara dan sistem pemerintahan, dan mekanisme pemerintahan tidaklah merujuk pada madzhab ini, tetapi tetap merujuk pada demokrasi-kapitalisme.  Sama seperti negara Saudi Arabia, yang mencantumkan madzhab Hanbali.  Namun faktanya, mereka tidak menjadikan negara Saudi tegak di atas ajaran-ajaran madzhab Hanbali. 
Pencantuman madzhab seperti ini dalam konstitusi negara, baik di Saudi, Iran, dan negeri lain, lebih ditujukan agar penguasa boneka itu mendapat dukungan dari kelompok tertentu didalam negeri.  Pada akhir tahun 1989, masyarakat Azerbaijan berusaha memisahkan diri dari kungkungan Rusia, dan hendak menyatukan diri dengan Iran.  Mereka menghancurkan perbatasan dengan Iran demi bersatu dengan Iran.  Pada awal tahun 1990, Rusia membantai penduduk Azerbaijan, dan menghalangi maksud mereka yang ingin bersatu dengan Iran.  Lalu, apa yang dilakukan Iran.  Ternyata Iran diam seribu bahasa, dan sama sekali tidak mengulurkan tangannya untuk membantu orang-orangAzerbaijan.  Padahal, mayoritas penduduk Azerbaijan adalah Muslim dan pengikut madzhab pemerintahan Iran. Iran juga tidak membantu Azerbaijan pada saat Armenia–yang disokong oleh Rusia– mencaplok 20% wilayah Azerbaijan dan membantai penduduknya; serta mengusir bangsa Azer dari wilayahnya, pada tahun 1994.  Apa yang dilakukan Iran?  Ternyata, Iran lebih suka mengembangkan hubungan dengan Armenia dibandingkan dengan Azerbaijan.  Bahkan, Iran mendukung kelompok yang tidak ada kaitannya dengan Islam, seperti kelompok Michael Aon dan gerakan sekuler seperti gerakan Nabih Berry, dan gerakan-gerakan lain di Lebanon yang berada dalam kendali AS.
Di Lebanon, Iran mendirikan partai dari madzhab Syiah dan mempersenjatai mereka. Partai bersenjata ini akhirnya menjadi “pasukan non pemerintah” yang terpisah dengan militer Lebanon.  Anehnya, pemerintah Lebanon pun mengakui eksistensi mereka, dan  persenjataan mereka.  Namun, pemerintah tidak mentolerir partai-partai lain memiliki persenjataan.  Tahukah Anda?  Pemerintah Lebanon adalah rejim sekuler yang mengikuti garis kebijakan Amerika Serikat.   Perlu diketahui juga, partai yang didirikan Iran di Lebanon memberikan dukungan kepada rejim Suriah, Bashar Asad.  Bahkan, partai ini melakukan intervensi ke Suriah untuk memberikan dukungan yang memadai bagi militer Bashar Asad melawan mujahidin Suriah.  Apa yang dilakukan pemerintah Lebanon? Ternyata, pemerintah Lebanon yang berada di bawah control Amerika Serikat itu tidak melarang intervensi partai Iran di Lebanon ini?  Mestinya, jika AS benar-benar memusuhi Bashar Asad, ia bisa saja memerintahkan penguasa Lebanon menghalangi dan melarang intervensi partai Iran tersebut ke Suriah.

