Pada bulan Ra’jab 1432 H lalu, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menggelar rangkaian marathon konferensi Rajab yang dimulai dari kota Banjarmasin ( 2/06/2011) hingga puncaknya di Jakarta (29/06/2011). Ide yang diusung pun sangat visioner, yakni menegakkan Syariah dibawah naungan Khilafah Islamiyah.

Acara yang berlangsung di Jakarta sendiri berlangsung semarak. Dengan dibanjiri 25.000 peserta, acara diisi orasi dari berbagai tokoh Hizbut Tahrir dan masyarakat untuk segera menegakkan Syariah dan Khilafah demi persatuan umat. Karena menurut Ismail Yusanto, selaku Jubir HTI, mengatakan hanya Khilafah lah yang bisa menyatukan seluruh elemen Umat Islam.


“Kita mau pakai cara apa lagi? PBB tidak mungkin. OKI tidak mungkin. Liga Arab dan ASEAN apalagi. Tidak ada cara lain selain Daulah Khilafah.” Tandasnya penuh semangat kepada Eramuslim.com.
Bahkan Ismail Yusanto menantang SBY untuk membuktikan ucapannya di Bekasi (26/6) bahwa harus terjadi persatuan dunia Islam dalam menghadapi tantangan global.

”Kalau beliau (SBY, red.) mengingat bahwa beliau akan mati dan menghadap Allah SWT, mestinya tidak ada pilihan selain membela Islam. ” Tantangnya.
Lantas bagaimanakah cara mewujudkan Khilafah Islamiyah? Instrumen apakah yang akan dipakai Hizbut Tahrir? Bagaimana pula pandangannya mengenai gerakan Islam yang berjihad dalam menegakkan Khilafah Islamiyah? Betulkah Khilafah akan tegak di tahun 2020? Wartawan Eramuslim.com, Muhammad Pizaro Novelan Tauhidi, mewawancara Ismail Yusanto untuk mendiskusikan itu semua, seusai Konferensi Pers yang dilakukan HTI di sela-sela Konferensi Rajab. Berikut petikan wawancara kami.

Hizbut Tahrir sudah beberapa kali melakukan Konferensi tentang Khilafah, apakah masyarakat semakin sadar butuh Khilafah?
Iya kami merasa seperti itu. Setiap dua tahun sekali, terakhir tahun 2010, kami meng-hire perusahaan riset untuk melakukan survey nasional tentang berbagai isu penting. Diantaranya mengenai Syariah dan Khilafah. Nah, hasilnya pendukung Syariah itu diatas 73 % dari 1300 responden di 30 kota besar. Kemudian pendukung Khilafah malah lebih besar lagi, yakni 83%. Itu penelitian yang kami hire.
Sementara Setara Institute juga pernah melakukan survey sikap masyarakat untuk Pluralisme, Toleransi, tapi di dalamnya ada pertanyaan mengenai Khilafah. Nah, ternyata di Jabotabek ada 34,6 % yang mendukung Khilafah. Di Bogor lebih besar lagi, yakni yang mendukung 46 % dan yang menolak 41 %. Kemudian di Depok antara yang mendukung dengan yang tidak, hasilnya fifty-fifty. Nah jadi, selain kami terjun langsung ke grasroot bertemu dengan para ulama dan umat, kami merasakan bagaimana dukungan itu makin hari, makin besar.

Ide Khilafah ini sangat besar, sementara masyarakat Indonesia masih rendah Keimanannya. Apa mereka bisa diajak menegakkan Khilafah?
Nah ini yang sering disalah pahami banyak orang. Seolah-olah ketika Hizbut Tahrir mengajak umat mendirikan Khilafah lantas melupakan hal-hal yang bersifat esensial dan elementer. Seruan kami mengajak untuk tegaknya Syariah dan Khilafah itu ibarat vision and mission statement. Yang namanya Visi itu pasti menyangkut sesuatu yang besar, jauh kedepan, dan diharapkan mampu menyelesaikan seluruh persoalan yang dihadapi.
Tetapi di dalam pelaksanaannya, coba perhatikan apa yang dilakukan Hizbut Tahrir? Kita memulainya dengan melakukan pembinaan/halaqoh. Dan di dalam halaqoh itu dijelaskan mengenai aqidah, keterikatan seorang muslim kepada syariah, termasuk dalam ibadah. Maka Insya Allah, dari pengalaman kami selama ini, mereka-mereka yang ikut dalam pembinaan bersama Hizbut Tahrir, justru keterikatan kepada Syariah termasuk di dalam ibadah semakin hari semakin meningkat.

Bahkan lebih Syumul (Sempurna)?
Iya jadi lebih syumul. Karena kemudian dia melihat, mana persoalan pribadi, persoalan ibadah, akhlak, akidah, atau muamalah. Jadi mereka tahu ibadahnya dan muamalah-nya bagus, termasuk juga dawah.

