Bisakah Islam bertemu dengan demokrasi barat? Apakah mereka sejalan?
Atau apakah demokrasi barat mengambil konsep dari
Islam? Atau sebaliknya
Islam mengambil nilai nilai demokrasi yang telah berkembang di Yunani?
Atau konsep nilai Islam telah berubah karena zaman sudah berubah pula,
dan karena saat ini penduduk dunia semakin banyak hingga dibutuhkanlah
sebuah sistem yang berguna untuk menyederhanakan dalam sistem
pemerintahan, makanya kaum muslim bersedia menerima konsep demokrasi
barat sebagai jalan keluar yang modern?
Abul A’la Al Maududi
Sistim politik Islam didasarkan atas tiga prinsip yaitu Tauhid (kemaha Esaan
Tuhan), Risalah (Kerasulan Muhammad) dan khilafah.
Khalifah yang berarti menurut kamus bahasa Arab berarti perwakilan
(ing. Representation). Posisi dan tempat manusia di bumi ini menurut
ajaran Islam, adalah posisi wakil dari Tuhan. Ia adalah wakil Tuhan di
bumi ini. Disebutkan demikian karena berdasarkan kekusaan-kekuasaan yang
didelegasikan kepadanya oleh Tuhan, ia diharapkan akan melaksanakan
kekuasaan Tuhan di bumi ini dalam batas-batas yang telah ditetapkan oleh
Tuhan.
*
Indahnya Musyawarah Islam, Dan Menyimpangnya Demokrasi
Sejak Uni Soviet sebagai
pengusung ideologi sosialisme runtuh tahun 1991, Amerika Serikat (AS)
dengan kapitalismenya tidak lagi memiliki saingan ideologi yang selevel
dalam kancah politik internasional. Namun, Barat pada umumnya dan AS
pada khususnya
sesungguhnya sadar, tantangan mereka pasca sosialisme
adalah ideologi Islam. Ideologi agung ini memang baru dalam tahap
persiapan implementasi, belum terimplementasi secara nyata dalam sebuah
negara (Khilafah). Meski demikian, ini sudah cukup bagi Barat untuk
menyadari adanya ancaman ideologis yang amat serius dan mematikan bagi
mereka.
PERKATAAN IMAM BUKHARI “FIIHI NAZHAR” MENGENAI SEORANG PERAWI HADITS TIDAK SELALU MELEMAHKAN HADITSNYA Oleh : KH. M. Shiddiq Al
Jawi Pendahuluan
Di kalangan para pejuang syariah dan Khilafah, sangat terkenal hadits yang menerangkan kembalinya Khilafah ‘ala Minhajin Nubuwwah (Khilafah yang mengikuti jalan kenabian). Dari Hudzaifah bin Al Yaman RA, bahwa Rasulullah SAW telah bersabda :
تكون النبوة فيكم ما شاء الله أن تكون ثم يرفعها إذا
شاء أن يرفعها ثم تكون خلافة على منهاج النبوة فتكون ما شاء الله أن تكون
ثم يرفعها إذا شاء الله أن يرفعها ثم تكون ملكا عاضا فيكون ما شاء الله أن
يكون ثم يرفعها إذا شاء أن يرفعها ثم تكون ملكا جبرية فتكون ما شاء الله أن
تكون ثم يرفعها إذا شاء أن يرفعها ثم تكون خلافة على منهاج النبوة ثم سكت
*
Hadits Janji Rosululullah SAW Akan Kembalinya Khilafah Dhoif ?
Keruntuhan Khilafah Islamiyah pada tahun 1342 H (1924 M) tidak hanya
menjadi musibah terbesar bagi umat Islam. peristiwa itu juga menyebabkan
perubahan besar pada tata
politik internasional. Sejak saat itu, kaum
Muslim praktis tidak lagi memiliki pengaruh pada relasi politik
internasional. Bahkan pada level tertentu, umat Islam hanya menjadi
obyek permainan dan persekongkolan busuk negara-negara imperialis Barat.
Harta mereka dijarah. Kehormatan mereka dilecehkan. Darah mereka
ditumpahkan oleh musuh-musuh Islam dan kaum Muslim tanpa ada perlawanan
berarti. Islam pun tidak lagi bisa diterapkan secara utuh dalam ranah
individu, masyarakat dan negara. Jika pun ada penerapan Islam, itu pun
dibatasi dan atas ijin para penguasa sekular.
Mengapa Khilafah Islamiyah bisa diruntuhkan? Apa penyebabnya?
Langkah-langkah apa pula yang harus dilakukan umat Islam untuk
mengkonstruksi kembali Khilafah Islamiyah pada masa datang?
*
Sebab Keruntuhan Khilafah dan Upaya Menegakkan Kembali Khilafah