Pada saat AS menduduki Irak, AS mendapat perlawanan mati-matian dari kaum Muslim Irak.  Bahkan, AS berada dalam jurang kehancuran akibat perlawanan sengit para mujahidin Irak.  Iran pun masuk ke Irak untuk membantu AS; dengan cara,mempengaruhi orang-orang yang berafiliasi pada madzhab Iran (Syiah) untuk menghentikan perlawanan terhadap pendudukan AS, serta memberikan sokongan kepada rejim bentukan AS di Irak.  Ini terjadi pada tahun 2005.  Pada saat itu, Amerika Serikat memberikan mandat kepada partai yang pro kepada Iran untuk menduduki tampuk kekuasaan di Irak, dengan pimpinan Ibrahim al-Ja’fariy, lalu berikutnya al-Malikiy. Pemerintahan ini didukung oleh AS dan terikat penuh dengan AS.  Pemerintahan Maliki yang didukung Iran menandatangani perjanjian keamanan dan perjanjian strategis lain dengan Amerika Serikat untuk menjaga control AS di Irak, pasca berakhirnya pendudukan di Irak.  Pejabat-pejabat pemerintahan Iran mengakui adanya kerjasama antara Iran dengan AS untuk menjaga stabilitas dan pengaruh AS di Irak.  Ketika Ja’fariy terpilih, menteri luar negeri Iran waktu itu, Kamal Kharazi langsung mengunjungi Baghdad pada tahun 2005; pada saat puncak pendudukan terjadi di Irak.  Keduanya (Ja’fariy dan Kamal Kharaziy) mengecam perlawanan terhadap pendudukan AS dengan mengatasnamakan “mengecam kelompok teroris “.  Al-Ja’fariy  juga berkunjung ke Iran untuk menandatangani sejumlah perjanjian strategis seperti perjanjian untuk mengokohkan stabilitas keamanan, memonitor lalu lintas perbatasan, mengaitkan sambungan listrik antara Bashrah dengan Iran, membangun jalur pipa antara Bashrah dan Abdan, dan lain-lain.   Presiden Ahmadinejad, pada awal tahun 2008 mengunjungi Irak.  Ahmadinejad yang  dalam statementnya selalu menyerang dan anti Amerika dan Yahudi, ternyata hanya berhenti pada batas statement belaka, tanpa diiringi tindakan nyata.            Bahkan fakta menunjukkan persekongkolan dirinya dengan AS.   Dua minggu sebelum meninggalkan tampuk kekuasaan, Ahmadinejad mengunjungi Irak dan memberikan dukungan pada rejim Maliki yang tunduk pada AS dan setia menjaga pengaruh AS di Irak.  Ahmadinejad juga melakukan kunjungan ke Afghanistan tahun 2010.  Saat itu Afghanistan masih dalam pendudukan AS dan Ahmadinejad memberikan dukungan kepada rejim Hamid Karzai jongosnya AS.
Iran juga melakukan hal yang sama di Yaman. Iran mendukung kelompok Houthi dan mempersenjatai mereka untuk menentang rejim Saleh, antek Inggris.   Iran juga mendukung para aktivis gerakan sekuler Yaman yang menyerukan pemisahan, padahal aktivis-aktivitas itu adalah antek-anteknya AS, yang ingin membentuk sistem sekuler yang loyal terhadap AS.

Iran juga memberikan bantuan kepada AS saat pendudukannya di Afghanistan.  Iran juga menyokong konstitusi yang ditetapkan Amerika. Iran juga mendukung pemerintahan Karzai yang dibentuk oleh AS.  Iran juga menjamin Afghanistan Utara, ketika AS gagal mengalahkan Taliban.  Mantan presiden Iran, Ali Rafsanjani berkata, “Seandainya kekuatan kami tidak membantu dalam memerangi Taliban, niscaya orang-orang Amerika akan terjatuh dalam lumpur Afghanistan”.(Al-Sharq al-Awsath, 9/2/2002). MohammadAli Abtahi, wakil mantan presiden Iran, Khatami untuk urusan perundang-undangan dan parlemen, dalam Konferensi Teluk dan Tantangan Masa Depan, yang diselenggarakan di Emirat Abu Dhabi, 13/1/2004 berkata, “Seandainya tidak ada kerjasama Iran, niscaya Kabul dan Baghdad tidak akan jatuh dengan begitu mudah.  Tetapi, sebagai balasannya, kami dimasukkan dalam poros kejahatan”. (Islam On Line, 13/1/2004).  Presiden Ahmadinejad juga mengulang-ulang pernyataan itu dalam kunjungannya ke New York, untuk menghadiri Sidang Umum PBB.  Dalam pertemuannya dengan surat kabar NewYork Times, 26/9/2008, ia menyatakan, “Iran memberikan tangan bantuan kepada Amerika Serikat dalam hal yang berkaitan dengan Afghanistan.  Dan hasil dari bantuan-bantuan itu, presiden Amerika mengarahkan ancaman-ancaman langsung untuk melancarkan serangan militer terhadap kami.  Sebagaimana negeri kami juga memberikan bantuan kepada Amerika dalam mengembalikan ketenangan dan stabilitas ke Irak”.
Terhadap program nuklir Iran, AS berkali-kali menghalangi negara Israel –atas dorongan dan dukungan negara Eropa–, untuk mengancurkan program nuklir Iran.  Hingga sekarang pun, AS tetap menghalangi entitas Yahudi menghancurkan program nuklir Iran. Amerika memberi ijin kepada Israel untuk menyerang instalasi nuklir Irak yang hampir terbangun pada masa Shaddam Husein pada tahun 1981.  Tetapi, AS melarang Israel menyerang instalasi nuklir Iran yang sudah memurnikan Uranium hingga kadar 20%.  Ini menunjukkan bahwa AS berusaha menjaga eksistensi pemerintahan Iran untuk kepentingan AS di kawasan Timur Tengah; yaitu agar negara-negara Timur Tengah khawatir dan takut kepada Iran, yang dengan begitu eksistensi dan kelangsungan militer AS di kawasan terus terjaga.  Pembicaraan program nuklir Iran sudah berlangsung sejak tahun 2003.  Hanya saja, AS hanya memfokuskan diri pada sanksi, bukan pada pengurangan atau pelucutan hulu ledak.  Hanya saja, AS tidak pernah serius memberikan sanksi kepada Iran, atau berusaha menyelesaikan masalah program nuklir Iran dengan tuntas.  AS berusaha menakut-nakuti negara-negara Timur Tengah dengan eksistensi nuklir Iran, untuk menciptakan ketergantungan negara-negara Timur Tengah terhadap pengaruh dan kekuatan militer AS.