Gerakan-gerakan Islam memiliki Visi dan Misinya masing-masing, Bagaimana Hizbut Tahrir menyatukan mereka semua? Mengingat Ide Khilafah menaungi semua golongan
Sebenarnya dalam dialog kami dengan berbagai kelompok Islam, itu tidak ada perbedaan esensial terhadap Syariah dan Khilafah. Syariah dan Khilafah itu disetujui oleh seluruh gerakan Islam. Bahkan kita datang ke pesantren, ke ulama, ke pimpinan Muhammadiyah di berbagai daerah, mereka juga mendukung (Syariah dan Khilafah). Karena mereka menyadari, bahwa Khilafah adalah ide Islam, bukan hanya ide Hizbut Tahrir.
Yang berbeda adalah pada metode atau thoriqoh perjuangannya. Nah kalau sudah menyangkut metode atau thoriqoh perjuangan, hal itu kembali pada diri masing-masing. Bukan lagi hak kami untuk mencampuri. Namun kami mengambil sisi positifnya bahwa ini memang keragaman yang tidak bisa dielakkan terjadi di tengah-tengah umat. Tapi yang paling penting adaah semuanya mengarah kepada visi dan misi yang sama, yakni tegaknya Syariah dan Khilafah.

Isu Transnasional sekarang menjadi sasaran Densus. Hizbut Tahrir Indonesia masih mau jalan terus?
Insya Allah kita akan jalan terus. Apa pun hambatan dan rintangan yang kita hadapi, hal itu tidak akan membuat kita surut sejengkal pun. Karena perjuangn memang sudah sunatullah seperti itu. Tapi kita juga perlu mencermati, bahwa kemungkinan-kemungkinan terjadinya hambatan itu harus sebisa mungkin kita cegah. Seperti RUU Intelejen, kita juga berdialog dengan berbagai komponen masyarakat. Baik itu di dalam tubuh umat Islam maupun yang ada di luar. Termasuk kami juga berdialog dengan komponen yang ada di parlemen, ternyata tidak hanya Hizbut Tahrir yang menolak itu, tapi hampir semuanya menolak RUU itu. Karena RUU ini mengancam mereka juga. Karena dalam RUU intelejen ada kewenangan menyadap, kalau sudah ada kewenangan menyadap siapapun bisa menyadap. Ada kewenangan menangkap tanpa bukti awal, maka siapapun juga bisa ditangkap.
Nah karena itu, dengan dialog dan komunikasi yang kami lakukan, insya Allah kekuatan yang menolak munculnya RUU itu semakin hari semakin besar.

Dalam pandangan Hizbut Tahrir, bagaimana cara menegakkan Khilafah? Apakah dengan Demokrasi, Jihad, atau Dakwah Tauhid?
Hizbut Tahrir menolak demokrasi, karenanya Hizbut Tahrir tidak akan menempuh cara demokrasi, karena demokrasi itu berarti kedaulatan di tangan rakyat. Sedangkan Hizbut Tahrir meyakini kedaulatan itu di tangan Allah SWT. Tetapi tidak berarti bahwa Hizbut Tahrir mengharamkan pemilihan umum. Karena pemilihan itu hanya cara untuk memilih wakil dan ini masuk dalam bab Wakalah. Wakalah itu ada empat unsur, ada wakil, muwakkil, ijab qabul, dan ada amal yang harus dilakukan oleh wakil atas perintah muwakkil.
Nah, dari empat unsur ini yang menjadi persoalan adalah amal. Amal apakah yang dilakukan wakil atas perintah muwakkil? Kalau amalnya sesuai aqidah dan syariah maka amal itu kita terima. Kalau bertentangan, maka kita tolak.
Nah kembali kepada metode, lantas dengan metode apa Hizbut Tahrir menegakkan Khilafah? Maka kami mengatakan dengan metode Rasulullah SAW, yakni dengan pembinaan dan pengkaderan.
Kemudian, melakukan interaksi di tengah masyarakat. Kita bergerak di tengah masyarakat menjelaskan Islam lalu mereka faham, maka muncullah Al way’ul ‘am, (kesadaran umum tengan Islam). Al Way’ul siyasi (kesadaran politik tentang Islam). Kita juga melakukan kontak kepada ashabul fa’aliyat (mereka yang memiliki pengaruh), ahlul quwwah (pemiliki kekuatan). Sampai akhirnya, sebagaimana Rasulullah SAW dia didukung oleh ahlun nusroh (pemegang kekuatan penentu), maka tegaklah daulah Islam pertama di Madinah. Kira-kira begitu secara ringkas.
Nah mengenai jihad, Hizbut Tahrir dalam berbagai kesempatan selalu mengatakan bahwa kami melakukan dakwah non kekerasan. Kenapa? Karena dakwah itu tujuannya adalah merubah pemikiran seseorang. Merubah pemikiran harus dengan pemikiran, tidak bisa dengan kekerasan. Kedua, kami melakukan dakwah siyasi (politik)untuk perubahan politik.
Tapi tidak berarti bahwa Hizbut Tahrir kemudian menolak Jihad, karena Jihad adalah ajaran Islam. Jihad itu bisa dilakukan pada waktunya. Nah kapan Jihad itu dilakukan? Satu, ketika umat Islam diserang. Maka wajib umat Islam membela diri seperti terjadi di Irak, Palestina, Afghanistan,di Ambon dan juga Poso dulu.
Dan yang kedua adalah jihad hujumi. Ini jihad ofensif untukfutuhat (pembebasan). Nah ini terjadi jika umat Islam dipimpin oleh seorang Kholifah.

