Soal:
Ada sebagian orang menuduh Muawiyah telah mengubah sistem Khilafah menjadi kerajaan (monarki). Bagaimana sebenarnya kita mendudukkan masalah ini?
Jawab:
Sebagian orang berkesimpulan seperti itu karena ada isyarat yang dinyatakan dalam hadis riwayat Ahmad:
عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ كُنَّا قُعُودًا فِي الْمَسْجِدِ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ e وَكَانَ بَشِيرٌ رَجُلا يَكُفُّ حَدِيثَهُ فَجَاءَ أَبُو
ثَعْلَبَةَ الْخُشَنِيُّ فَقَالَ يَا بَشِيرُ بْنَ سَعْدٍ أَتَحْفَظُ حَدِيثَ رَسُولِ اللَّهِ e فِي الأُمَرَاءِ فَقَالَ حُذَيْفَةُ أَنَا أَحْفَظُ خُطْبَتَهُ فَجَلَسَ أَبُو ثَعْلَبَةَ فَقَالَ حُذَيْفَةُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ e تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلافَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ثُمَّ سَكَتَ.
*

Kerajaankah Pemerintahan Pasca Khulafaur Rasyidin?
Kita tentu tidak bisa menolak takdir perubahan, kalau ternyata rakyat Indonesia yang mayoritas Islam ini kemudian mendukung penegakan negara Islam
Presiden SBY dalam keterangan persnya Bandara Halim Perdanakusumah, Senin
(17/5) sebelum bertolak ke Singapura dan Malaysia menegaskan tujuan dari para teroris adalah mendirikan negara Islam. Padahal, menurut SBY, pendirian negara Islam sudah rampung dalam sejarah Indonesia. Aksi teroris juga bergeser dari target asing ke pemerintah. Ciri lain, menurut Presiden, para teroris menolak kehidupan berdemokrasi yang ada di negeri ini. Padahal, demokrasi adalah sebuah pilihan atau hasil dari sebuah reformasi. Karena itu menurut presiden keinginan mendirikan negara Islam dan sikap anti demokrasi tidak bisa diterima rakyat Indonesia .
*

Terorisme dan Negara Islam
1. Mengembangkan Tabayyun (Cross-Check)
“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar
kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (Qs. al-Hujurât [49]: 6).
*

Menjaga kehormatan saudara, tabayun!!
Pengantar
Telaah kitab kali ini membahas pasal kedua Masyrû’ Dustûr li ad-Dawlah al-Islâmiyyah yang berbunyi: Negara Islam adalah negara yang di dalamnya diterapkan hukum-hukum Islam dan
keamanan negara tersebut berada di bawah keamanan Islam. Negara kafir adalah negara yang di dalamnya diterapkan hukum-hukum kufur dan keamanan negara tersebut berada di bawah keamanan bukan Islam.
*

Negara Islam VS Negara Kafir
Malapetaka besar bagi umat Islam adalah runtuhnya daulah khilafah Islamiyah. Institusi Umat Islam, penjaga aqidah, permersatu ummat dan pelaksana syariah Islam secara kaffah. Nasionalisme adalah sebuah paham batil yang punya andil besar dalam runtuhnya khilafah ustmaniyah di Turki beberapa puluh tahun silam.
Namun sayangnya masih
banyak diantara kaum muslim yang masih mengagung-agungkan faham yang satu ini. Mungkin bisa dimaklumi, sebab paham ini telah dihembuskan oleh pihak barat kepada dunia Islam sudah sejak lama. Alhasil, sekarang ini Negri Islam berhasil disekat-sekat menjadi 50 sobekkan lebih.
Di dalam situs khilafah.com di terangkan: “Pasukan Salib menyadari bahwa kekuatan Islam dan keyakinannya adalah Akidah Islam. Sepanjang kaum muslimin berkomitmen dengan kuat pada Islam dan Qur’an, Khilafah tidak akan pernah hancur. Itu sama artinya Islam tidak bisa dikalahkan.
*