Fakta-fakta di atas setidaknya memberi kesadaran kepada kita, bahwasanya garis kebijakan Iran, tetap sejalan dengan garis kebijakan AS pada batas-batas tertentu. Untuk menutupi kebusukan-kebusukan ini semua, Iran terus mendengang-dengungkan retorika menyebalkan “anti Amerika dan Israel”, yang tidak pernah terbukti pada tindakan nyata.  Seperti orang yang berteriak lantang dengan suara tinggi “jalan ke kiri”, tetapi, ia berjalan ke arah sebaliknya.

Wallahu A’lam Bish Shawab
(Fathiy Syamsuddin / Ramadhan An Nawiy)
syamsuddinramadlan@gmail.com
[sumber]
*
Share/Bookmark
This entry was posted on 9:45 PM and is filed under , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

1 komentar:

On 5:39 AM , obat herbal penyakit mengatakan...

ijin simak dulu aja gan

 

Daftar Isi

hosting murah, gratis domain





Kumpulan Bantahan – Jawaban Ilmiyyah HT (Resmi) & Syabab Atas Berbagai Fitnah Terhadap HT

Tanya Jawab Seputar Hizbut Tahrir & Metode Dakwah:

Tanya Jawab Seputar Hizbut Tahrir (1)
Tanya Jawab Seputar Hizbut Tahrir (2)
Tanya Jawab Seputar Hizbut Tahrir (3)
Hizbut Tahrir Adalah Partai Politik Yang Berdiri Sendiri Tidak Mewakili dan Tidak Diwakili Oleh Siapapun
Cara HT Mengungkapkan Dirinya Sendiri
Jawaban Tuntas Pertanyaan Berulang Seputar Khilafah dan Hizbut Tahrir
Mengenal Hizbut Tahrir
Tahapan Dakwah dan Aktivitas Politik Hizbut Tahrir
Jalan Rasulullah saw, Jalan Pasti Menuju Tegaknya Khilafah
Hizbut Tahrir : Dakwah Islam Pemikiran, Politik, dan Tanpa Kekerasan
Kenapa Hizbut Tahrir Partai Politik ?
Memoar Syaikh Abu Arqam (Generasi Awal Hizbut Tahrir)
Sejarah Awal Masuknya Hizbut Tahrir ke Indonesia
Ustadz Abu Zaid (DPP HTI): HT Hanya Meneladani Metode Dakwah Nabi SAW
Jalan Menuju Khilafah
Jalan Utopia Menuju Khilafah
Hizbut Tahir Menilai Berhasil Kenalkan Konsep Khilafah
Fikrah Akidah Islam
Capaian Muktamar Khilafah 2013
Muktamar Khilafah Sia-sia?
Wawancara Koran al Liwa’ dengan Ustadz Ahmad Al-Qashash (Media Informasi Hizbut Tahrir Lebanon) : Hizbut Tahrir Berasaskan Aqidah Islam
Wawancara Wartawan Al Quds Al Arabi dengan Ahmad Al-Khatib (Anggota Media Informasi Hizbut Tahrir) di Palestina
Keterangan Pers: Hizbut Tahrir yang Berjuang untuk Khilafah dengan Garis Perjuangan yang Sudah Tetap Tidak Akan Berhenti Menarik Perhatian Terhadapnya!
Jangan Takut Bergabung dengan Hizbut Tahrir

Koreksi Ilmiyyah HT atas Fitnah & Kesalahan Pemikiran:

Koreksi Atas buku WAMY dan Buku-Buku Derivatnya (Al-Thariiq ilaa Jamaa’at al-Muslimiin)
Koreksi Atas Artikel Sabili: “Menguak Hizbut Tahrir”
Catatan Jubir: HT Elitis?
Beberapa Tanggapan Terhadap Khilafah
Hizbut Tahrir dan Pemboikotan Media Massa (Media Anti Islam)
Hizbut Tahrir adalah Gerakan Islam yang Bekerja Membangun Negara Khilafah yang Merupakan Kewajiban Syariah dengan Metodologi yang Jelas dan Hanya Berdasarkan Syariah yang Benar
Melarang Aspirasi Penegakkan Syariat dan Khilafah Adalah Menentang Karya Agung Para Ulama dan Melestarikan Kerusakan Sistem Demokrasi
Catatan Atas Pemberitaan Seputar Hizbut Tahrir Terkait Konferensi Media Global
Hizbut Tahrir Berjuang Berlandaskan Islam (Tanggapan Atas Artikel Syathah di Surat Kabar Al-Intibahah)
Gerakan Islam dan Masalah Khilafah (Tanggapan Hizbut Tahrir Atas Surat Kabar Al-Ahram)
HT Turki: Siapa yang Mengklaim Adanya Hubungan antara Hizbut Tahrir dengan Ergenekon
Bantahan Terhadap Beberapa Kerancuan Koran asy-Syarq al-Awsath Terhadap Hizbut Tahrir
KETERANGAN PERS: Bantahan Hizbut Tahrir Indonesia Terhadap Buku Ilusi Negara Islam
Ilusi Buku Ilusi Negara Islam
Demokratisasi atau Revitalisasi? (Tanggapan untuk Ahmad Syafii Maarif)
Kenapa Ideologi Islam Dianggap Asing, Sedangkan Kapitalisme Tidak?
Bantahan Terhadap Artikel Dr Syafii Ma’arif
Koran “Shariato Phobia” (Kritik Terhadap The Jakarta Post)
Catatan Jubir HTI: The Jakarta Post dan Bias Media
The Jakarta Post/opinion : Inaccurate and misleading reports on HTI
Mencabut Terorisme dengan Dakwah (Tanggapan Untuk Jawa Pos)
Tanggapan Terhadap Artikel di Koran Ar-Riyadh
HT Turki Bantah Tudingan Media Massa
Hizbut Tahrir Wilayah Lebanon Tolak Tudingan Melakukan Aksi Bersenjata
Keputusan Penuntut Umum Denmark: Membatalkan Tuduhan Palsu Terhadap Hizbut Tahrir
Tanggapan HTI Jawa Barat Atas Berita Berjudul: ”Bangladesh Menahan 27 Penyebar Selebaran” Di Pikiran Rakyat Pada Edisi Ahad, 15 Maret 2009

Amir HT Berjuang Keras Bersama Umat:

Profil Amir HT Ke-1 Al-’Allamah Asy-Syaikh Taqiyuddin An-Nabhani
Profil Amir HT Ke-2 Al-’Alim Asy-Syaikh ‘Abdul Qadim Zallum
Profil Amir HT Ke-3 Al-’Alim Asy-Syaikh ‘Atha bin Khalil Abu Ar-Rasythah
Memoar dari Penjara dan Indahnya Persahabatan bersama Amir Hizbut Tahrir, Al-Alim –Al-Jalil Sheikh Ata bin Khalil Abu al- Rashtah
Alhamdulillah, Facebook dan Twitter Resmi Amir Hizbut Tahrir Al-‘Alim ‘Atha bin Kholil Abu Ar-Rasytah Diluncurkan
Page FB Resmi Amir HT
Website Resmi Amir HT
Amir Hizbut Tahrir: Dukunglah Penegakkan Khilafah
Teks Pidato Amir Hizbut Tahrir Kepada Warga di Suriah
Surat Amir Hizbut Tahrir Kepada Salah Seorang Ulama Al-Azhar Syaikh Hasan al-Janaini yang Menjadi Pejuang Khilafah

Testimoni Sebagian Pandangan Ulama, Tokoh tentang HT & Perjuangan Menegakkan Syari’ah wal Khilafah:

Prof. Hassan Ko Nakata: Hanya Hizbut Tahrir Gerakan Politik Islam yang Memperjuangkan Terealisasinya Khilafah
Salah Satu Guru Besar Al-Azhar Al-Syariif Menjadi Pejuang Khilafah
Brigadir Hussam Alawak Menjelaskan Mengapa Ia Percaya Bahwa Hizbut Tahrir Adalah Kekasih Allah
Kumpulan Testimoni: Kita Akan Dukung Terus Hizbut Tahrir
Buya dan Asatidz Sumbar: Hizbut Tahrir Wadah Perjuangan Para Alim Ulama Untuk Menegakkan Khilafah
Testimoni Ulama: “Saya mahzabnya bukan Rambo yang berjuang sendirian, maka saya bergabung dengan Hizbut Tahrir”
Kiyai Dadang: “Saya Mendukung Hizbut Tahrir Sepenuh Hati, dan Siap Membantu dengan Segenap Kemampuan yang Ada”
Ulama Sumedang, Siap Berjuang Bersama Hizbut Tahrir Untuk terapkan Syariah dan Khilafah
Ulama Banjarnegara: “Begitu Kenal Dengan HTI, Saya Langsung Jatuh Hati”
Gus Lubabul: “Saya Warga NU, Tetapi Secara Batiniah Merasa Anggota HTI”
Komentar Beberapa Tokoh Lampung Terhadap Manifesto Hizbut-Tahrir untuk Indonesia
Workshop Ulama Rancaekek Timur:“Saya ingin Khilafah tegak besok”
Tokoh Lampung; Jiwa Kami Tetap Akan Mendukung Perjuangan HTI dalam Menegakkan Khilafah
Kalau Bisa HTI Rutin Memberikan Pencerahan kepada Jamaah
Ustadz Arifin Ilham : Puncak Kesufian Dalam Islam Adalah Dakwah dan Jihad Untuk Tegaknya Syariah dan Khilafah!
Pimpinan Ponpes Nurul Ulum Jember, KH. Abdullah: Kami Jalin Hubungan dengan HTI
Peduli Akan Wajibnya Berhukum Dengan Syariat Islam Kyai Muchlash Zain Undang Para Ulama dan Tokoh Ummat
Ulama Jabar: Kami Akan Terus Mensosialisasikan Wajibnya Syariah dan Khilafah!
Workshop Ulama Jawa Timur I : “Penyatuan Sikap dan Langkah Ulama Untuk Penegakan Syariah”
Ulama Mendukung Hizbut Tahrir Perjuangkan Syariah dan Khilafah

HT Pecahan dari Al-Ikhwan Al-Muslimin?

Kala Sebagian Pemimpin dan Anggota Al-Ikhwan Al-Muslimin Jatuh Hati Kepada Hizbut Tahrir
Syaikh Taqiyudin An-Nabhani Bukan Deflektor dari Gerakan Ikhwan

HT, Perjuangan Menegakkan Al-Khilafah & Jihad:

Tanya Jawab atas Ungkapan “Jihad Bukan Metode untuk Menegakkan al-Khilafah”
Jihad dalam Perspektif Hizbut Tahrir
Ustadz Ahmad Al-Qashash (Media Informasi Hizbut Tahrir Lebanon): Jihad Hukumnya Wajib!
Haji & Jihad
Soal Jawab Amir HT: الجهاد في العمل لإقامة الدولة
Soal Jawab Amir HT (Terjemah): Jihad dalam Perjuangan Untuk Menegakkan Daulah dan Ifadhah dalam Haji
Menyoal Perjuangan Bersenjata Untuk Menegakkan Daulah Islamiyah

HT & Pembahasan Bid’ah:

Jawab Soal Amir HT: Tentang Bid’ah

HT, Syi’ah & Sufy:

Kami Tidak Memiliki Hubungan dengan “Hizbut Tahrir Mesir yang Sufi” atau “Hizbut Tahrir Baru yang Syiah”
Tanya Jawab Amir HT: Hukum Taqiyyah & Syi’ah
Sunni-Syiah dalam Naungan Khilafah
HTI: Konsep Khilafah Islam Berbeda dengan Konsep Imamah Syiah
Syi’ah Dalam Kitab Resmi Hizbut Tahrir

HT & Syi’ah – Khomeini:

Tawaran Hizbut Tahrir Kepada Khameini
Syubhat: Hizbut Tahrir Mau Membai’at Khomeini Sebagai Khalifah?
Tidak Benar HT Pernah Tawarkan Khomeini Menjadi Kholifah

HT & Madzhab:

Hizbut Tahrir Apakah Sebuah Madzhab?
Bagaimana Menyikapi Perbedaan Madzhab
Persoalan Seputar Madzhab
Ahmadiyah: Perbedaan atau Penyimpangan?