Lalu, kira-kira kapan Khilafah Tegak?
Khilafah tegak itu sangat tergantung kepada nashrullah (pertolongan Allah). Dan nashrullah itu qodho (ketetapan) dari Allah, kita tidak tahu, Allahua’lam. Tetapi banyak analis dari Barat khususnya, seperti NIC (National Intelligence Council), pada konferensi tahun 2005 memperkirakan bahwa tahun 2020 kemungkinan Khilafah bisa berdiri.

Apa Indikasinya?
Nah indikasinya mereka mengkaji tren global, misalnya kenaikan dan kekuatan dunia Islam. Baik dari segi populasi, sumber daya alam, geografis, politis, kesadaran ideologi umat Islam, meningkatnya keberagamaan dan lain sebagainya. Nah pada saat yang sama, terjadi tendensi penurunan kekuatan di Negara-negara barat. Kita ketahui dari segi populasi, masyarakat Eropa mengalami pertumbuhan penduduk 0%, bahkan negatif. Ekonomi Amerika sekarang turun, bahkan dililit hutang yang luar biasa. Maka itu mereka kemudian membuat mapping globalization dan diantaranya kemungkinan tahun 2020 Khilafah akan tegak.
Mengenai 2020, bukan hanya NIC, bahkan mantan Wakil Ketua Parlemen Rusia (Michael Buriyev, red.), juga memperkirakan tahun 2020 Khilafah akan berdiri. Sementara Hizbut Tahrir sendiri tidak pernah memperkirakan kapan Khilafah tegak. Karena kita yakin Khilafah itu fardhullah juga wa’dullah, janji Allah.

Beberapa waktu lalu, SBY menyerukan persatuan Dunia Islam. Apa SBY juga bisa diajak untuk menegakkan Khilafah?
Oh bisa saja kenapa tidak? Selagi dia manusia, siapapun dia bisa berubah. Jangankan Pak SBY, Umar bin Khaththab saja yang dulu sangat keras mementang Islam, bisa menjadi pembela Islam yang luar biasa. Ini berpulang kepada beliau, apakah beliau mau menjadi pembela Islam atau tidak. Kalau beliau mengingat bahwa beliau akan mati dan menghadap Allah SWT, mestinya tidak ada pilihan selain membela Islam. Dan seruan untuk dunia Islam bersatu adalah seruan yang sudah sering sekali kita dengar dari banyak pihak. Cuma persoalannya adalah bagaimana kita bersatu?
Nah inilah ironinya. Ketika Hizbut Tahrir menyerukan tegaknya Khilafah yang akan memungkinkan terjadinya persatuan dunia Islam, kenapa kemudian ditolak? Dan ini berarti tidak cocok antara seruan dengan tindakan. Itulah yang sering diucapkan oleh tokoh-tokoh di Indonesia, termasuk tokoh-tokoh umat.
Menurut kami hal ini tidak boleh diteruskan. Jadi, jika menyerukan persatuan Islam di seluruh dunia Islam harus konsisten. Kita mau pakai cara apa lagi? PBB tidak mungkin. OKI tidak mungkin. Liga Arab dan ASEAN apalagi. Tidak ada cara lain selain Daulah khilafah.

Apa pesan Ustadz kepada Umat?
Saya kira saat ini, kita tidak punya pilihan setelah sosialisme dan kapitalisme terbukti gagal. Bahkan semakin nyata kebobrokonnya. Bagaimana Krisis Ekonomi mulai melanda dunia, Yunani, Amerika, dan lain sebagainya. Nah, pertanyaannya kemana kita akan mengadu selain kepada Islam? Inilah saatnya kita kembali kepada Islam. Kita diberikan negeri yang luar biasa barokah dari Allah. Kita sendiri juga mengakui kemerdekaan Indonesia atas berkat rahmat Allah, tapi kenapa kita mengelola negeri yang dulu merdeka atas nama Allah, justru sekarang meninggalkan tuntunan Allah? Nah ini harus dihentikan, sudah saatnya kita kembali kepada Islam, kepada Al haqq, yaitu kepada Syariah.
Dan jika betul-betul kita mau menjadi khoiru ummah, maka tidak mungkin tidak kita harus bersatu, dan persatuan itu hanya mungkin terjadi dengan Khilafah. (pz)

http://www.eramuslim.com/berita/bincang/ismail-yusanto-dulu-kita-merdeka-atas-nama-allah-kenapa-sekarang-meninggalkan-tuntunan-allah.htm

*
Share/Bookmark
This entry was posted on 3:23 AM and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 komentar:

Daftar Isi

hosting murah, gratis domain





Kumpulan Bantahan – Jawaban Ilmiyyah HT (Resmi) & Syabab Atas Berbagai Fitnah Terhadap HT

Tanya Jawab Seputar Hizbut Tahrir & Metode Dakwah:

Tanya Jawab Seputar Hizbut Tahrir (1)
Tanya Jawab Seputar Hizbut Tahrir (2)
Tanya Jawab Seputar Hizbut Tahrir (3)
Hizbut Tahrir Adalah Partai Politik Yang Berdiri Sendiri Tidak Mewakili dan Tidak Diwakili Oleh Siapapun
Cara HT Mengungkapkan Dirinya Sendiri
Jawaban Tuntas Pertanyaan Berulang Seputar Khilafah dan Hizbut Tahrir
Mengenal Hizbut Tahrir
Tahapan Dakwah dan Aktivitas Politik Hizbut Tahrir
Jalan Rasulullah saw, Jalan Pasti Menuju Tegaknya Khilafah
Hizbut Tahrir : Dakwah Islam Pemikiran, Politik, dan Tanpa Kekerasan
Kenapa Hizbut Tahrir Partai Politik ?
Memoar Syaikh Abu Arqam (Generasi Awal Hizbut Tahrir)
Sejarah Awal Masuknya Hizbut Tahrir ke Indonesia
Ustadz Abu Zaid (DPP HTI): HT Hanya Meneladani Metode Dakwah Nabi SAW
Jalan Menuju Khilafah
Jalan Utopia Menuju Khilafah
Hizbut Tahir Menilai Berhasil Kenalkan Konsep Khilafah
Fikrah Akidah Islam
Capaian Muktamar Khilafah 2013
Muktamar Khilafah Sia-sia?
Wawancara Koran al Liwa’ dengan Ustadz Ahmad Al-Qashash (Media Informasi Hizbut Tahrir Lebanon) : Hizbut Tahrir Berasaskan Aqidah Islam
Wawancara Wartawan Al Quds Al Arabi dengan Ahmad Al-Khatib (Anggota Media Informasi Hizbut Tahrir) di Palestina
Keterangan Pers: Hizbut Tahrir yang Berjuang untuk Khilafah dengan Garis Perjuangan yang Sudah Tetap Tidak Akan Berhenti Menarik Perhatian Terhadapnya!
Jangan Takut Bergabung dengan Hizbut Tahrir

Koreksi Ilmiyyah HT atas Fitnah & Kesalahan Pemikiran:

Koreksi Atas buku WAMY dan Buku-Buku Derivatnya (Al-Thariiq ilaa Jamaa’at al-Muslimiin)
Koreksi Atas Artikel Sabili: “Menguak Hizbut Tahrir”
Catatan Jubir: HT Elitis?
Beberapa Tanggapan Terhadap Khilafah
Hizbut Tahrir dan Pemboikotan Media Massa (Media Anti Islam)
Hizbut Tahrir adalah Gerakan Islam yang Bekerja Membangun Negara Khilafah yang Merupakan Kewajiban Syariah dengan Metodologi yang Jelas dan Hanya Berdasarkan Syariah yang Benar
Melarang Aspirasi Penegakkan Syariat dan Khilafah Adalah Menentang Karya Agung Para Ulama dan Melestarikan Kerusakan Sistem Demokrasi
Catatan Atas Pemberitaan Seputar Hizbut Tahrir Terkait Konferensi Media Global
Hizbut Tahrir Berjuang Berlandaskan Islam (Tanggapan Atas Artikel Syathah di Surat Kabar Al-Intibahah)
Gerakan Islam dan Masalah Khilafah (Tanggapan Hizbut Tahrir Atas Surat Kabar Al-Ahram)
HT Turki: Siapa yang Mengklaim Adanya Hubungan antara Hizbut Tahrir dengan Ergenekon
Bantahan Terhadap Beberapa Kerancuan Koran asy-Syarq al-Awsath Terhadap Hizbut Tahrir
KETERANGAN PERS: Bantahan Hizbut Tahrir Indonesia Terhadap Buku Ilusi Negara Islam
Ilusi Buku Ilusi Negara Islam
Demokratisasi atau Revitalisasi? (Tanggapan untuk Ahmad Syafii Maarif)
Kenapa Ideologi Islam Dianggap Asing, Sedangkan Kapitalisme Tidak?
Bantahan Terhadap Artikel Dr Syafii Ma’arif
Koran “Shariato Phobia” (Kritik Terhadap The Jakarta Post)
Catatan Jubir HTI: The Jakarta Post dan Bias Media
The Jakarta Post/opinion : Inaccurate and misleading reports on HTI
Mencabut Terorisme dengan Dakwah (Tanggapan Untuk Jawa Pos)
Tanggapan Terhadap Artikel di Koran Ar-Riyadh
HT Turki Bantah Tudingan Media Massa
Hizbut Tahrir Wilayah Lebanon Tolak Tudingan Melakukan Aksi Bersenjata
Keputusan Penuntut Umum Denmark: Membatalkan Tuduhan Palsu Terhadap Hizbut Tahrir
Tanggapan HTI Jawa Barat Atas Berita Berjudul: ”Bangladesh Menahan 27 Penyebar Selebaran” Di Pikiran Rakyat Pada Edisi Ahad, 15 Maret 2009