Penghancur Khilafah
Pengantar
Tuduhan-tudahan yang dikemukakan oleh WAMI merupakan tuduhan yang sudah lama. Ini bukan merupakan hal baru bagi Hizbut Tahrir, termasuk Hizbut Tahrir Indonesia. Perlu dicatat, tuduhan ini semuanya, sebagaimana akhir-akhir ini banyak diungkap oleh Ghazali Said ---yang mengklaim dirinya sebagai pakar gerakan Islam (khususnya Hizbut Tahrir)--- adalah tuduhan yang tidak bersumber dari rujukan primer buku-buku dan nasyrah mutabannat Hizbut Tahrir. Meski,
seringkali yang bersangkutan mengklaim telah merujuk rujukan primer Hizbut Tahrir. Satu-satunya buku yang menjadi rujukan awal adalah buku yang ditulis oleh Dr. Shadiq Amien, nama samaran seorang tokoh gerakan Islam asal Jordania, yaitu ad-Da’wah al-Islamiyyah: Faridhatun Syar’iyyah wa Dharuratun Basyariyyah (Dakwah Islam: Kewajiban syariah dan tuntutan kemanusiaan). Ini adalah buku kecil, ukuran saku, dan tidak terlalu tebal. Hampir semua gerakan Islam dibahas di dalam buku ini, termasuk Hizbut Tahrir. Hanya sayang sekali, pembahasan tentang Hizbut Tahrir sangat tidak obyektif, penuh manipulasi dan kebohongan.
*

BANTAHAN BUKU WAMI
1.Setelah khalifah yg 4 wafat apa para raja dan sultan setelahnya bisa di sebut khalifah?
Jawab: Benar, setelah 4 khilafah masih bisa disebut khilafah
Ada hadits yang berbunyi:
”Setelah aku, khilafah yang ada pada umatku hanya berumur 30 tahun, setelah itu adalah kerajaan.”(HR. Imam Ahmad, Tirmidziy, dan Abu Ya’la dengan isnad hasan)
Khilafah yang tercantum dalam hadits inimaknanya adalah khilafah nubuwwah, bukan khilafah secara
mutlak.
Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam Fath al-Bariy berkata: “Yang dimaksud dengan khilafah pada hadits ini adalah khilafah al-Nubuwwah (khilafah yang berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip nubuwwah), sedangkan Mu’awiyyah dan khalifah-khalifah setelahnya menjalankan pemerintahan layaknya raja-raja. Akan tetapi mereka tetap dinamakan sebagai khalifah.” Pengertian semacam ini diperkuat oleh sebuah riwayat yang dituturkan oleh Imam Abu Dawud,”Khilafah Nubuwwah itu berumur 30 tahun”(HR. Abu Dawud dalam Sunan Abu Dawud).
*

Menjawab seputar Khilafah
sungguh dakwah yang telah dijalani oleh HT sejak 1953 hingga sekarang terus mendapat tekanan dari pihak-pihak yang tidak suka dengan dakwah HT baik dari kalalngan kafir yang memang selalu berusaha untuk menjegal dakwah HT dengan cara bahkan membunuhi para peuangnya, bahkan perlakuan yang sama juga diberikan kpeada HT oleh negeri-negeri Muslim kepada HT seperti penyiksaan dan pembunuhan terhadap HT di uzbekistan, Irak, palestine, Turkey dan negeri lainnya, hal ini biasa dan merupakan sunnatullah yang akan dihadapi oleh
gerakan dakwah yang tetap memegang ideologi ini dengan istiqomah.
namun, sangat disayangkan jika yang malah menjegal dakwah ini adalah mereka yang juga mengaku gerakan dakwah! menebarkan fitnah-fitnah keji akan dakwah HT! sebagaimana pada majalah SABILI no 21. TH XVII 28 Jumadil awal 1431 dengan judul MENGUAK HIZB AT TAHRIR!!!
DAN FITNAH YANG PALING KEJI ADALAH DENGAN MENGATAKAN BAHWA HT MEMPERBOLEHKAN MENCIUM WANITA YANG BUKAN ISTERINYA BAIK DENGAN SYAHWAT MAUPUN TANPA SYAHWAT LIHAT HALAMAN 55!!!
*

Bantahan terhadap majalah sabili no 21. TH XVII 28 Jumadil awal 1431
dimaksud dengan
hadlarah ?
Hadlarah adalah sekumpulan mafahim (ide yang dianut dan mempunyai fakta) tentang kehidupan.
2. Apa yang dimaksud dengan madaniyah ?
Madaniyah adalah bentuk-bentuk fisik dari benda-benda yang terindera yang digunakan dalam berbagai aspek kehidupan.
3. Apa perbedaan antara hadlarah dan madaniyah ?
Pertama, dilihat dari segi istilah saja sudah terdapat perbedaan antara Hadlarah dan Madaniyah. Kedua, Hadlarah bersifat khas, sesuai dengan pandangan hidup. Sementara madaniyah bisa bersifat khas, bisa pula bersifat umum untuk seluruh umat manusia.
*

Hadlarah dan Madaniyah