HT, Khilafah & Imam Al-Mahdi

Perkataan Imam Bukhari “Fiihi Nazhar” Mengenai Seorang Perawi Hadits Tidak Selalu Melemahkan Haditsnya
Khilafah Bukan Negara Mazhab
Ulama Empat Mazhab Mewajibkan Khilafah
Dalil yang Tegas Tentang Kewajiban Khilafah
Kewajiban Menegakkan Khilafah
Jawab Soal: Hadits Bisyarah
KH. Drs. Hafidz Abdurrahman, MA : Hizbut Tahrir Sudah Punya Master Plan dan Road Map Untuk Menegakkan Khilafah
Ust H. Musthafa A Murtadho: Menegakkan Khilafah: Kewajiban Ulama
Menegakkan Khilafah bukan hanya Kewajiban Hizbut Tahrir
Haram Berdiam Diri Dari Menegakkan Khilafah Dengan Alasan Menunggu Imam Mahdi
Imam Mahdi dan Khilafah
Betulkah Imam Mahdi yang akan Mendirikan Khilafah?
Khilafah Islamiyah Akan Menyatukan Umat di atas Asas Islam dan Akan Mengadopsi Politik Industrialisasi Yang Kuat dan Menyeluruh
Upaya Mendirikan Khilafah
Seputar Dakwah untuk Mendirikan Khilafah
Deradikalisasi: Upaya Menghambat Pendirian Khilafah
Khilafah dan Strategi Industrialisasi Dunia Islam
Khilafah Menyatukan Umat Islam

Siapakah Ahlus Sunnah Wal Jamaa’ah?

Siapakah Aswaja’
Siapakah Aswaja’ (2)
Khilafah Menurut Ahlus Sunnah Wal Jamaah

Bantahan atas Syubhat Seputar HT, Hadits Ahad, Siksa Kubur

An-Nabhani: Hadits Ahad Tidak Diingkari Meski Tidak Menjadi Dalil Dalam Akidah
Pendirian Ibnu Hajar Mengenai Hadits Ahad yang Diperkuat oleh Qarinah
Jubir Hizbut Tahrir Lebanon: Wajib Mempercayai Masalah Siksa Kubur dan Dajjal
Ibnu Burhan: Hadits Ahad Riwayat Bukhari dan Muslim Tidak Qath’i
Khabar Ahad dalam Pandangan Ulama Ushul
Fatâwa Al Azhar Tentang Khabar Ahad
Pandangan Ormas Muhammadiyah & NU Tentang Khabar Ahad dalam Masalah Aqidah
Perbedaan antara Aqidah dan Hukum Syara’
Diskusi Khabar Ahad (Lanjutan I)
Metode Penetapan Aqidah
Al-’Ilmu wa Al-Dzan
Kedudukan Khabar Ahad dalam Masalah Aqidah

HT Memperbolehkan Pornografi?

Tanya Jawab: Menyaksikan Film ‘Panas’ dan Tikaman (Fitnah) Atas Hizbut Tahrir
Tanya Jawab Amir HT: Hukum Menonton Film di Bioskop dan Menonton Film Panas (Porno)?

HT adalah Mu’tazilah? Khawarij?

Apakah HT adalah Khawarij atau Muktazilah?
Bahasan Thariqul Iman (Kitab HT) & Penjelasan Imam Ibnu Qudamah
Pandangan Hizbut Tahrir Tentang Khawarij
Hizbut Tahrir Khawarij?
Bagaimana Mensikapi Kelompok Sempalan?
Sekilas Nasihat Al-’Alim Asy-Syaikh ‘Atha bin Khalil untuk Berhati-Hati Terhadap Vonis Takfir Serampangan

Syabab HT “OMDO”?

”Syabab HT Omdo”?! Inilah Jawaban Al-Qur’an & Al-Sunnah (Jawaban Tuntas Syar’iyyah)
Bicaralah! (Ust. Dr. M. Rahmat Kurnia – DPP HTI)
Edukasi Publik, Sia-sia?
M. Ismail Yusanto: Dukungan Umat Makin Nyata!
Muhammad Saleem (Aktifis Hizbut Tahrir Inggris) : Perubahan Membutuhkan Opini Publik!

Haram Golput?