Amir HT Berjuang Keras Bersama Umat:

Profil Amir HT Ke-1 Al-’Allamah Asy-Syaikh Taqiyuddin An-Nabhani
Profil Amir HT Ke-2 Al-’Alim Asy-Syaikh ‘Abdul Qadim Zallum
Profil Amir HT Ke-3 Al-’Alim Asy-Syaikh ‘Atha bin Khalil Abu Ar-Rasythah
Memoar dari Penjara dan Indahnya Persahabatan bersama Amir Hizbut Tahrir, Al-Alim –Al-Jalil Sheikh Ata bin Khalil Abu al- Rashtah
Alhamdulillah, Facebook dan Twitter Resmi Amir Hizbut Tahrir Al-‘Alim ‘Atha bin Kholil Abu Ar-Rasytah Diluncurkan
Page FB Resmi Amir HT
Website Resmi Amir HT
Amir Hizbut Tahrir: Dukunglah Penegakkan Khilafah
Teks Pidato Amir Hizbut Tahrir Kepada Warga di Suriah
Surat Amir Hizbut Tahrir Kepada Salah Seorang Ulama Al-Azhar Syaikh Hasan al-Janaini yang Menjadi Pejuang Khilafah

Testimoni Sebagian Pandangan Ulama, Tokoh tentang HT & Perjuangan Menegakkan Syari’ah wal Khilafah:

Prof. Hassan Ko Nakata: Hanya Hizbut Tahrir Gerakan Politik Islam yang Memperjuangkan Terealisasinya Khilafah
Salah Satu Guru Besar Al-Azhar Al-Syariif Menjadi Pejuang Khilafah
Brigadir Hussam Alawak Menjelaskan Mengapa Ia Percaya Bahwa Hizbut Tahrir Adalah Kekasih Allah
Kumpulan Testimoni: Kita Akan Dukung Terus Hizbut Tahrir
Buya dan Asatidz Sumbar: Hizbut Tahrir Wadah Perjuangan Para Alim Ulama Untuk Menegakkan Khilafah
Testimoni Ulama: “Saya mahzabnya bukan Rambo yang berjuang sendirian, maka saya bergabung dengan Hizbut Tahrir”
Kiyai Dadang: “Saya Mendukung Hizbut Tahrir Sepenuh Hati, dan Siap Membantu dengan Segenap Kemampuan yang Ada”
Ulama Sumedang, Siap Berjuang Bersama Hizbut Tahrir Untuk terapkan Syariah dan Khilafah
Ulama Banjarnegara: “Begitu Kenal Dengan HTI, Saya Langsung Jatuh Hati”
Gus Lubabul: “Saya Warga NU, Tetapi Secara Batiniah Merasa Anggota HTI”
Komentar Beberapa Tokoh Lampung Terhadap Manifesto Hizbut-Tahrir untuk Indonesia
Workshop Ulama Rancaekek Timur:“Saya ingin Khilafah tegak besok”
Tokoh Lampung; Jiwa Kami Tetap Akan Mendukung Perjuangan HTI dalam Menegakkan Khilafah
Kalau Bisa HTI Rutin Memberikan Pencerahan kepada Jamaah
Ustadz Arifin Ilham : Puncak Kesufian Dalam Islam Adalah Dakwah dan Jihad Untuk Tegaknya Syariah dan Khilafah!
Pimpinan Ponpes Nurul Ulum Jember, KH. Abdullah: Kami Jalin Hubungan dengan HTI
Peduli Akan Wajibnya Berhukum Dengan Syariat Islam Kyai Muchlash Zain Undang Para Ulama dan Tokoh Ummat
Ulama Jabar: Kami Akan Terus Mensosialisasikan Wajibnya Syariah dan Khilafah!
Workshop Ulama Jawa Timur I : “Penyatuan Sikap dan Langkah Ulama Untuk Penegakan Syariah”
Ulama Mendukung Hizbut Tahrir Perjuangkan Syariah dan Khilafah

HT Pecahan dari Al-Ikhwan Al-Muslimin?