Parlemen Bukan Satu-satunya Jalan Perubahan (Ada Jalan Lain yang Jelas Syar’i)
Pemilu dan Perubahan
Hukum Islam Atas Koalisi Parpol Islam dan Parpol Sekuler dalam Pandangan Islam
Hukum Islam Menjadi Caleg dalam Sistem Demokrasi
Masih Percaya Pada Demokrasi?
Parpol Islam Kian Pragmatis
Perubahan Revolusioner Perspektif Islam
Tanggapan Hizbut Tahrir Indonesia Terhadap Fatwa MUI Tentang Golput Tahun 2009
Ismail Yusanto: Seharusnya Fatwa Haram Terlibat dalam Sistem Sekuler
Fatwakanlah Wajibnya Menerapkan Syariah Islam!
Jubir HTI, HM Ismail Yusanto: Umat Harus Mendukung Partai Islam Ideologis
Pemilu 2009: Umat Berharap Pada Partai Yang Memperjuangkan Syariah Islam
Komentar Politik : Golput Meningkat, Elit Politik Panik
Partai Islam, Jangan Sekedar Basa-Basi
Ulama dan Khilafah: Islam Agama Sekaligus Negara
Ulama’ Dinilai Karena Sikapnya, Bukan Sebatas Ilmunya
Kedudukan Fatwa dalam Syariat Islam
Ulama Wajib Mengoreksi Penguasa
Bedah Qaidah Ahwanu Al-Syarrain (قاعدة أهون الشرين)
Bolehkah Berdalil Dengan Nabi Yusuf?
Soal Jawab: Partisipasi di dalam Sistem Kufur (Jawaban Amir Hizbut Tahrir Terhadap Penggunaan Hujjah Perbuatan Nabi Yusuf as dan Raja Najasyi)

HT & Ghibah (Menjawab Tuduhan bahwa HT Tukang Ghibah (Konotasi Negatif))

Penjelasan al-’Allamah al-Imam al-Nawawi Tentang Perincian Ghibah (Part. I)
Slide Show Kajian HT Cianjur “Menjaga Lisan & Hukum Ghibah dalam Islam”

HT & Hukum Muqatha’ah

Bolehkah Memutus Hubungan Dengan Sesama Muslim?
Soal Jawab: Hukum Memutus Hubungan (Muqatha’ah) dengan Sesama Muslim

HT Mengabaikan & Menyepelekan Akhlak?

Kritik Syabab atas Para Pencela HT “Menyepelekan Akhlak”

Syabab HT Menikmati Demokrasi?

Inilah Jawaban-Jawaban Kami atas Berbagai Dalih Pembenaran Atas Demokrasi (Kumpulan Makalah Ilmiyyah)
Menjustifikasi Demokrasi dengan Dalih Menikmatinya? (Jawaban Argumentatif)
Menikmati Demokrasi? Apa Kata Imam Sufyan al-Tsauri?
Berterima Kasih Pada Demokrasi?
KH Shiddiq al-Jawi: Islam Menolak Demokrasi
Kerusakan Negeri Oleh Demokrasi
Siapa Diskriminatif?
Dalam Demokrasi, Siapapun Cenderung Jadi Buruk
Dampak Buruk Sistem Demokrasi
Wajah Buruk Demokrasi
Hakikat Buruk Demokrasi
Dengan Demokrasi, Orang Jadi Munafik

Hizbut Tahrir dan Amirnya Tidak Anti Kritik & Koreksi:

Jawab Soal Amir HT: Penolakan Hizbut Tahrir dan Amirnya atas Berbagai Kritik dan Koreksi
Klarifikasi Seputar Penolakan Hizbut Tahrir dan Amirnya atas Kritik dan Koreksi

Hizbut Tahrir Memperbolehkan Mencium Wanita Ajnabiyyah?

Benarkah Hizbut Tahrir Memperbolehkan Mencium Wanita Ajnabiyyah?

Thalabun Nushrah Itu Hukum Syara’ – Metode Dakwah Rasulullah SAW!

Tanya Jawab Amir HT: Thalabun Nushrah
KH Ali Bayanullah Al Hafidz: “Ibadah Haji, Momentum Thalabun Nushrah”
Ustadz Syamsudin Ramadhan : Tholabun Nushroh Metode Syar’i Menegakkan Khilafah
Soal Jawab Thalab an Nushrah
Thalabun-Nushrah: Kunci Perubahan
Thalabun Nushrah Bagian dari Metode Dakwah Rasulullaah SAW

Batas Waktu Kekosongan Tegaknya Al-Khilafah yang Merupakan Kewajiban

Jawab Soal Amir HT: Tenggak Waktu yang Diperbolehkan bagi Kaum Muslimin untuk Menegakkan al-Khilafah
Umat Haram Tanpa Khalifah Lebih Dari Tiga Hari?

Hukum Status Ormas Islam

Jawaban atas Tuduhan Terhadap HTI Terkait Status “Ormas Islam” (I)
Tanya Jawab dengan Amir HT

Kumpulan Bantahan Ilmiyyah atas Berbagai Dalih Pembenaran terhadap Demokrasi

Inilah Jawaban-Jawaban Kami atas Berbagai Dalih Pembenaran Terhadap Demokrasi (Kumpulan Makalah Ilmiyyah)

Kumpulan Nasihat-Nasihat Terkait

Nasehat Berharga Syaikh Thalib Awadallah Kepada Syabab Hizbut Tahrir Dalam Berdebat
Adab-Adab Berdebat dalam Islam (Kajian Kitab Nafsiyyah Islamiyyah)
Nasihat atas Perdebatan yang Tidak Syar’i (Saling Mengolok-Olok, -)
Kecaman Syari’at Terhadap Sifat Takabur & Sikap Melecehkan Lawan Diskusi
Hati-Hati Berfatwa Tanpa Ilmu
Nasihat Asy-Syaikh ‘Atha bin Khalil Atas Pentingnya Iman Terhadap Akhirat (Kajian Tafsir Syaikh ‘Atha)
Adab Bergaul Dengan Sesama Muslim

Kumpulan Download Bantahan Ilmiyyah (File Ppt, Pdf & Word):

Menjawab Syubhat terhadap Ide-ide Hizbut Tahrir ==>direct download, resumeable
Menjawab Syubhat terhadap Ide-ide Hizbut Tahrir ==>alternatif
Bantahan HT atas Tulisan Idrus Ramli

Kumpulan Download E-Book Kitab HT (Arab – Indo)

Download Sebagian E-Book Kitab Hizbut Tahrir (Gratis)
Unduh Kitab-Kitab HTI – 1
Unduh Kitab-Kitab HTI – 2

Kumpulan Buku pemikiran IMAM TAQIYUDDIN ANNABHANI

[00] tarif hizbut tahrir.zip
[01] pembentukan partai politik islam.zip
[02] Negara Islam.zip
[03] Titik Tolak Perjalanan Dakwah HT.zip
[04] terjun ke masyarakat.zip
[05] sistem pemerintahan islam.zip
[06] dustur.zip
[07] ahkamush sholat.zip
[08] kaidah kausalitas.zip
[09] dinamika aqidah islam.zip
[10] HADITS AHAD.zip
[11] membangun ekonomi alternatif pasca kapitalisme.zip
[12] Materi-Seputar Gerakan Islam.zip
[13] bunga rampai.zip
[14] tinjauan kritis terhadap asas ideologi sosialisme dan kapitalisme.zip
[16] keniscayaan benturan peradaban.zip
[17] kritik islam terhadap uud 1945.zip
[18] menggugat thagut demokrasi.zip
[19] menghancurkan demokrasi.zip
[20] demokrasi kufur.zip
[21] Bunga Bank Haram.zip
[22] diskursus negara islam.zip
[23] metode perubahan untuk melanjutkan kehidupan islam.zip
[24] sebab-sebab kegoncangan pasar modal.zip
[25] SHARIAH ISLAM INDONESIA.zip
[26] Soal Jawab Seputar Khamer.zip
[27] KHUTBAH AIDUL FITRI 1424 H.zip
[28] marhaban ramadhan.zip
[29] Menjinakkan Kesombongan.zip
[30] serangan amerika untuk menghancurkan islam.zip
[31] 36 SOAL JAWAB.zip
[32] 37-SOAL JAWAB.zip
[33] AMWAL.zip
[34] bayyinat.zip
[35] bendera rasul.zip
[36] cantik.zip
[37] DAKWAH WAJIB.zip
[38] DAKWAH JILID 2.zip
[39] fikrul islam.zip
[40] DARKNESS.zip
[41] dirasat.zip
[42] establish.zip
[43] ips-islam politik spiritual.zip
[45] jihad dan politik.zip
[46] kloning.zip
[47] khilafah-solisi.zip
[48a] kepribadian islam 1.zip
[48b] kepribadian islam ii.zip
[48c] kepribadian islam iii.zip
[49] Manhaj Hizb.zip
[50] selamatkan indonesia dengan syariah.zip
[51] materi dakwah.zip
[52] luruskah akidah anda.zip
[53] mafahim islamiyah.zip