Kala Sebagian Pemimpin dan Anggota Al-Ikhwan Al-Muslimin Jatuh Hati Kepada Hizbut Tahrir
Syaikh Taqiyudin An-Nabhani Bukan Deflektor dari Gerakan Ikhwan

HT, Perjuangan Menegakkan Al-Khilafah & Jihad:

Tanya Jawab atas Ungkapan “Jihad Bukan Metode untuk Menegakkan al-Khilafah”
Jihad dalam Perspektif Hizbut Tahrir
Ustadz Ahmad Al-Qashash (Media Informasi Hizbut Tahrir Lebanon): Jihad Hukumnya Wajib!
Haji & Jihad
Soal Jawab Amir HT: الجهاد في العمل لإقامة الدولة
Soal Jawab Amir HT (Terjemah): Jihad dalam Perjuangan Untuk Menegakkan Daulah dan Ifadhah dalam Haji
Menyoal Perjuangan Bersenjata Untuk Menegakkan Daulah Islamiyah

HT & Pembahasan Bid’ah:

Jawab Soal Amir HT: Tentang Bid’ah

HT, Syi’ah & Sufy:

Kami Tidak Memiliki Hubungan dengan “Hizbut Tahrir Mesir yang Sufi” atau “Hizbut Tahrir Baru yang Syiah”
Tanya Jawab Amir HT: Hukum Taqiyyah & Syi’ah
Sunni-Syiah dalam Naungan Khilafah
HTI: Konsep Khilafah Islam Berbeda dengan Konsep Imamah Syiah
Syi’ah Dalam Kitab Resmi Hizbut Tahrir

HT & Syi’ah – Khomeini:

Tawaran Hizbut Tahrir Kepada Khameini
Syubhat: Hizbut Tahrir Mau Membai’at Khomeini Sebagai Khalifah?
Tidak Benar HT Pernah Tawarkan Khomeini Menjadi Kholifah

HT & Madzhab:

Hizbut Tahrir Apakah Sebuah Madzhab?
Bagaimana Menyikapi Perbedaan Madzhab
Persoalan Seputar Madzhab
Ahmadiyah: Perbedaan atau Penyimpangan?

HT, Khilafah & Imam Al-Mahdi

Perkataan Imam Bukhari “Fiihi Nazhar” Mengenai Seorang Perawi Hadits Tidak Selalu Melemahkan Haditsnya
Khilafah Bukan Negara Mazhab
Ulama Empat Mazhab Mewajibkan Khilafah
Dalil yang Tegas Tentang Kewajiban Khilafah
Kewajiban Menegakkan Khilafah
Jawab Soal: Hadits Bisyarah
KH. Drs. Hafidz Abdurrahman, MA : Hizbut Tahrir Sudah Punya Master Plan dan Road Map Untuk Menegakkan Khilafah
Ust H. Musthafa A Murtadho: Menegakkan Khilafah: Kewajiban Ulama
Menegakkan Khilafah bukan hanya Kewajiban Hizbut Tahrir
Haram Berdiam Diri Dari Menegakkan Khilafah Dengan Alasan Menunggu Imam Mahdi
Imam Mahdi dan Khilafah
Betulkah Imam Mahdi yang akan Mendirikan Khilafah?
Khilafah Islamiyah Akan Menyatukan Umat di atas Asas Islam dan Akan Mengadopsi Politik Industrialisasi Yang Kuat dan Menyeluruh
Upaya Mendirikan Khilafah
Seputar Dakwah untuk Mendirikan Khilafah
Deradikalisasi: Upaya Menghambat Pendirian Khilafah
Khilafah dan Strategi Industrialisasi Dunia Islam
Khilafah Menyatukan Umat Islam

Siapakah Ahlus Sunnah Wal Jamaa’ah?

Siapakah Aswaja’
Siapakah Aswaja’ (2)
Khilafah Menurut Ahlus Sunnah Wal Jamaah

Bantahan atas Syubhat Seputar HT, Hadits Ahad, Siksa Kubur

An-Nabhani: Hadits Ahad Tidak Diingkari Meski Tidak Menjadi Dalil Dalam Akidah
Pendirian Ibnu Hajar Mengenai Hadits Ahad yang Diperkuat oleh Qarinah
Jubir Hizbut Tahrir Lebanon: Wajib Mempercayai Masalah Siksa Kubur dan Dajjal
Ibnu Burhan: Hadits Ahad Riwayat Bukhari dan Muslim Tidak Qath’i
Khabar Ahad dalam Pandangan Ulama Ushul
Fatâwa Al Azhar Tentang Khabar Ahad
Pandangan Ormas Muhammadiyah & NU Tentang Khabar Ahad dalam Masalah Aqidah
Perbedaan antara Aqidah dan Hukum Syara’
Diskusi Khabar Ahad (Lanjutan I)
Metode Penetapan Aqidah
Al-’Ilmu wa Al-Dzan
Kedudukan Khabar Ahad dalam Masalah Aqidah

HT Memperbolehkan Pornografi?

Tanya Jawab: Menyaksikan Film ‘Panas’ dan Tikaman (Fitnah) Atas Hizbut Tahrir
Tanya Jawab Amir HT: Hukum Menonton Film di Bioskop dan Menonton Film Panas (Porno)?

HT adalah Mu’tazilah? Khawarij?

Apakah HT adalah Khawarij atau Muktazilah?
Bahasan Thariqul Iman (Kitab HT) & Penjelasan Imam Ibnu Qudamah
Pandangan Hizbut Tahrir Tentang Khawarij
Hizbut Tahrir Khawarij?
Bagaimana Mensikapi Kelompok Sempalan?
Sekilas Nasihat Al-’Alim Asy-Syaikh ‘Atha bin Khalil untuk Berhati-Hati Terhadap Vonis Takfir Serampangan

Syabab HT “OMDO”?

”Syabab HT Omdo”?! Inilah Jawaban Al-Qur’an & Al-Sunnah (Jawaban Tuntas Syar’iyyah)
Bicaralah! (Ust. Dr. M. Rahmat Kurnia – DPP HTI)
Edukasi Publik, Sia-sia?
M. Ismail Yusanto: Dukungan Umat Makin Nyata!
Muhammad Saleem (Aktifis Hizbut Tahrir Inggris) : Perubahan Membutuhkan Opini Publik!

Haram Golput?

Parlemen Bukan Satu-satunya Jalan Perubahan (Ada Jalan Lain yang Jelas Syar’i)
Pemilu dan Perubahan
Hukum Islam Atas Koalisi Parpol Islam dan Parpol Sekuler dalam Pandangan Islam
Hukum Islam Menjadi Caleg dalam Sistem Demokrasi
Masih Percaya Pada Demokrasi?
Parpol Islam Kian Pragmatis
Perubahan Revolusioner Perspektif Islam
Tanggapan Hizbut Tahrir Indonesia Terhadap Fatwa MUI Tentang Golput Tahun 2009
Ismail Yusanto: Seharusnya Fatwa Haram Terlibat dalam Sistem Sekuler
Fatwakanlah Wajibnya Menerapkan Syariah Islam!
Jubir HTI, HM Ismail Yusanto: Umat Harus Mendukung Partai Islam Ideologis
Pemilu 2009: Umat Berharap Pada Partai Yang Memperjuangkan Syariah Islam
Komentar Politik : Golput Meningkat, Elit Politik Panik
Partai Islam, Jangan Sekedar Basa-Basi
Ulama dan Khilafah: Islam Agama Sekaligus Negara
Ulama’ Dinilai Karena Sikapnya, Bukan Sebatas Ilmunya
Kedudukan Fatwa dalam Syariat Islam
Ulama Wajib Mengoreksi Penguasa
Bedah Qaidah Ahwanu Al-Syarrain (قاعدة أهون الشرين)
Bolehkah Berdalil Dengan Nabi Yusuf?
Soal Jawab: Partisipasi di dalam Sistem Kufur (Jawaban Amir Hizbut Tahrir Terhadap Penggunaan Hujjah Perbuatan Nabi Yusuf as dan Raja Najasyi)

HT & Ghibah (Menjawab Tuduhan bahwa HT Tukang Ghibah (Konotasi Negatif))

Penjelasan al-’Allamah al-Imam al-Nawawi Tentang Perincian Ghibah (Part. I)
Slide Show Kajian HT Cianjur “Menjaga Lisan & Hukum Ghibah dalam Islam”

HT & Hukum Muqatha’ah

Bolehkah Memutus Hubungan Dengan Sesama Muslim?
Soal Jawab: Hukum Memutus Hubungan (Muqatha’ah) dengan Sesama Muslim

HT Mengabaikan & Menyepelekan Akhlak?

Kritik Syabab atas Para Pencela HT “Menyepelekan Akhlak”

Syabab HT Menikmati Demokrasi?

Inilah Jawaban-Jawaban Kami atas Berbagai Dalih Pembenaran Atas Demokrasi (Kumpulan Makalah Ilmiyyah)
Menjustifikasi Demokrasi dengan Dalih Menikmatinya? (Jawaban Argumentatif)
Menikmati Demokrasi? Apa Kata Imam Sufyan al-Tsauri?
Berterima Kasih Pada Demokrasi?
KH Shiddiq al-Jawi: Islam Menolak Demokrasi
Kerusakan Negeri Oleh Demokrasi
Siapa Diskriminatif?
Dalam Demokrasi, Siapapun Cenderung Jadi Buruk
Dampak Buruk Sistem Demokrasi
Wajah Buruk Demokrasi
Hakikat Buruk Demokrasi
Dengan Demokrasi, Orang Jadi Munafik

Hizbut Tahrir dan Amirnya Tidak Anti Kritik & Koreksi:

Jawab Soal Amir HT: Penolakan Hizbut Tahrir dan Amirnya atas Berbagai Kritik dan Koreksi
Klarifikasi Seputar Penolakan Hizbut Tahrir dan Amirnya atas Kritik dan Koreksi

Hizbut Tahrir Memperbolehkan Mencium Wanita Ajnabiyyah?

Benarkah Hizbut Tahrir Memperbolehkan Mencium Wanita Ajnabiyyah?

Thalabun Nushrah Itu Hukum Syara’ – Metode Dakwah Rasulullah SAW!

Tanya Jawab Amir HT: Thalabun Nushrah
KH Ali Bayanullah Al Hafidz: “Ibadah Haji, Momentum Thalabun Nushrah”
Ustadz Syamsudin Ramadhan : Tholabun Nushroh Metode Syar’i Menegakkan Khilafah
Soal Jawab Thalab an Nushrah
Thalabun-Nushrah: Kunci Perubahan
Thalabun Nushrah Bagian dari Metode Dakwah Rasulullaah SAW

Batas Waktu Kekosongan Tegaknya Al-Khilafah yang Merupakan Kewajiban

Jawab Soal Amir HT: Tenggak Waktu yang Diperbolehkan bagi Kaum Muslimin untuk Menegakkan al-Khilafah
Umat Haram Tanpa Khalifah Lebih Dari Tiga Hari?

Hukum Status Ormas Islam

Jawaban atas Tuduhan Terhadap HTI Terkait Status “Ormas Islam” (I)
Tanya Jawab dengan Amir HT

Kumpulan Bantahan Ilmiyyah atas Berbagai Dalih Pembenaran terhadap Demokrasi

Inilah Jawaban-Jawaban Kami atas Berbagai Dalih Pembenaran Terhadap Demokrasi (Kumpulan Makalah Ilmiyyah)

Kumpulan Nasihat-Nasihat Terkait

Nasehat Berharga Syaikh Thalib Awadallah Kepada Syabab Hizbut Tahrir Dalam Berdebat
Adab-Adab Berdebat dalam Islam (Kajian Kitab Nafsiyyah Islamiyyah)
Nasihat atas Perdebatan yang Tidak Syar’i (Saling Mengolok-Olok, -)
Kecaman Syari’at Terhadap Sifat Takabur & Sikap Melecehkan Lawan Diskusi
Hati-Hati Berfatwa Tanpa Ilmu
Nasihat Asy-Syaikh ‘Atha bin Khalil Atas Pentingnya Iman Terhadap Akhirat (Kajian Tafsir Syaikh ‘Atha)
Adab Bergaul Dengan Sesama Muslim

Kumpulan Download Bantahan Ilmiyyah (File Ppt, Pdf & Word):

Menjawab Syubhat terhadap Ide-ide Hizbut Tahrir ==>direct download, resumeable
Menjawab Syubhat terhadap Ide-ide Hizbut Tahrir ==>alternatif
Bantahan HT atas Tulisan Idrus Ramli

Kumpulan Download E-Book Kitab HT (Arab – Indo)

Download Sebagian E-Book Kitab Hizbut Tahrir (Gratis)
Unduh Kitab-Kitab HTI – 1
Unduh Kitab-Kitab HTI – 2

Kumpulan Buku pemikiran IMAM TAQIYUDDIN ANNABHANI

[00] tarif hizbut tahrir.zip
[01] pembentukan partai politik islam.zip
[02] Negara Islam.zip
[03] Titik Tolak Perjalanan Dakwah HT.zip
[04] terjun ke masyarakat.zip
[05] sistem pemerintahan islam.zip
[06] dustur.zip
[07] ahkamush sholat.zip
[08] kaidah kausalitas.zip
[09] dinamika aqidah islam.zip
[10] HADITS AHAD.zip
[11] membangun ekonomi alternatif pasca kapitalisme.zip
[12] Materi-Seputar Gerakan Islam.zip
[13] bunga rampai.zip
[14] tinjauan kritis terhadap asas ideologi sosialisme dan kapitalisme.zip
[16] keniscayaan benturan peradaban.zip
[17] kritik islam terhadap uud 1945.zip
[18] menggugat thagut demokrasi.zip
[19] menghancurkan demokrasi.zip
[20] demokrasi kufur.zip
[21] Bunga Bank Haram.zip
[22] diskursus negara islam.zip
[23] metode perubahan untuk melanjutkan kehidupan islam.zip
[24] sebab-sebab kegoncangan pasar modal.zip
[25] SHARIAH ISLAM INDONESIA.zip
[26] Soal Jawab Seputar Khamer.zip
[27] KHUTBAH AIDUL FITRI 1424 H.zip
[28] marhaban ramadhan.zip
[29] Menjinakkan Kesombongan.zip
[30] serangan amerika untuk menghancurkan islam.zip
[31] 36 SOAL JAWAB.zip
[32] 37-SOAL JAWAB.zip
[33] AMWAL.zip
[34] bayyinat.zip
[35] bendera rasul.zip
[36] cantik.zip
[37] DAKWAH WAJIB.zip
[38] DAKWAH JILID 2.zip
[39] fikrul islam.zip
[40] DARKNESS.zip
[41] dirasat.zip
[42] establish.zip
[43] ips-islam politik spiritual.zip
[45] jihad dan politik.zip
[46] kloning.zip
[47] khilafah-solisi.zip
[48a] kepribadian islam 1.zip
[48b] kepribadian islam ii.zip
[48c] kepribadian islam iii.zip
[49] Manhaj Hizb.zip
[50] selamatkan indonesia dengan syariah.zip
[51] materi dakwah.zip
[52] luruskah akidah anda.zip
[53] mafahim islamiyah.zip